MY DUDA IS PERJAKA

MY DUDA IS PERJAKA
Ep 101_Masih Bermain Cantik


__ADS_3

"Lain kali jika dia datang lagi jangan biarkan dia menginap..seharus nya kau tak biarkan dia menginap kemarin..ck.. untung saja masalah ini tidak sampai terdengar oleh keluarga Genie kalau tidak habis lah kita kau tau sendiri kan bagaimana tuan Rey?" ujar ayah Ray mengingatkan istri nya agar lebih teliti lagi kedepan nya.


"Iya maafkan aku suamiku..aku tidak tau kalau Ray dan Genie akan pulang kemarin..aku juga sudah bilang pada nya bahwa kamar Ray tidak ada yang boleh masuk karena Ray sudah memiliki istri..tapi dia malah tak mendengarkan ku" jelas maka Ray membela diri.


"Ck.. sudah lah lain kali harapan pikir baik-baik" pesan papah Ray pada sang Istri.


"Iya suami ku..maafkan aku" ujar mamah Ray meminta maaf karena telah lalai.


Sementara itu di kamar Ray dan Genie masih terdiam lebih tepat nya Genie yang hanya diam tak menanggapi Ray sama sekali.


Tiba-tiba mood nya menjadi buruk..entah padahal dia awal nya hanya ingin menunjukkan bahwa dia lah pemenang nya pada si Revya atau si rafia itu tapi tiba-tiba dia malah jadi kesal sendiri.


Sekarang dia bahkan tak ingin melihat wajah Ray..ck emosi nya benar-benar membuat nya jadi kehilangan akal sehat nya.


"Pergi lah aku tak ingin melihat wajah mu" ujar Genie terus terang.


Ray..dia melongo mendengar ucapan Genie barusan..apa dia bilang tidak ingin melihat wajah nya..apakah dia sedang bermimpi atau apa..ya tuhan ternyata masih ada buntut nya.


"Sayang..sayang maafkan aku..kau boleh menghajar ku,kau boleh memaki ku tapi jangan minta aku menjauh darimu pleaseee..sayang ku mohon" ujar Ray memelas agar Genie merubah keputusan nya.


"Ck.. aku tidak sedang dalam mood yang bagus Ray..pergi atau aku pulang ke rumah Daddy" ujar Genie dengan wajah serius nya di sertai sedikit ancaman.


"Sayanggg.. pelase" Ray masih kekeh agar Genie merubah keputusan nya.


Genie tampak berdecak kesal..dia benar-benar tak ingin melihat wajah Ray untuk saat ini..arghhh mood nya benar-benar kacau karena si rafia itu.

__ADS_1


Akhir nya Genie memutuskan untuk naik ke atas ranjang dan merebahkan tubuh nya di atas kasur..dia jadi ngantuk lagi..lebih baik tidur dari pada melihat wajah Ray..dia benar-benar sedang tidak ingin melihat wajah Ray..oh god dia ingin mengamplas wajah suami nya agar menjadi wajah yang baru.


'Astaga otak mu Genie' batin Genie.


"Sayang..maaf sayang..jangan marah..sayang..Genie" Ray mencoba membujuk Genie agar tak marah lagi dengan nya.


Ck kalau Ray yang berada di posisi Genie pun dia akan melakukan hal yang sama seperti yang Genie lakukan..ah dia tak suka di acuhkan oleh istri nya, tapi jika dia mengganggu maka dia juga yang kena omel.


"Ck sialan wanita itu..ini semua gara-gara dia..awas saja jika aku masih melihat nya di sekitar ku akan aku cabik-cabik dia" Ray membatin merencanakan untuk membalas dendam atas kemarahan Genie pada nya..lihat saja nanti.


Skip......


"Huhhh setidak nya aku masih ada tempat untuk tidur daripada di hotel lebih baik di villa ini..huhh sabar Revya sebentar lagi jika mommy sudah ke sini maka wanita sialan itu akan menanggung akibat nya" ujar Revya yang saat ini tengah berada di kamar mau dan memandangi pemandangan di balik jendela.


Dia sudah berkirim pesan pada sang mommy bahwa dia sudah ada di villa keluarga Ray..mommy nya hanya berpesan agar Revya hati-hati dan jangan keluyuran.


Lain Revya lain juga seorang pria yang tengah menatap hamparan gedung-gedung tinggi di depan jendela apartemen nya..ada ruang kosong dalam diri nya yang belum terisi oleh apa yang seharus nya mengisi nya.


Dia kaya meski tak sebanding dengan keluarga Wilson maupun keluarga besan-besan nya tapi setidak nya dia masih bisa menghidupi dirinya dan calon pendamping nya kelak sampai keturunan nya.


"Apa wanita itu bisa aku dapatkan atau aku harus melepaskan nya begitu saja.. ah sialan" ujar pria itu bertanya-tanya pada diri nya sendiri.


Di saat dia tengah kebingungan mencari jawaban dari arah belakang tubuh nya di peluk oleh seseorang..dia membalas pelukan nya dengan mengusap tangan si pemeluk.


"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya si pemeluk menggeser posisi agar berada di hadapan pria itu.

__ADS_1


"Hanya memandang gedung-gedung itu" jawab si pria singkat tak mau menambah masalah.


"Benarkah..baiklah..sayang apa kau tak mau bermain dengan ku?" tanya si pemeluk pada pria itu masih dengan mengusap dada bidang pria itu.


"Tentu saja aku mau bermain dengan mu tapi kau harus melayani ku agar aku bisa puas" ujar pria itu kemudian menarik wanita itu hingga ke tempat tidur.


"Aku selalu siap memuaskan mu sayang" ujar si wanita dengan tak perduli nya mengusap yang berada di balik celana nya.


Dan mereka pun melakukan kegiatan olahraga khusus yang dapat membuat stamina kembali full.


Begitu juga dengan Genie dan Ray..mereka kini sudah berbaikan tentu saja masalah apapun pasti akan selesai jika di atas ranjang.


"Sayang apa kau mau makan sesuatu?" tanya Ray mengusap punggung polos Genie.


"Hm..aku sangat lapar.. masakan nasi goreng untuk ku honey aku benar-benar menginginkan nya" ujar Genie penuh harap.


"Baiklah..tunggu di sini dan jangan kemana-mana" pesan Ray pada Genie yang di angguki oleh Genie.


Ray keluar dari kamar dan menuju meja makan dia mau membuat kan Genie makan.. istri nya itu meski sedang marah tapi tetap manja dan tak pernah malu-malu dan ini lah yang membuat nya semakin mencintai nya.


"Ray.. bagaimana Genie..apa dia marah?" tanya mamah Ray menghampiri anak nya.


"Tadi sempat marah dan tak mau melihat ku tapi akhirnya dia berhasil ku bujuk..lain kali jangan biarkan hal seperti ini terjadi lagi mom atau aku benar-benar akan meninggalkan rumah ini" ujar Ray mengambil nasi dan menuju dapur serta memberikan peringatan pada sang ibu.


"Iya Ray maafkan mommy" balas ibu Ray yang merasa bersalah.

__ADS_1


Ray tak menanggapi ucapan ibu nya dia memilih ke dapur untuk membuatkan pesanan sang istri..bagi Ray ibu nya kadang memang perlu di beri peringatan agar berfikir secara luas lagi.


__ADS_2