
"Wooooow dad..ayo Neta nggak sabar mau panjat tebing itu" ujar Aneta berbinar-binar melihat arena yang dia yakini untuk melakukan latihan panjat tebing.
"Hey sabar princess..ayo turun kita daftar dulu lalu pakai pengaman agar jika kau jatuh badan mu tak menyentuh tanah secara langsung dan itu akan aman untuk tubuh mungil mu hm" jelas. Ray sebelum melakukan panjat tembok itu mereka harus memakai peralatan keamanan dulu.
Aneta mengangguk dan mengikuti kemana sang Daddy membawa nya.. Genie hanya terkekeh melihat keantusiasan Aneta..anak asuhnya itu benar-benar menyukai olah raga ekstrim rupa nya.
Genie mengikuti mereka dari belakang..dia juga suka panjat tebing tapi tak terlalu..dia lebih suka menembak dan berkelahi..ck itu bukan olahraga wajib Genie.. itu kegemaran.
*
*
"Ayo sayang kamu bisa..awas hati-hati Aneta" ujar Genie menyemangati Aneta.
"Neta anak Daddy pinter..ayo sayang Aneta bisa" Ray tak mau kalah menyemangati Aneta dengan penuh semangat.
Sedangkan Aneta dia hanya fokus pada setiap pegangan dan pijakan nya saja..ini adalah olahraga kesukaan nya..dia harus bisa dan nanti jika sudah dewasa maka dia akan melakukan panjat tebing bersama mommy dan daddy nya.
Aneta terus melakukan apa yang pelatih nya katakan..dia dengan hati-hati memijak setiap pijakan yang ada di depan nya..perlahan tapi pasti Aneta berhasil memanjat nya hingga atas tanpa terjatuh atau tergelincir sama sekali.
"Yeyyyyy sayang kamu hebat..wooohoo anak mommy hebat kamu berhasil yeeyyyyy" teriak Genie ketika melihat Aneta berhasil sampai puncak nya.
Tanpa Genie sadari dia memeluk Ray yang berada di samping nya.. Ray yang di peluk Genie hanya bisa mematung sebentar lalu tersenyum dan membalas pelukan nya..hati nya menghangat kala Genie memeluk nya erat dia benar-benar senang.
"Anak kita hebat sayang" ujar Ray yang di angguki Genie dan itu semakin membuat Ray berbinar-binar.
"Iya anak kita hebat..dia benar-benar hebat" jawab Genie tanpa Sadar mengiyakan perkataan Ray.
"Bagaimana kalau kita buat adik untuk Aneta sayang?" tanya Ray mengusili Genie.
__ADS_1
"Iya seperti nya Aneta butuh adik" jawab Genie masih belum Sadar dengan kata-kata nya.
Sedangkan Ray dia terkiki geli mendengar jawaban Genie..astaga jika mereka sah menjadi suami istri sungguhan pasti saat itu juga Ray akan menerkam Genie tanpa malu.
Sementara Genie yang mulai sadar dia terdiam sejenak lalu mulai menyadari apa yang dia ucapkan dan lakukan..sialan dia benar-benar malu karena sudah memeluk Ray tanpa sadar dan membalas setiap pertanyaan Ray.
"Jadi biasakan nanti malam membuat adik untuk Aneta..sayang?" tanya Ray dengan wajah geli menatap Genie yang sudah melepaskan pelukan nya.
"Ck..kau ini bicara apa sih..sana buat adik dengan pohon pisang" ucap Genie ketus menyamarkan rona merah di wajah nya.
"Hahahaha..hahahaha..hahahaha astaga kau menggemaskan sekali sih gadis gila" ujar Ray tertawa terbahak ketika melihat wajah Genie yang malu dan merona.
"Ck..nggak usah ngeledek..tau ah" kesal Genie yang di tertawa kan Ray dia memalingkan wajah nya ke arah lain agar tak melihat Ray yang terus memandangi nya tanpa berkedip sambil tertawa.
Tawa Ray berhenti ketika dia melihat Aneta sudah selesai dengan kegiatan nya..wajah nya benar-benar berbinar bahagia karena bisa melakukan kegiatan yang dia sukai.
"Daddy.. Mommy" teriak Aneta menghampiri keduanya.
"Sudah dad..ayo kita makan..aku sudah lapar..mommy..apa mommy sakit kenapa wajah mommy merah?" ujar Aneta mengajak mereka makan tapi ketika melihat wajah Genie seketika dia khawatir.
"Ah..em..tidak..tidak sayang..mommy hanya kepanasan haha iya kepanasan..ayo makan dulu" ucap Genie berkilah agar Tak ketahuan jika dia tengah merona.
"Benar mommy tidak apa-apa..jika mommy sakit kita pulang saja mom" saran Aneta perhatian pada ibu angkat nya.
"Tidak sayang..mommy baik-baik saja..ayo kita makan" ucap Ray menyelamatkan Genie dari desakan Aneta.
"Baiklah" Aneta pasrah karena memang dia juga lapar.
Mereka akhirnya menuju sebuah restoran yang tak jauh dari tempat itu..karena keadaan sudah siang jadi perut mereka minta di isi lagi setelah pagi tadi sarapan seadanya.
__ADS_1
*
*
"Aku harus bisa mendapatkan nya..ya..dia sangat cantik lebih dari kekasih ku..akhh sialan kenapa aku tidak bisa menahan diri sih" ucapan seseorang yang tengah membayangkan berccinta dengan seseorang yang menurut nya lebih cantik dari kekasih nya.
Orang itu terus membayangkan jika dia sedang menikmati tubuh orang yang dia bayangkan ketika dia tengah melakukan kepuasan dengan kekasih nya.
"Aku harus mendapatkan nya" batin orang itu di sela-sela kegiatan memuaskan haseerat nya.
Sedangkan di sisi lain seorang wanita lain juga tengah merencanakan untuk melakukan sesuatu demi mendapatkan pria yang dia idamkan..dia tidak terima jika pria itu sudah menemukan pengganti sepupu nya.
"Sialan..aku akan singkirkan wanita itu dari hidup Ray..aku tidak bisa melihat Ray di miliki wanita lain selain aku" ujar nya sambil merem mas sebuah foto yang dimana selama foto itu tampak seorang wanita dan pria juga anak kecil tengah makan di sebuah restoran.
Wanita itu benar-benar marah dan tidak terima jika harus di kalahkan lagi oleh wanita lain..dia akan membuat wanita yang tengah dekat dengan Ray menghilang selama nya..dia akan menyingkirkan wanita itu dengan tangan nya sendiri.
Wanita itu menghubungi seseorang yang dia percaya bisa melakukan tugas yang dia berikan..semoga setelah wanita itu hilang dia bisa segera memiliki Ray untuk diri nya sendiri.
#
#
"Sebaik nya kita pulang kasihan anak kita sudah lelah" ujar Ray melihat Aneta sudah terlelap di sofa ruangan yang dia pesan untuk makan di sebuah restoran dekat tempat panjat tebing tadi.
"Sebentar aku ke toilet dulu" jawab Genie berpamitan ke toilet untuk mengurus sesuatu.
"Baiklah..jangan lama" ucap Ray tersenyum.
Genie hanya mengangguk dan melangkah pergi menuju toilet..dia hanya ingin menenangkan kerja jantung nya yang akhir-akhir ini begitu cepat memompa nya.
__ADS_1
Apa dia sakit jantung kenapa begitu aneh setiap mendengar kata anak kita dari mulut Ray..ah dia benar-benar tidak suka dengan keadaan ini..dia bisa jantungan lama-lama jika terus seperti ini.
Di saat Genie sudah selesai dengan urusan toilet nya,dia hendak keluar ketika baru melangkah beberapa langkah tiba-tiba dia bertabrakan dengan seseorang yang sangat dia kenal sama amat sangat membuat nya jengah..siapa lagi kalau bukan Sammy.