MY DUDA IS PERJAKA

MY DUDA IS PERJAKA
Ep 148_Akhir Dari Revya


__ADS_3

Revya di siksa habis-habisan oleh anak buah Gian..dia tidak di biarkan bebas..itu lah ganjaran yang pantas di dapatkan oleh nya.


Sudah di besarkan dengan penuh kasih sayang namun masih saja kurang dan ingin lebih..ibarat nya di kasih hati minta jantung..ya begitu lah ibarat yang tepat untuk sifat Revya.


"Arkhhhhhhh sakitttttt..ampun arkhhhhhhh" teriak Revya merasakan sakit di tubuh nya.


"Tiada ampun untuk manusia seperti mu..lanjutkan dan selesai kan aku akan kembali" titah Ray pada anak buah kakak ipar nya Gian.


"Baik tuan" jawab anak buah Gian bersamaan.


Malvin dan Ray kembali ke rumah masing-masing..Malvin kembali ke rumah nya sedangkan Ray dia menuju toko kue sebentar entah lah tiba-tiba dia ingin makan kue.


"Apa ngidam nya berpindah padaku ya..ck tidak apa-apa asakan mereka sehat-sehat saja" ujar Ray terkekeh.


Ray membeli kue untuk nya karena dia sangat ingin memakan kue itu..liur nya hampir menetes saat melihat kue menggemaskan itu di pajang di etalase.


"Seperti nya nikmat" ujar nya membatin.


Ray pun memilih dan membungkus kue itu agar dia bisa menikmati nya dengan Genie juga.. tiba-tiba dia sangat merindukan istri nya itu.


Sampailah Ray di rumah dia keluar dengan menenteng sebuah paper bag berisi kue yang dia inginkan.


"Sayanggg" panggil Ray saat melihat sang istri tengah duduk di sofa dengan kedua mertuanya.


"Mom,dad" sapa Ray setelah mengecup kening dan perut Genie.


Laura dan Rey hanya membalas sapaan Ray dengan senyuman nya.


"Kau sudah pulang honey" Genie hendak bangkit namun di tahan oleh Ray karena dia tidak mau posisi nyaman Genie berubah.


"Biar aku yang ke sana sayang..jangan bergerak" ujar Ray menghalau Genie yang ingin bangkit.


"Astaga by kita ke kamar saja biarkan mereka menikmati waktu nya" ujar Laura mengajak Rey ke kamar dan meninggalkan Genie dan Ray.


"Kau benar baby..ayo" jawab Rey membenarkan ucapan istri nya.


Setelah kepergian Rey dan Laura kini Ray memulai bermanjay di dada Genie yang semakin bertambah volume nya.


Ray suka gemas dengan dada itu.


Dia suka dengan ukuran dada Genie yang semakin empuk saja jika untuk bersandar dan bermain-main.


"Sayang aku bawa kue..kita makan sama-sama ya" ujar Ray menunjukkan barang bawaan nya.

__ADS_1


"Iya" jawab Genie mengiyakan saja sambil mengelus surai Ray.


"Ayo makan..sebentar aku ambil piring dan sendok nya dulu..jangan kemana-mana" ujar Ray bergegas mengambil piring dan sendok juga berpesan agar Genie tidak melakukan apa-apa.


"Iyaa honey..ck lebay sekali sih dia" jawab Genie menggerutu akan sikap Ray yang bagi nya terlalu over tapi dia suka.


Genie duduk dengan tenang sambil menikmati tontonan nya..Ray mengambil piring dan sendok juga jus jeruk dan susu untuk mereka..entah lah suami nya seperti nya sedang dalam mood yang baik.


Biasa nya dia yang akan mood-mood'an tapi entah kali ini Ray yang sedang mengalami nya..tidak apa-apa dia jadi bebas tidak terlalu sensitif jika ada kesalahan atau sesuatu yang tidak dia sukai.


#


#


"Sayang aku pulang" panggil Malvin mencari keberadaan istri nya.


Malvin meletakkan jasnya di sandaran sofa dan juga tas nya kemudian dia berjalan ke kamar dan benar saja ketika dia membuka pintu kamar nya tampak istri cantik nya tengah terlelap.


"Cantik sekali sih..cups" ujar Malvin mengecup kening Hailey.


Malvin menuju kamar mandi untuk membersihkan diri..dia cukup kegerahan hari ini lelah juga mungkin efek tidak bekerja selama masa cuti.


Selesai dengan mandi nya kini Malvin ikut berbaring dengan mengelus perut Hailey yang masih rata..anak nya itu masih berbentuk gumpalan darah atau embrio mungkin.


Malvin memeluk Hailey yang masih terlelap dengan damai nya..dia gemas ingin sekali dia mencubit itu pipi tapi tidak berani karena takut menggangu istri nya yang sedang tidur.


"Sayang nya Daddy sehat-sehat ya nak di sana Daddy tidak sabar menunggu kehadiran mu di dunia ini..Daddy love you anakku" ujar Malvin mengecup perut Hailey.


#


#


"Kenapa sampai sekarang kalian bahkan belum mendapatkan alamat si brengsek itu..apa saja kerja kalian hah?" bentak Billy frustasi karena alamat rumah Malvin dan Hailey tidak berhasil di temukan.


"Maaf tuan"


Billy tampak terdiam tak menanggapi ucapan orang suruhan nya..dia bisa saja menembak semua orang-orang itu tapi dia masih butuh bantuan nya.


Dia tak bergeming hanya diam meredam emosi nya..sudah beberapa hari dia selalu teringat akan penampilan Hailey yang lebih segar dan juga semakin cantik.


"Keluar kalian semua" ujar Billy mengusir anak buah nya.


Setelah kepergian orang suruhan nya Billy mengamuk dan membanting semua barang yang ada di sana.

__ADS_1


Billy tidak terima akan kemenangan Malvin dan juga kebebasan Hailey yang dengan mudah nya.


"Arkhhhhhhh aku benci kekalahan..arghhhhhh" teriak Billy tidak menerima kenyataan nya.


Setelah puas dengan semua barang-barang yang hancur kini Billy tampak menuju kamar mandi untuk membersihkan dan menenangkan diri.


"Aku akan mendapatkan mu kembali Hailey..ya aku akan mendapatkan mu kembali" ujar Billy tersenyum misterius mendapatkan ide dari otak licik nya.


#


#


"Tugas selesai tuan" ujar anak buah Gian memberi tau pada Ray.


"Bagus" balas Ray datar dengan wajah nya yang tak banyak kata yang bertele-tele.


"Baik tuan"


Setelah mendapatkan laporan dari anak buah Gian mengenai Revya,Ray tersenyum karena pokok masalah sudah lenyap.


"Semoga setelah ini tidak ada lagi yang akan mengganggu ketenangan ku" ujar Ray membatin.


Ray kembali ke kamar Genie karena hari ini dia tidak kembali bekerja..Ray hanya ingin menemani Genie di rumah sambil menunggu kabar akhir dari Revya.


Ray melihat sang istri tengah terlelap setelah percintaan mereka tadi..dia suka Genie yang agresif dan cenderung lebih menggigit dalam gaya bercinta tadi.


"Seperti nya dia memang sedang naik libido nya.. aku suka kau yang begini sayang..I love you Genie,I love you my dear" ujar Ray mengecup kening dan perut Genie.


Ray ikut terlelap karena hari semakin gelap dan dia juga mengantuk setelah tenaga nya banyak terkuras untuk melayani nafesu Genie juga pekerjaan nya.


#


#


"Sayang aku keluar sebentar ya?" ujar Malvin pamit keluar sebentar.


"Mau kemana?" tanya Hailey.


"Ke supermarket sebentar sayang..ada yang harus aku beli" jelas Malvin mengecup kening Hailey.


"Bolehkah aku ikut sayang?" tanya Hailey berharap di ijinkan.


"Hmm baiklah ayo" Malvin mengijinkan.

__ADS_1


__ADS_2