MY DUDA IS PERJAKA

MY DUDA IS PERJAKA
Ep 134_Tidak Tertarik


__ADS_3

Tresa tampak terdiam..dia sedikit takut melihat wajah Ray yang menyeramkan.


Ray benar-benar tengah di uji oleh sekretaris baru itu..siapa yang menyuruh nya lancang memasuki ruangan nya..jika sampai Genie memergoki nya bisa habis dia.


"Kau tak mendengar ku?" ujar Ray sekali lagi.


"Ma..maaf tuan"


"Satu lagi..siapa yang menyuruhmu lancang memasuki ruangan ku bahkan tanpa mengetuk pintu lebih dulu.. aku tak pernah mengajarkan hal tak sopan pada semua karyawan ku..tugas mu bukan lah di wilayah ku melainkan dengan Malvin asisten ku..jika lain kali kau sampai mengulangi nya lagi maka jangan salahkan aku jika kau kehilangan pekerjaan dan juga tak akan ada yang berani menerima mu dimanapun..aku tidak akan tertarik dengan bekas pakai orang lain.. keluar" ujar Ray sedikit memberi pencerahan dan peringatan.


Tresa keluar dengan wajah kesal juga takut..kesal karena niat nya ingin berkenalan dengan big


bos malah gagal dan takut karena melihat raut wajah Ray yang menyeramkan dia sedikit menciut.


Terpaksa Tresa keluar dan kembali ke meja nya..dia akan berusaha lebih keras lagi nanti.


Sementara itu Ray langsung menghubungi Malvin untuk memberikan perintah pada nya agar memindahkan sekertaris baru itu ke divisi lain atau cabang di Afrika.


Sungguh Ray jadi tak berselera lagi untuk melanjutkan pekerjaan nya.


Dia ingin pulang dan bertemu dengan mood booster nya,ya.. siapa lagi kalau bukan Genie si bumil kesayangan nya.


Ray merapikan kembali berkas-berkas tadi..dia juga sudah memisahkan antara yang penting dan segera di butuhkan dengan yang tak terlalu.


Dia mengunci ruangan nya karena takut ada yang memasuki nya tanpa ijin seperti sekertaris baru itu.


Ray menuju basement dan mengambil mobil nya..dia melajukan mobil nya menuju rumah mertua nya.


#


#


Tok....


Tok....


Tok...


"Malvin apa kau sudah selesai?" ujar Hailey mengetuk pintu kamar Malvin.


Malvin membuka pintu kamar nya dan melihat Hailey tengah berdiri di depan kamar nya.


"Sudah..apa makanan nya sudah datang?" tanya Malvin.


"Sudah..ayo makan dulu" jawab Hailey


Keduanya menuju meja makan dekat dapur.


Malvin dan Hailey duduk di kursi bersebelahan..entah lah yang penting makan dulu.


Acara makan pun berjalan lancar..kedua nya terlihat kenyang..Malvin tampak menatap Hailey.

__ADS_1


Hailey yang di tatap seperti itu menjadi salah tingkah.


"Apa ada yang salah dengan wajah ku Malvin?" tanya Hailey.


"Tidak.. istirahat lah" jawab Malvin mengalihkan kegugupan nya.


"Emm.. baiklah"


Hailey beristirahat setelah mencuci bekas makan mereka dan membereskan meja..sementara Malvin dia kembali ke kamar nya.


Malvin memilih mandi dulu karena gerah.


Cuaca sedikit panas hingga badan nya berkeringat dan lengket..dia tak suka.


Selesai dengan urusan mandi nya kini Malvin sudah berpakaian santai ala rumahan..dia keluar dan menghampiri Hailey yang baru selesai mandi juga.


"Duduk lah aku sudah memotong buah tadi" ujar Hailey menyuruh Malvin duduk.


"Hm"


Malvin duduk di sofa depan ruang tamu..dia memeriksa ponsel nya karena dia tengah melakukan tugas dari bos nya.


Ya bos nya Ray sudah memberi perintah untuk memindahkan sekertaris baru itu ke cabang di Afrika.


Malvin tak paham dengan yang terjadi karena bos nya hanya memberikan dia perintah dan dia tak banyak tanya langsung menjalankan nya.


Nama nya juga big bos.


"Ekhemm" Hailey berdehem mengalihkan perhatian Malvin.


"Kau sudah minum obat mu?" tanya Malvin menatap Hailey sekilas lalu menatap ponsel nya lagi.


"Sudah..makan lah" Hailey menjawab jujur.


"Thank you"


.


.


"Bagaimana jawaban mu..iya atau tidak?" tanya Malvin menuntut jawaban dari Hailey.


"Apa kau yakin dengan hal ini Malvin..ini bukan lah sesuatu yang bisa di mainkan?" ujar Hailey ingin memastikan sebelum menjawab.


"Aku serius dan tak main-main..yes or no?" jawab Malvin menatap Hailey serius.


"Huhh..yes" Hailey menarik nafas sebelum menjawab iya.


"Thank you Ely"


Di tempat berbeda tampak Billy tenaga mengumpat dan membuang semua barang-barang milik nya ke sembarang arah.

__ADS_1


Dia marah karena nasib Hailey malah semakin jujur setelah pergi dari rumah nya dan terlepas dari nya.


Dia tidak bisa menerima nya begitu saja..dia harus bisa mengambil Hailey lagi apapun cara nya dia harus bisa menjerat Hailey lagi.


"Arghhhhhh aku benci dengan keberuntungan mu jallang aku akan membuat mu lebih sakit jika kau berhasil ku dapatkan lagi"


Billy menghubungi seseorang yang bisa dia mintai bantuan..dia akan mengambil Hailey lagi karena melihat Hailey tampak menggoda dia tidak bisa menyia-nyiakan nya.


"Bawa mereka ke sini..jangan sampai ada yang tau" ujar nya menyeringai karena tau apa yang bisa membuat Hailey kembali.


"....."


"Hm..secepat nya"


Sambungan telepon terputus Billy tertawa karena rencana nya akan berjalan lancar tanpa halangan.


"Hahaha..sebentar lagi kau akan menjadi budak ku lagi Hailey..kau tak berhak bahagia karena aku tak mengijinkan nya hahaha"


Billy memasuki kamar lain dalam rumah nya..dia melihat wanita cantik tanpa busana tengah menatap nya lapar.


"Ayo sayang kita bersenang-senang" ujar Billy melepas semua kain yang menempel di tubuh nya.


"Tentu tuan"


Wanita itu terlentang dengan membuka kaki nya hingga tampak lah lembah berlumut yang mampu membuat Billy mabuk kepayang.


Billy tanpa aba-aba langsung bermain pada inti nya..Billy memasukan mi Lik nya kedalam lembah berlumut itu.


Billy menggerakkan ping gul nya semakin cepat hingga dia merasa akan mencapai puncak nya.


Skip traveling sendiri-sendiri ya gaes๐Ÿ˜….


"Sayang aku merindukan mu" panggil Ray sesampai nya di rumah.


"Ck..jangan mengganggu ku honey" ujar Genie tampak sedang serius menatap layar televisi di kamar nya.


"Sayang ishhh..aku kan merindukan mu..peluk sayang" Ray kesal karena tak mendapat sambutan hangat melainkan omelan.


"Ck..kau menyebalkan ishhh" Genie mencebik kesal menatap Ray.


Ray hanya nyengir lebar lalu melepas semua pakaian nya..dia akan mandi dulu sebelum melayani sang bumil.


Ray ke kamar mandi dan meninggalkan Genie yang masih asik menonton televisi..film yang dia tonton juga bukan film ku menang melainkan film kartun lucu.


Berbeda dengan wajah Genie yang serius melihat setiap adegan tokoh kartun itu..jika tokoh kartun itu tertawa maka Genie kesal karena dia merasa diri nya lah yang di tertawakan.


Tapi jika si tokoh kartun menangis maka Genie malah tertawa seolah diri nya puas dengan penderitaan si tokoh kartun itu.


"Ishhh janah menertawakan ku bodoh" ujar Genie berteriak kesal.


Sementara di dalam kamar mandi Ray menggelengkan kepalanya heran mendengar teriakan Genie.

__ADS_1


Ada-ada saja tingkah nya.


__ADS_2