
"Ssstt..jika kau percaya pada ku maka ikuti saja permainan yang akan aku lakukan..oke honey?" ujar Genie mengusap wajah Ray yang terlihat seperti membawa beban berat.
"Baiklah aku akan ikuti permainan mu..tapi ingat jaga diri mu juga sayang..aku tak mau kau kenapa-kenapa" pesan Ray agar Genie juga menjaga dan memperhatikan diri nya.
"Iya honey.. I promise..I love you Ray" ucap Genie membuat Ray jatuh cinta berkali-kali pada Genie.
"Oh sayang..I love you so much" balas Ray dana langsung menyergap bibir Genie yang membuat nya candu.
Mereka berkissing dan saling memeluk membagi ketenangan satu sama lain.
Ray dan Genie tak melakukan hal lebih karena Genie sedang dalam mood yang naik turun bagai rollercoaster karena ulah tante Ray Malena.
Ray membiarkan Genie melakukan apapun pada tante nya karena dia juga merasa tante nya pantas mendapatkan apapun yang akan Genie balas.
Ray tau Genie bukan kah wanita lemah yang akan diam jika dia di hina atau di tindas..memang tak di depan nya jika dia membalas tapi pembalasan yang Genie lakukan berkali-kali lipat lebih menyakitkan.
Keluarga Genie juga sudah tau..Ray memberitahu kan hal ini pada Rey mertua nya..dia tak mau jika Rey mengetahui nya dari orang lain dan akan berimbas pada hubungan nya dengan Genie.
Dia tak mau ambil resiko sekecil apapun..dia takut Genie di ambil Rey dari nya..dia tak bisa hidup tanpa Genie..hati nya sudah terpaut pada Genie Wanita yang sudah membuat nya jatuh cinta dan merasakan betapa indah nya dan bahagia nya di cintai.
Genie tak masalah dia membiarkan saja Ray mau berbuat apa..dan juga tak menutupi apapun dari keluarga nya jika keluarga nya tau dari Gio.
Sekarang Genie hanya fokus pada pembalasan terhadap Malena..dia dendam tapi dia diam dan dia pendam sendiri sambil menunggu apa yang pantas Malena dapatkan karena telah menghina nya.
#
__ADS_1
#
"Sayang kau sudah datang nak" sambut Malena pada Revya yang baru datang dari villa.
"Iya mom.. aku merindukan mommy" balas Revya memeluk Malena manja.
"Oh sayang maafkan mommy..seharus nya mommy menemani mu saat itu..maaf nak pekerjaan mommy sedang banyak" uajr Malena meminta maaf pada anak nya karena membiarkan putri nya sendirian hingga terjadi lah hal seperti ini.
"Tidak mom..mommy tidak bersalah yang salah adalah istrinya ka Ray..dia benar-benar mencuri semua perhatian dan kendali paman,bibi dan ka Ray..aku tidak suka mom" Revya mengatakan apapun isu hati nya mengenai dia tak menyukai Genie.
"Iya sayang..maafkan mommy..mommy janji kau pasti akan mendapatkan apa yang kau inginkan..kau adalah anak mommy" Malena begitu menyayangi putri nya hingga rela melakukan apapun untuk kebahagiaan putri nya.
"Aku mau dia menyesal telah membuat ku di usir dari rumah ini..aku sakit hati mom..aku benar-benar dendam pada nya" Revya benar-benar dendam kepada Genie atas perlakuan nya terhadap diri nya.
Malena memeluk Revya dan menenangkan nya..dia juga kesal dengan Genie cih sebenar nya dia tidak suka melawan orang yang tak sederajat dengan nya tapi apa boleh buat dia akan membuat Genie tersiksa tinggal di rumah ini.
Pintu kamar sudah mereka kunci semua bahkan kunci cadangan nya sudah mereka minta dan bawa juga..hanya berjaga-jaga saja jika ada maling dadakan atau apa lah yang akan kedua manusia bodoh itu lakukan.
Di restoran Ray dan keluarga nya tengah menikmati sarapan nya dengan hangat.. Genie selalu membuat suasana menghangat dan ceria..tingkah Genie kadang menggemaskan di mata keluarga Ray.
"Dad,mom apa kalian mau menginap di resort keluarga ku.. kebetulan aku sedang ingin menginap di sana.. bagaimana?" tamat Genie menyarankan kepada keluarga Ray agar menginap di resort keluarga Wilson.
"Boleh kalau begitu mom juga sedikit suntuk jika di rumah terus" mama Ray setuju dengan saran Genie sang menantu.
"Baiklah untuk hari ini dan besok kita akan menginap di resort keluarga Genie dan malam berikutnya kita akan menginap di resort ku.. kebetulan sedang tak banyak tamu di sana.. bagaimana?" ujar Ray menyarankan.
__ADS_1
"Boleh..ide bagus itu" ketiga orang itu setuju dengan ide Ray.
Selesai sarapan mereka pulang untuk berkemas..Ray dan Genie menuju kamar nya begitu pun kedua orangtua Ray..mereka tak menghiraukan keberadaan Malena dan Revya.
Selesai berkemas Genie, Ray,dan kedua orangtua Ray keluar dan berkumpul di ruang tamu.. mereka juga tak lupa mengunci pintu nya kembali serta membawa kunci cadangan nya.
"Apa kalian sudah siap?" tanya Genie.
"Sudaha sayang.. ayo berangkat" jawab kedua orangtua Ray.
Dan mereka hendak melangkah menuju pintu keluar tapi tertahan oleh Malena yang memanggil mereka dengan rasa penasaran yang tinggi.
"Kalian mau kemana?" tamat Malena pada keempat orang itu.
"Bukan urusanmu.. ayo semua" jawab mama Ray malas dan memilih beranjak.
"Jika kalian berani meninggalkan rumah ini maka jangan pernah berani menginjakkan kaki lagi ke sini.. termasuk kau waniat sialan" ujar Malena menatap kesal pada Kaka nya.
"Apa kau bilang..berani sekali kau mengancam ku seperti itu..kau tak ingat ucapan mommy terkahir kali yang mengatakan bahwa rumah ini adalah milik ku karena harta mu kau yang memilih sendiri..sekarang kau dengan pede nya mengatakan bahwa kau berhak atas rumah ini..hahaha jangan mimpi kau Malena" ujar mama Ray yang marah dengan ucapan Malena.
"Kau sudah berani berkata seperti itu pada ku ka..cih pelet apa yang kau gunakan gadis sialan" tanya Malena.
"Apa bibi bicara padaku?" tamat Genie seperti tidak tau apapun.
"Ya aku bicara padamu..memang siapa lagi orang baru di sini selain kau" ujar Malena sinis menatap tak suka pada Genie.
__ADS_1
"Orang baru yang anda maksud adalah menantu sah keluarga Cartwright dan status saya sah di mata hukum dan negara..sementara hem siapa itu nama nya apa dia memiliki surat-surat kelengkapan A-DOP-SI..saya rasa anda tidak memiliki nya jadi sebenarnya di sini yang orang baru itu adalah anak angkat mu bibi Malena sayang" Genie berujar dan membalas ucapan Malena dengan sangat santai tanpa gas atau gigi.
Malena tampak kesal dan tak menyangka Genie tau bahwa dia tidak punya surat-surat itu..sialan tau dari mana wanita sialan itu..dia tidak boleh kalah karena dia tidak menerima kekalahan.