
Mereka tak lagi membahas mengenai Ray ataupun Genie saat ini mereka hanya sedang menikmati harta yang selama ini mereka idamkan..setelah sekian lama menanti akhirnya kini harta itu bisa mereka miliki.
"Tenang saja sayang kita nikmati dulu harta nenek dan kakek mu baru setelah itu kita utus mereka..kau hanya ingin menghajar wanita itu bukan.. tenang saja kau akan puas menghajar nya nanti" jelas Malena sangat yakin akan rencana nya.
"Baiklah mom Revya percaya bahwa mommy pasti memiliki rencana yang lebih matang lagi..lalu bagaimana dengan paman dan bibi?" tanya Revya mengenai paman dan bibi nya.
"Tenang saja sayang mommy sudah menyiapkan rencana untuk kedua orang itu..mereka sudah terlalu tamak sejak mommy memilih pergi dari sini, kini waktu nya bagi mommy menguasai seluruh harta kakek dan nenek mu" ujar Malena dengan sangat yakin bahwa rencana nya akan berhasil.
Kedua nya tersenyum namun arti senyuman kedua nya berbeda-beda..hanya mereka yang tau arti dari senyuman itu.
#
#
"Kenapa kalian belum ada yang berhasil menemukan wanita itu hah..apa saja kerja kalian?" ujar seorang pria yang tengah marah karena tak berhasil menemukan keberadaan wanita yang dia lihat di pusat perbelanjaan saat di Cebu.
"Maaf tuan..kami sudah menyisir seluruh Cebu tapi tak ada jejak nya sama sekali bahkan cctv tak ada yang menangkap gambar nya" jelas salah satu anak buah yang dia bayar.
"Dasar bodoh..keluar kalian dari sini" teriak pria itu.
Setelah kepergian semua anak buah yang dia suruh kini pria itu hanya berdiri dengan dada yang kembang kempis menahan amarah.
Pria itu mengamuk membanting semua barang-barang yang ada di rumah nya..dia benar-benar kehilangan jejak wanita yang dia lihat saat itu.
"Aku harus menemukan nya bagaimana pun cara nya.. aku yakin dia pasti akan bisa aku miliki huuh siapa yang akan menolak pesona ku..suatu saat jika kita bertemu lagi maka aku akan langsung melamar mu" ucap pria itu dengan seringai licik di bibir nya.
Pria itu masuk kedalam kamar mau dan di sambut seorang wanita yang dalam kondisi tak baik-baik saja..wanita itu terluka di seluruh tubuh nya..jalan nya pincang sudut bibir nya pun pecah bahkan terlihat darah itu masih basah.
__ADS_1
"Billy lepaskan aku..aku mohon" ujar wanita itu dengan tatapan memelas karena sangat tersiksa.
"Apa kau bilang..melepas mu hahaha jangan mimpi Hailey sayang..kau sudah menjadi istri ku jadi kau harus menuruti semua ucapan ku..kau mau orangtuamu aku bunuh hah..ingat kau adalah tahanan ku kau di sini karena orangtua mu yang menjual mu pada ku sebagai pelunas hutang ingat itu baik-baik" pria bernama Billy itu langsung mendorong wanita itu hingga terjerembab ke ranjang dan menyetubuhi nya dengan sangat kasar bak jallang.
"Lepaskan aku Billy..arghhh sakittt lepaskan aku huhuhuhu" Hailey terus memohon agar di lepaskan dengan memberontak tapi sayang tenaganya tak cukup untuk melawan Billy.
Billy memacu diri mau di atas Hailey dengan amat keras dan kasar hingga bukan desyahan yang keluar melainkan teriakan kesakitan yang terdengar.
"Aku akan melepaskan mu jika aku sudah memiliki wanita itu arghhhhhh" Billy mengerrang merasakan puncak nya dana menyemburkan semua pada rahim Hailey.
Hailey..dia hancur.. kehormatan yang dia jaga selama ini telah di renggut secara paksa oleh bajingan bernama Billy..bahkan dengan sangat kasar tak perduli teriakan kesakitan yang dia kumandangkan.
Selesai dengan urusan nya kini Billy bangkit berbahaya menuju kamar mandi untuk membilas tubuh nya dan meninggalkan Hailey begitu saja persis seperti seorang pemuas ranjang nya saja.
Bukan keinginan Hailey berada di dalam rumah itu tapi ini semua bermula dari orangtua nya yang berhutang kepada perusahaan Billy hingga tak sanggup membayar nya dan dia lah yang menjadi korban untuk penebus hutang-hutang yang orangtua nya miliki.
Dia bekerja dan tak lagi tinggal di rumah orangtua nya..dia sudah cukup lelah menghadapi tuntutan orangtua nya..dia anak yang tak di inginkan..bahkan kehadiran nya saja suatu kesalahan yang tak di sengaja.
"Lebih baik aku mati dari pada menjadi penghangat ranjang bajingan itu hiks..kalian jahat kalian tega padaku hiks" ujar Hailey merasa benar-benar sudah hancur sehancur-hancur nya.
Sudah satu Minggu dia di rumah itu tapi kegiatan nya selalu di awasi..dia tak bebas bahkan sangat terkekang bagaikan seekor binatang peliharaan yang terkurung.
#
#
"Tuan perusahaan membutuhkan anda karena besok ada pertemuan dengan kolega dari luar negeri dan ini sangat penting tidak bisa di wakilkan"
__ADS_1
Malvin.
Ray baru saja membuka ponsel nya dan membaca pesan masuk dari Malvin asisten sekaligus orang kepercayaan nya.. perusahaan atas nama Ray jadi tidak ada yang bisa mengusik nya.
Selain perusahaan itu Ray tak memperdulikan apapun..dia tak kekurangan bahkan tanpa harta dari kakek dan nenek nya..dia mampu berdiri sendiri dengan kaki kokoh nya bersama Malvin.
"Baiklah aku akan pergi ke perusahaan besok hanya untuk pertemuan itu saja sisa nya kau urus sendiri dulu karena istri ku tak bisa di tinggal..sorry Malvin aku merepotkan mu"
Ray membalas pesan singkat dari Malvin..dia tak enak sekali merepotkan Malvin tapi apa lah daya ini juga pertama kali nya untuk Genie melewati fase kehamilan dan dia sebagai seorang suami harus bisa mendampingi nya.
"Sayang besok aku ijin ke kantor sebentar ya..ada pertemuan penting yang tak bisa di wakilkan.. bagaimana hm?" uajr Ray meminta ijin pada sang pemilik tubuh yaitu Genie.
"Memang harus?" tanya Genie sedikit ragu.
"Lihat lah isi pesan Malvin" Ray menyerahkan ponsel nya pada Genie agar Genie percaya bahwa dia tidak berbohong.
Genie membaca dengan seksama kata demi kata yang tertulis di layar ponsel Ray..benar suami nya memiliki kewajiban untuk mengurus perusahaan seharus nya dia tidak begini tapi bagaimana lagi ini juga bukan kemauan diri nya, ini kemauan anak yang dia kandung.
"Baiklah tapi jangan lama-lama dan tinggalkan baju bekas mu besok pagi agar aku tak mual lagi dan cepat kembali" akhirnya Genie mengijinkan namun wajah nya sendu tak bersemangat.
Ray hanya menghela nafas nya panjang..dia berharap masa-masa seperti ini segera berlalu dia tidak bisa terus menerus berdiam di rumah karena ribuan nasib karyawan berada di tangan nya.
"Sayang apa kau mau ikut aku ke kantor besok?" tanya Ray mencoba mengembalikan senyum cantik istri nya.
"Ke kantor..apa boleh?" tanya Genie polos.
"Boleh sayang"
__ADS_1