MY DUDA IS PERJAKA

MY DUDA IS PERJAKA
Ep 107_Hormon Kehamilan


__ADS_3

"Be..benarkah dok..baiklah aturkan saja waktu nya dan kabari saya secepat nya bila perlu besok" ujar Ray tak sabar ingin segera memastikan.


"Baiklah tuan kalau begitu saya permisi dulu mari" ujar sang dokter berpamitan.


Setelah kepergian dokter, Ray tampak mendekati Genie dan duduk di samping nya..mata Ray tampak berkaca-kaca menatap Genie..dia menangis menumpahkan rasa bahagia yang tengah dia rasakan.


"Terimakasih sayang.. terimakasih..aku akan jadi Daddy lagi.. terimakasih Genie" ujar Ray memeluk Genie yang masih terbaring memejamkan mata nya.


Orangtua Ray pun tak kalah bahagia nya..mereka terharu akan kabar gembira ini.. akhirnya mereka mendekati Ray dan mengucapakan selamat pada anak nya.


"Selamat ya nak semoga apa yang dokter itu katakan benar ada nya" ujar mama Ray memberi selamat.


"Selamat boy kau sebentar lagi akan menjadi Daddy yang sesungguh nya..semoga memang benar ada junior kalian di rahim menantu Daddy" ayah Ray pun tak kalah bahagia nya dan mengucapkan selamat kepada Ray.


"Terimakasih mom,dad..Ray akan aminkan semua doa kalian..Ray juga berharap semoga memang benar Genie tengah hamil" Ray pun mengaminkan serta berharap semoga benar ada nya kabar dari dokter itu.


Akhirnya orangtua Ray memilih meninggalkan kamar Ray dan membiarkan anak nya menemani Genie sang menantu.


"Sayang bangun lah jangan membuatku khawatir..kita akan memiliki anak sayang..kau akan jadi mommy lagi" ujar Ray berusaha agar Genie segera sadar.


Tak berapa lama kemudian Genie tampak menggerak kan alis dan kelopak mata nya..perlahan mata indah itu mulai terbuka lagi dan Ray begitu senang karena Genie sudah sadar.


"Sayang..syukur lah kau sudah sadar.. bagaimana perasaan mu?" tanya Ray pada Genie yang telah membuat mata nya.


"Masih pusing..bisakah kau memeluk ku honey?" ujar Genie meminta pelukan Ray.


"Sure honey" Ray langsung naik ke ranjang dan membaringkan diri nya di ranjang kemudian memeluk Genie .


Genie tampak nyaman berada dalam rengkuhan Ray dia merasa pusing nya mulai berkurang entah lah aroma tubuh Ray membuat nya tenang dan nyaman.


"Aku suka aroma mu honey" ujar Genie jujur.

__ADS_1


"Hirup lah sesukamu sayang" titah Ray pasrah.


"Benarkah..maka jangan kemanapun dan temani aku" ujar Genie senang semakin merapatkan tubuhnya.


"Lakukan apapun yang kau suka honey.. aku akan selalu di sini menemani mu" Ray mendaratkan sebuah kecupan di ujung kepala Genie dengan penuh sayang.


Genie suka dengan harum tubuh Ray hingga dia tanpa sadar terlelap lagi saking nyaman nya dan Ray membiarkan saja apa yang menurut Genie nyaman.


Ray ikut memejamkan mata nya..dia juga jadi ngantuk.. akhir nya Ray memutuskan untuk tidur dan menemani Genie di kamar seharian hingga hari menjelang malam.


Tanpa terasa siang berganti petang dan Genie baru bangun..teramat nyaman hingga dia tak angin membuka mata ataupun berbagai kemana-mana.


"Sayang mandilah aku sudah menyiapkan air hangat nya" ujar raya menyuruh Genie mandi.


"Sudah jam berapa honey..badan ku benar-benar malas terkena air" Genie masih meringkuk di balik selimut sambil bertanya jam pada Ray.


"Sebentar lagi jam 6 sore honey..mandilah atau mau aku mandikan?" Ray mendekati ranjang dan menjelaskan bahwa sudah hampir jam 6 sore serta menawarkan agar dia mandikan.


"Baiklah aku mandi sendiri saja" akhir nya Genie memilih mandi sendiri saja.


Ray hanya tersenyum dia tak marah atau kecewa dia tau mood Genie sedang tidak baik..nqnyi lah dia akan mencari artikel mengenai kehamilan..dia ingin tau lebih mengenai wanita hamil sebelum terlambat.


Genie masuk kedalam kamar mandi dia melihat bathub yang sudah terisi air hangat dengan aromaterapi juga bathsalt..astaga apa suami nya batu terbentur sesuatu hingga menjadi seromantis ini.


"Ck bisa romantis juga dia" Genie bergumam menatap bathub yang sudah siap di gunakan untuk berendam.


Genie melepas semua kain yang menempel di tubuh nya..dia masuk kedalam bathtub dan berendam menikmati ketenangan lilin-lilin aromaterapi.


Sementara di luar kamar mandi Ray tengah gugling mencari artikel mengenai kehamilan..dia membaca semua artikel yang ada juga berkonsultasi pada dokter mengenai apa saja yang menurut nya mengganjal.


Besok Ray akan membawa Genie ke dokter kandungan agar bisa memastikan benar atau tidak nya kabar dari dokter tadi.

__ADS_1


"Semoga kau benar-benar hamil sayang..semoga anak kita sudah berada di rahim mu" Ray berharap perkataan dokter benar adanya karena dia juga berharap segera mendapatkan anak.


Tapi meski begitu dia tak memaksa Genie untuk segera memiliki anak.. Genie juga masih sedikit trauma mengenai Aneta dan dia sedikit belum bisa..tapi bukan berarti dia tak mau jika memang sudah di haruskan dia memiliki anak sesegera mungkin maka dia akan menerima nya.


30 menit kemudian Genie terlihat keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe tanpa dalaman..wajah Genie terlihat menyiratkan sesuatu namun Ray tak dapat membaca nya.


"Honey sudah selesai..sini biar ku keringkan rambut mu" ujar Ray menyuruh Genie mendekat karena dia ingin membantu mengeringkan rambut Genie.


Genie mendekat dan menurut..dia membiarkan Ray mengeringkan rambut nya..tubuh Genie meremang kala tangan Ray menyentuh tangan nya.. astaga dia ini kenapa sih sebenarnya kenapa jadi se horrny ini.


"Honey" panggil Genie.


"Ya honey" balas Ray masih fokus mengering kan rambut Genie.


Henri berbalik dan mengambil handuk yang Ray pegang..dia menatap mata Ray dan tatapan mereka saling beradu.


"I want you" ujar Genie membuat Ray sedikit terkejut karena biasanya dia yang selalu meminta duluan tapi sekarang astaga inikah yang namanya hormon kehamilan.


"Really?" tanya Ray memastikan.


"Hm..please" Genie mengangguk dan memohon dengan wajah penuh harap.


Ray tak tega melihat wajah Genie..ya tuhan dapet durian runtuh si Ray..tentu saja dia mau karena kegiatan ini kan sudah jadi kegiatan favorit nya.


"Baiklah..tapi hanya 1x saja ya..aku tak mau kau sakit hm?" ujar Ray bernegosiasi dengan Genie karena dia belum memberitahu maslahat kehamilan nya pada Genie.


"Iya"


Genie mengangguk cepat dan melepaskan bathrobe yang melekat di tubuh nya..Ray hanya terkekeh melihat ekspresi Genie..ya tuhan betapa menggemaskan nya istri Ray ini.


Ray juga melepas semua kain dalam tubuh nya dan mulai mencummbu Genie dengan lembut takut menyakiti anak dalam kandungan Genie..bagaimana pun juga dia belum memberitahu Genie biarlah jadi kejutan untuk Genie nanti.

__ADS_1


__ADS_2