
Genie dan Ray kini sedang berada di rumah Ray tepat nya di kamar mereka..semua pelayan sudah mereka ungsikan ke paviliun belakang.
Ray tak ingin momen kebersamaan nya dengan Genie di ganggu..dia hanya ingin menikmati waktu nya bersama Genie..setelah pulang dari hotel tempat konferensi pers itu kedua nya memutuskan untuk kembali ke rumah saja karena lelah.
Ray lah yang membujuk agar Genie mau pulang daripada mengikuti acara makan siang bersama para orangtua yang membosankan itu.
"Sayang aku mau itu lagi" Ray saya ini tengah merengek bagaikan anak kecil yang meminta permen.
"Tapi tadi kan janji nya malam..ini masih siang" Genie sebisa mungkin mengundur nya karena dia benar-benar lelah.
"Tapi sayang..aku sudah tidak tahan lagi.. ayolah kau tega melihatku tersiksa menahan pusing hm?" Ray masih mencoba membujuk Genie yang seperti nya hanya mengukur waktu saja.
"Ck baiklah" akhir nya Genie pasrah dan menurut saja daripada dia Eris mendengar rayuan dan bujukan beserta rengekan si bayi besar itu.
Terimakasih sayang" ucap Ray berterimakasih dan langsung menyambar bibir yang selalu membuat nya candu.
Ray mence cap bibir Genie dengan penuh kelembutan..dia tak mau Genie menganggap nya kasar dan akan tidak suka lagi dengan permainan nya..dia akan lembut dulu sebelum menaikan intro nya.
"Nghhh Ray aah" Genie mendesyah saat ci*man Ray berpindah oada lleher nya.
Tangan Genie tak tinggal diam..tangan mau pun mencari-cari mainan yang bisa dia mainkan dan ketemu..masa depan nya dan Ray telah berada di genggaman nya bahkan sudah berdiri dengan kokoh nya di balik kain segitiga yang mem bung Kus nya..Ray tentu saja mellengguh saat tangan nakal Genie malah mengelus beton mi lik nya.
"Orghh Genie..sayang" Ray mendesyah saat Genie mulai membuka semua yang melekat pada keduanya dan tak segan-segan memainkan beton mi lik nya yang sudah tuegang.
Ray tak mau berlama-lama dia ingin segera di mulai agar dia tidak lebih frustasi lagi kelamaan seperti ini..sudah cukup tangan nakal Genie membuat beton mi lik nya meneguang.. dia tidak bisa menahan nya lagi.
__ADS_1
"Sayang sekarang sebelum aku melakukan nya..argh" ujar Ray sambil menahan diri agar tidak menyerang Genie hingga malam pernikahan nanti.
"Baiklah"
Dan Genie pun melakukan apa yang ingin dia lakukan seperti kemarin-kemarin.
#
#
"Baiklah sekarang aku hanya bisa menunggu sebentar sebelum bisa mendapatkan nya..hahahaha ternyata dia anak orang kaya dan terkenal astaga aku bahkan tidak menyadari kemiripan nya dengan nona Gia..ck..ck..ck" ujar seorang pria yang tak lain adalah Sammy sendiri yang saat ini tengah mengatur siasat agar bisa mendekati Genie lagi setelah tau bahwa Genie adalah anak dari seorang Reyhan Jade Wilson seroang legenda bisnis yang terkenal akan ketekunan nya juga kesadisan nya.
Sammy akan semakin berusaha untuk mendapatkan Genie apapun cara nya..beruntung kan jika dia bisa mendapatkan nya keluarga nya tidak akan melarat sampai tujuh turunan sekalipun..dia bisa hidup enak Hanau dengan ungkang-ungkang kaki.
Sungguh rencana nya kini hanya bertekad mendapatkan Genie lagi tidak apa-apa jika Genie sudah pernah di pakai Ray dia tidak rugi-rugi sekali..setidak nya Genie belum hamil anak Ray itu yang terpenting.
#
#
Jika mengingat lagi wajah keajaiban Aneta amarahnya bahkan tak bisa dia kontrol ingin membanting nya dan menghabisi nya saat ini juga tapi tidak..tunggu sampai dia jera dan memohon-mohon pada nya untuk membiarkan nya hidup.
"Jadi apa yang membawa nona Devani kemari?" tanya Genie tanpa memperdulikan Devani dan terus mengerjakan tugas nya.
"Aku ingin membuat kesepakatan" ujar Devani masih terlihat sombong tak ada hormat sama sekali.
__ADS_1
"Kesepakatan..apa itu?" tanya Genie tampak sudah tau kesempatan apa yang Devani inginkan.
"Aku ingin kita melupakan masalah kita dan kau tetap menjadikan ku model utama dari brand yang kau miliki" ujar Devani tak ada sopan santun nya berterus terang mengenai niat nya.
Genie hanya diam sambil tangan nya masih terus menggarap rancangan nya..dia tidak tertarik sama sekali karena dia sudah tidak mau terlibat dengan model congkak itu.
"Aku tidak memiliki urusan lagi dengan mu nona..silahkan anda meminta kesepakatan dari pihak lain karena saya tidak lagi memiliki niat untuk bekerjasama dengan pihak anda lagi" ujar Genie santai sambil menatap Devani dengan tajam dan membunuh.
"Kau..Bernai nya kau bicara begitu..kau hanya designer rendahan yang beruntung karena baju-baju mu aku iklankan..jika tidak maka kau tidak akan pernah berada di posisi mu saat ini..dasar sombong" ujar Devani jengkel dan mengeluarkan sifat asli nya.
"Hahaha astaga nona..adalah anda tau saja pihak anda lah yang mengemis pada pihak kami agar design saya anda yang mengenakan dan asal anda tau ya nona tanpa anda brand saya sudah melejit jauh sebelum mengenal anda" ujar Genie menjelaskan dengan santai bahwa dia tidak lagi mau berurusan dengan Devani.
"Apa kau bilang..Yanga terus mendesak agensi ku adalah pihak mu..dan sekarang kau bilang bahwa pihak ku lah yang telah mengemis pada mu hahaha seperti nya kau telah jauh berkhayal untuk menjatuhkan ku" ujar Devani sedikit kesal tapi dia juga menyombong di depan Genie.
"Silahkan hubungi pihak anda dan tanyakan secara langsung bagaimana kalau bisa mendapatkan rancangan ku..saya sibuk silahkan anda keluar" ujar Genie santai mengusir Devani dengan halus dan tersenyum.
"Kau mengusir ku..berani nya kau" teriak Devani yang merasa tak di hargai.
Kan emang elu kagak ada harga nya mba Devani 🙄.
Genie hanya duduk santai tanpa memperdulikan e yang tengah mengamuk..dia hanya mendengarkan saja ucapan dan umpatan kasar Devani yang sudah rekam pada kamera pengawas di ruangan itu.
Dia hanya perlu bersikap layaknya pemilik yang sudah tidak ada hubungan apapun dengan Devani..biarkan Devani berteriak mengumpati nya dia tidak terpengaruh.
Genie bangkit dan berjalan ke dalam meninggalkan Devani yang masih asik mengamuk sampai dua bodyguard ayah nya menyeret nya secara paksa.
__ADS_1
"Lepaskan aku sialannnn.. arghhhhhh berani sekali kalian menyentuhku hah..apa kalian tidak tau siapa aku hah..lepassssssss" Devani memberontak saat lengan nya di seret paksa agar keluar dari tempat itu.