
"Kita mau kemana honey?" tanya Genie yang saat ini telah berada di pesawat pribadi milik Ray.
"Kita akan ke Cebu Filipina sayang..kau suka atau mau beralih tujuan?" ujar raya menjelaskan.
"Aku suka honey..jika ke Maldives sudah sering dan pasaran untuk honeymoon..aku ingin suasana berbeda" ujar Genie mengutarakan keinginan nya.
"Baiklah aku akan membuat suasana bulan madu kita berbeda sayang..tunggulah" ujar Ray tersenyum misterius melihat Genie.
"Ck..senyum mu menyebalkan sekali honey" ujar Genie kesal melihat senyum Ray yang tak jauh dari otak nya saat ini.
"Hey memang senyum ku kenapa sayang..aku hanya tersenyum saja kan hahahaha" ujar Ray mengecup bibir Genie dan menanggapi ucapan Genie dengan santai.
"Sudah lah terserah kau saja..aku lelah dan ingin tidur..jangan mengganggu ku" Genie memilih beristirahat di kamar pribadi dalam pesawat milik Ray.
"Aku temani sayang..kau seperti nya butuh pijatan..aku bisa loh memijat mu bahkan lebih dari pijatan biasa" ujar Ray menyusul Genie ke dalam kamar.
"Ck..mulut mu tuan cabul..bisakah jauhkan dulu otak cabul mu itu sampai kita tiba di resort?" ujar Genie kesal karena Ray tak pernah menyaring kata-kata nya.
"Hahah..sudah ayo tidur dulu.. perjalanan nya masih ada beberapa jam lagi..aku akan menyimpan nya untuk di sana.. tenang saja" Ray menarik Genie ke atas ranjang dan memeluk nya.
Ranjang di kabin itu cukup untuk dua orang dan untuk membuat Ray semakin leluasa untuk bergerak melakukan apapun yang dia mau.
Dia memang memiliki setidak nya 1 pesawat pribadi,1 jet pribadi,serta 1 helikopter pribadi..dia belum sekaya keluarga Genie yang memiliki bandara pribadi.
Meski begitu Ray juga bisa di bilang sebagai billionaire meski kelas nya jauh di bawah keluarga Wilson..jika keluarga Wilson memiliki rumah di mana-mana maka Ray hanya memiliki beberapa rumah di daerah atau negara tertentu.
Jika keluarga Wilson memiliki resort dimana-mana maka dia hanya memiliki 2 resort yang bisa di bilang tak terlalu besar dan luas..itu dia bangun dari hasil jerih payah nya sendiri tanpa bantuan orang tua nya.
Ray benar-benar memulai semua usaha nya dari bawah bersama Malvin..dia hanya ingin memiliki segala nya sendiri dan hidup bebas tanpa kekangan dan aturan atau pun paksaan dari orang tua nya.
Dia benar-benar mantap hidup mandiri dan mulai membangun usaha nya sendiri dari bawah hingga bisa membuka setidak nya 5 cabang perusahaan yang dia pimpin saat ini yang berpusat di negara X.
__ADS_1
Skip......
"Sayang bangun kita sudah sampai di Cebu" Ray membangunkan Genie yang masih terlelap karena sebentar lagi pesawat akan landing.
"Sayang bangun hey..ayo sayang kita sudah sampai di bandara" Ray lagi dan lagi membangun kan Genie yang masih asik di dunia mimpi nya.
Tak berapa lama kemudian Genie menggeliat kala merasakan tengkuk nya di jil ati oleh sesuatu yang basah..dia membuka mata nya dan melihat sekeliling..ah benar dia di pesawat..astaga apa sudah sampai.
"Kita sudah sampai honey?" tanya Genie dengan suara serak khas bangun tidur.
"Iya sayang kita sudah sampai..ayo bangun kita turun pesawat nya sudah mendarat" ujar raya mengajak Genie turun.
"Hm.. baiklah"
Genie dan Ray turun dari pesawat sedangkan barang-barang mereka sudah di bawa ke resort terlebih dahulu agar Ray dan Genie tak perlu repot-repot lagi menenteng nya.
"Mobil sayang..di depan surga terparkir" jelas Ray memberi tahu.
"Mobil.. baiklah..apa ada supir nya?" tanya Genie sekali lagi.
"Tidak ada sayang.. aku supir khusus untuk mu..mobil itu sudah aku beli untuk kendaraan kita selama di sini..kau tak keberatan bukan?" tanya Ray menjelaskan.
"Tidak apa-apa.. baiklah aku malah semakin nyaman saja" ujar Genie mengutarakan.
"Bagus lah kalau begitu"
Mereka menuju tempat parkir khusus mobil milik Ray..dua mengambil kunci nya dari petugas khusus yang menjaga mobil itu agar tak lecet atau pun rusak.
Sampailah Ray dan Genie di tempat mobil itu berada..sebuah mobil Porsche berwarna putih siap melesak membelah jalanan di kota Cebu.
__ADS_1
"Silahkan tuan,nona" ujar si penjaga mobil itu menyerahkan kunci nya.
"Terimakasih" balas Ray di sertai Genie yang hanya tersenyum dan mengangguk.
Kedua nya masuk kedalam mobil dan mulai melesak menuju resort..selama di perjalanan Genie tertidur karena dia benar-benar lelah..Ray tidak masalah.. dia ingin Genie menyimpan tenaga nya sampai nanti di kamar karena dia ingin langsung menghajar Genie saat itu juga.
Berbulan-bulan lama nya dia menahan agar tak menghajar Genie di ranjang kini akhirnya Ray bisa leluasa menghajar nya sampai puas..tak ada kah gangguan atau halangan kini dia bebas karena sepenuh nya Genie adalah milik nya.
"Tidur lah sayang karena nanti di kamar aku tak akan mengampuni mu" Ray bergumam menatap Genie yang terlelap di samping nya dengan senyuman nakal nya.
Ray bahagia dan tidak menyangka bahwa kini dia adalah seorang suami dari gadis gila yang sering menganiaya nya jika mereka bertemu..semua bermula dari salah paham yang membuat nya harus menerima tendangan mematikan di masa depan nya dan terus menjalar pada pertemuan-pertemuan berikut nya yang mereka sendiri tak tahu.
Sejak pertama bertemu Ray benar-benar merasakan sesuatu yang beda dari Genie.. tidak seperti kebanyakan perempuan yang berusaha mendekati nya..Genie benar-benar lain dari yang lain dia memiliki semacam magnet yang dapat menarik nya agar semakin dalam masuk ke pesona nya.
"Aku sangat mencintaimu Genie..sangat mencintaimu" ujar Ray dalam hati sambil mengecupi tangan Genie yang dia genggam.
Tak berapa lama kemudian Ray telah sampai di resort..dia berhenti di depan pintu masuk villa yang dia sewa setelah nya dia keluar dan menyerahkan kunci nya pada petugas parkir agar memarkir kan mobil nya sementara dia membawa Genie dalam gendongan nya.
"Terimakasih" ucap Ray berterimakasih pada petugas itu kemudian masuk kedalam dan di sambut beberapa pelayan yang akan melayani Genie dan dia selama di resort itu.
"Selamat datang tuan" sambut para pelayan itu pelan karena melihat Genie tengah terlelap.
Ray tak menjawab tapi dia mengangguk dan melangkah menuju kamar nya..resort itu cukup besar dia memilih sebuah villa yang akan menjadi tempat nya dan Genie memadu kasih di sana.
"Kita sudah sampai honey?" tanya Genie ketika merasakan sebuah sentuhan kasur empuk di tubuh nya.
"Hm..mandilah lalu makan malam" ujar Ray agar Genie mandi dulu sebelum makan malam.
Genie terlihat memandangi sekitar nya..kamar..wah dia kagum dengan Ray yang benar-benar menyiapkan segala nya dengan rinci.
__ADS_1
"Thank you honey..you are the best husband ever" ujar genie berterimakasih.