
"Kau..ssshh apa..yang sudah..kau berikan di minuman ini hah..akhh kepalaku pusing" ujar mama Ray perlahan pandangan nya mulai meredup.
Sang suami pun sudah tak berdaya dan tergolek di atas meja makan dengan kepala bertumpu pada meja makan.
"Hahhaha akhirnya kalian takluk di tangan ku..nikmati lah waktu kalian sebelum aku usir kalian dari rumah ini..hahaha Revya sayang kau hebat sekali nak" ujar Malena menatap datar pada kedua kakak nya dan memuji anak nya.
Tampak dari arah tangga Revya anak angkat nya terlihat menuruni anak tangga dengan seutas tali di tangan nya..dia tidak sabar menantikan pertunjukan yang akan dia dan ibu nya mainkan.
"Bagaimana mom?" tanya Revya penasaran.
"Beres sayang..kau hebat" uajr Malena memuji kehebatan anak nya.
"Siapa dulu.. Revya" Revya berbangga diri karena rencana nya berhasil.
Mereka mulai mengikat orangtua Ray di kursi itu dan menyeret kursi itu kemudian memindahkan nya pada gudang di bantu orang suruhan nya.
Selesai dengan semua nya kini Malena dan Revya tengah duduk santai sambil menikmati vodc*a dengan di hadapan mereka tampak seorang notaris keluarga Cartwright yang tengah mengatur beberapa kertas di tangan nya.
"Apa sudah siap?" tamat Malena menatap dalam notaris itu.
"S..su.. sudah nyonya" ujar notaris itu menyerahkan berkas yang di perlukan.
"Hahaha bagus..kerja mu sangat bagus..sekarang pergilah dan jangan pernah muncul lagi di hadapan ku" ujar Malena mengusir notaris itu keluar dari rumah orangtuanya.
Setelah kepergian notaris itu kini Malena dan Revya tengah tertawa bahagia..para pelayan sudah mereka liburkan setidak nya satu Minggu sampai masalah ini selesai.
"Akhirnya mommy bisa mendapatkan semua harta milik grandpa dan grandma mu nak..Kita kaya sekarang" Ucap Malena tersenyum menatap berkas yang berisi surat kuasa pengalihan harta kekayaan keluarga yang jatuh pada nya.
"Iya mom.. Revya senang akhirnya keadilan berpihak pada mommy" ujar Revya mulai menjilat.
"Semua milik mommy juga milik mu sayang..kita akan menikmati kekayaan ini bersama-sama" Malena memeluk putri nya.
Revya tersenyum dalam pelukan ibu nya namun di balik senyuman nya ada sebesit kelicikan yang terpancar..entah apa arti nya hanya dia yang tau.
__ADS_1
#
#
Sementara di sisi lain tampak wajah cemas Ray yang masih belum mendapatkan kabar dari kedua orangtuanya..dia sedikit khawatir karena tiga hari sudah orangtua nya tak memberi nya kabar.
"Honey kenapa?" tanya Genie melihat Ray sedikit aneh.
"Hm..hanya sedikit cemas sayang..kau tak lelah?" jawab Ray jujur dan bertanya pada sang istri.
"Tidak..cemas kenapa..mommy dan Daddy lagi?" tanya Genie menebak isi pikiran suaminya nya.
"Hm..entah kenapa perasaan ku tidak enak sayang..apa aku harus mengunjungi mereka ya.. bagaimana sayang?" tamat Ray meminta pendapat sang istri.
"Biar Daddy retas cctv di rumah saja..aku tak mau di tinggal honey" ujar Genie menyarankan karena dia tak bisa di tinggal oleh Ray.
"Baiklah" Ray hanya bisa pasrah karena dia tidak mungkin meninggalkan Genie di saat seperti ini.
Genie pun mendatangi sang daddy yang tengah duduk santai di ruang kerjanya..dia masuk tanpa mengetuk pintu dulu..sudah biasa Genie melakukan nya toh Rey juga tak marah.
"Hey sayang..ada apa hm?" tanya Rey menghampiri anak nya dan ikut duduk di sofa ruang kerja nya.
"Begini dad..emm..apa Daddy sedang sibuk?" tanya Genie memperhatikan Rey yang seperti nya banyak pekerjaan.
"Tidak sayang..ada apa hm..apa kau butuh sesuatu..katakan lah" ujar Rey memaksa Genie mengatakan keinginan nya.
"Em..apa Daddy bisa meretas kamera pengawas di rumah mertuaku..soalnya dari 3 hari yang lalu mereka tak mengabari kami sama sekali.. Ray jadi cemas takut terjadi sesuatu pada mereka.. Genie juga ikut cemas dad..apa bisa?" tamat Genie mengutarakan maksud kedatangan nya.
Rey tampak diam mendengarkan..dia manggut-manggut seakan mengerti kegelisahan anak mantu nya.
"Baiklah akan Daddy lakukan..memang Ray tidak bisa meretas sistem keamanan di rumah orangtuanya sendiri?" tamat Rey sedikit bingung.
"Ray tidak sehebat Daddy yang sudah handal..dia bisa hanya saja masih perlu banyak belajar lagi..dia saja kalah dengan virus yang aku kirimkan pada laptop nya" jelas Genie mengenai kemampuan Ray yang memang masih harus belajar lagi dalam hal meretas.
__ADS_1
"Baiklah biar Daddy urus..kalian tenang saja jika ada hal penting atau darurat akan Daddy urus..kembali lah ke kamar mu ibu hamil tidak baik berlama-lama di luar udara nya dingin" ujar Rey mengusap kepala anak nya.
Tak terasa putri bungsu yang dulu nya sangat manja pada nya kini telah menikah dan di miliki pria lain..bahkan kini putri manja nya sudah mau jadi orangtua..tak terasa dia sudah semakin menua.
"Ishhh Daddy ngusir Genie gitu?" tanya Genie kesal di usir oleh ayah nya.
"Eh..bukan sayang..Daddy hanya nggak mau kamu sakit udara nya kan masih dingin takut nya kamu masuk angin" jelas Rey sepekan mungkin takut menyinggung perasaan bumil yang sensitif.
"Bener..Daddy nggak ngusir Genie?" tanya Genie memastikan.
"Iya sayang..nggak bakal Daddy ngusir putri Daddy yang cantik ini" rayu Rey agar bumil ini tidak marah.
"Baiklah Genie ke kamar dulu..udara nya dingin takut masuk angin" Genie berkata dan berlalu meninggalkan Rey yang melongo.
"Ya tuhan..padahal aku kan sudah bilang udara nya sedang dingin..ck bumil tidak pernah salah karena jika salah maka kembali pada peraturan awal yaitu bumil selalu benar" gumam Rey sambil geleng-geleng kepala melihat kelakuan bumil satu itu.
#
#
"Jadi begitu..baiklah kalian siapkan saja semua nya malam ini kita akan mengunjungi tempat itu" ujar Rey mengatakan ide nya pada orang di sebrang telefon.
"......."
"Hm..tidak perlu" jawab Rey singkat.
"........"
"Baiklah.. persiapkan dengan baik tanpa kurang satu apapun" uajr Rey tegas tanpa penolakan.
"........"
Selesai menghubungi seseorang yang entah siapa Rey kembali berkutat dengan laptop nya..dia memang masih memantau pekerjaan anak-anak nya karena dia tidak bisa lepas begitu saja pada tugas nya.
__ADS_1
Sementara itu di kamar pengantin baru tampak Ray dan Genie tengah bergelung di balik selimut tebal nan hangat nya..udara memang dingin maka dari itu Genie langsung melilitkan selimut tebal itu pada tubuh nya.
Ray awal nya bingung namun Genie menjelaskan bahwa udaranya dingin dan Genie kedinginan maka dari itu dia langsung memeluk nya tanpa di minta..Ray memberikan kehangatan pada Genie dan membuat Genie nyaman serta aman.