
Ceklek.....
Pintu terbuka dan terlihat lah suasana kamar yang masih gelap dan belum ada tanda-tanda bahwa Genie bangun..ck..ck..ck..sudahlah.
"Astaga belum bangun" ujar Ray kala melihat gadis gila itu masih bergelung di balik selimut.
Ray mendekati Genie dan semakin dekat..dia dapat melihat wajah teduh nan ayu milik Genie..astaga tiba-tiba jantung nya berdebar-debar setelah memandangi wajah Genie.
"Ck..sialan ada apa dengan jantung ku ini..kenapa berdebar-debar sih..hey gadis gila kau benar-benar membuatku semakin jatuh hati pada mu" ucap Ray lirih sambil tersenyum.
Ray memilih membangun kan Genie karena kasihan juga jika Genie belum makan..dia sudah masak dan ingin menunjukkan perhatian kecil nya untuk Genie.
"Hey bangun.. Genie bangun" Ray mengguncang bahu Genie pelan agar terbangun.
Genie membuka mata nya..dia melihat Ray tengah memandangi nya dengan tatapan aneh..sialan si cabul itu menyebalkan sekali sih.
"Kenapa kau ada di kamar ku?" tanya Genie berusaha duduk namun tertahan oleh Ray yang sudah berada di atas tubuhnya dengan kaki masih di sisi ranjang sedangkan tangan nya sudah mengurung Genie.
"Menggodamu" ucap Ray dengan seringai nya yang menyebalkan dan menunjukkan bahwa dia benar-benar mesum.
"Ck..awas ishh..aku mau ke kamar mandi" kesal Genie tak boleh bangun.
__ADS_1
"Diamlah..ayo aku antar" tawar Ray berusaha mencari celah.
"Ck.. tidak usah aku masih bisa sendiri sialan" karena kesal terus di kurung akhirnya Genie melayangkan tendangan bebas nya pada perut Ray sedikit ke bawah.
Dukhhh...
"Arkhhh kau..uhh menyebalkan..aku berusaha ramah tapi kau malah menganiaya ku ck..gadis gila" kesal Ray akhirnya pergi dari kamar Genie dan menuju ruang makan.
"Ck..dia yang berulah dia juga yang marah..dasar sensi" gumam Genie mendumel tak selesai-selesai.
Ray sudah berada di ruang makan menemani Aneta..dia menahan sakit di perut nya agar Aneta tak bertanya macam-macam..dia mana bisa menjelaskan tentang situasi nya pada putrinya.
"Dad..mommy mana?" tanya Aneta mencari keberadaan Genie.
"Oh begitu..baiklah" Aneta tak bertanya lagi..dia memilih makan cemilan dulu untuk mengganjal perut nya.
"Sayang makan dulu saja.. nanti biar Daddy yang menunggu mommy" ujar Ray menyarankan.
"Tidak Daddy..tidak apa-apa..Aneta mau makan bersama kalian" ujar Aneta menjelaskan.
"Huhh baiklah..tapi tidak apa-apa kan menunggu mommy sebentar?" tanya Ray sekali lagi.
__ADS_1
"Tidak apa-apa dad"
Tak berapa lama kemudian Genie telah keluar dari kamar dan menuju meja makan..dia melihat Aneta dan Ray tengah berbicara dan sesekali tersenyum.
Genie menghangat melihat wajah bahagia mereka..dia juga ikut bahagia..astaga dia merasa memiliki keluarga nya sendiri.
"Hay guys.. maaf mommy lama" sesal Genie menyapa Ray dan Aneta.
"Tidak apa-apa mom..ayo makan" ucap Aneta mengajak Genie makan.
"Ok princess..apa kau belum makan sayang?" tanya Genie pada Aneta.
"Neta menunggu mommy dan Daddy" jawab Aneta membuat Genie mendaratkan sebuah ciuman di pipi gadis kecil itu.
"Baiklah..ayo makan..biar mommy ambilkan" ujar Genie bersemangat.
Genie melihat makanan yang tak biasa di siapkan oleh pelayan..rasa nya juga berbeda tapi enak..siapa yang memasak nya..apa chef baru.
"Siapa yang memasak semua ini Ray?" tanya Genie di sela-sela makan nya.
"Aku"
__ADS_1
"Uhukkk..uhukkk"