MY DUDA IS PERJAKA

MY DUDA IS PERJAKA
Ep 156_Happy Ending


__ADS_3

Genie dan Ray kini tengah menyambut kelahiran anak pertama mereka yang akan mereka beri nama Quinza Veronica Cartwright.



Sumber: Google


Nama itu telah Ray siapkan jauh-jauh hari sebelum ada kejadian hari ini..dia sangat menantikan hari dimana anak nya lahir.


Ray tengah menimang anak nya..dia kagum dengan kesempurnaan yang anak nya miliki meski yang pasti sempurna hanya lah sang pencipta tetapi tetap saja bagi Ray anak nya itu sudah sempurna.


"Princess ini Daddy..bangun dong..Daddy belum main sama kamu loh..cups..cups" ujar rya mengusik tidur anak nya.


"Honey jangan di ganggu ishh..kasihan dia" Genie memperingati Ray agar tak mengganggu anak nya yang masih terlelap.


"Haha maaf sayang..aku gemas sekali dengan princess ku ini..dia mirip Daddy nya sayang iya kan princess kamu cuma numpang di rahim mommy ya kan" ujar Ray membanggakan dirinya yang mirip anak nya.


Genie cemberut kesal..dia tidak terima karena dia yang mengandung tapi dia tidak kebagian apapun malah suami nya yang kebagian semua bagian dari anak nya.


Ini tidak adil.


"Sudah lah kau menyebalkan" ujar Genie kesal.


"Hey jangan marah..kita bisa membuat yang seperti ini lagi.. bagaimana" ujar Ray menggoda Genie.


Genie diam namun mata mau melotot mendengar ucapan Ray barusan..dia saja bagi melahirkan suami nya itu malah sudah berfikir untuk membuat adonan lagi.


Dasar duda cabul.


#


#


"Sayang aku mau melihat anak bos mu" rengek Hailey yang sudah ingin melihat nak Ray dan Genie.


"Sabar sayang..ganti dulu baju nya masa pakai daster ke rumah sakit nya" ujar Malvin yang tengah menyelesaikan sedikit pekerjaan nya.


"Baiklah tapi setelah aku ganti baju kita ke rumah sakit ya?" tuntut Hailey pada Malvin agar menuruti keinginan nya.


"Iya sayang..aku janji" Malvin pasrah dan berjanji dia juga ingin melihat anak bos nya itu.


*


*


"Selamat tuan,nona..baby sangat cantik" ujar Malvin memberi selamat pada Ray dan Genie.


"Terimakasih Malvin..kau juga sebentar lagi akan memiliki nya" balas Ray.


"Haha anda benar tuan..3 bulan lagi saya juga memiliki mainan seperti ini" ujar Malvin tertawa.


Ray dan Malvin masih asik mengobrol kadang masalah pekerjaan kadang juga masalah pria yang tak jauh dari ranjang.


Sedangkan para wanita mereka tengah membahas mengenai perkembangan anak serta memberikan semangat satu sama lain.


Kau harus bisa menjaga kesehatan mu agar kau bisa melahirkan anak mu dengan lancar..andai saja tidak ada kejadian seperti ini mungkin aku sudah melahirkan dengan normal..ck ini semua karena wanita gila yang benar-benar terobsesi dengan suamiku..dia mendorongku tanpa aba-aba hingga aku akhirnya jatuh tapi syukurlah aku masih sempat menahan perut ku agar tak terbentur jika tidak aku tidak tau apa yang akan terjadi dengan kami setelah nya" ujar Genie menceritakan tentang kejadian tadi siang.


"Yang sabar ya..semoga tahun depan kau dan tuan Ray bisa memiliki anak lagi dan bisa melahirkan dengan normal..aku juga berniat untuk melahirkan dengan normal..kau tau aku pernah kehilangan anak ku yang bahkan baru berusia 4 mingguan di rahimku..saat itu aku benar-benar hancur karena aku mengandung anak laki-laki bajingan..dia juga yang telah mencekokiku dengan obat penggugur kandungan..dia tega membunuh anak nya sendiri hanya demi nafsu nya..beruntung sekarang aku bertemu dengan suami ku yang amat sangat menyayangi ku" ujar Hailey menceritakan kisah kelam nya saat sebelum bertemu Malvin.


"Kita sama hanya saja kau kehilangan anak kandung mu sedangkan aku anak angkat ah sudah lah jangan di bahas lagi dia sudah tenang di sana"Genie menyudahi sesi cerita nya dan memilih untuk fokus pada anak nya.


Begitupun dengan Hailey..dia juga fokus pada persalinan dan kesehatan nya kelak saat akan melahirkan.


Dia sudah mempersiapkan diri untuk melahirkan secara normal namun jika tidak memungkinkan dia tidak akan membantah karena Malvin tau yang sebaik untuk mereka.


.


.


3 Bulan berlalu begitu cepat..tak terasa hari ini adalah hari yang Malvin dan Hailey nantikan..ya hari ini Hailey akan melahirkan,sejak pagi tadi perut Hailey melilit dan kini dia dan Malvin sudah berada di rumah sakit.


Malvin selalu menemani Hailey dan juga berbagi rasa sakit saat kontraksi datang.


"Bukaan nya sudah lengkap tuan..kita bisa mulai proses nya sekarang..sus siapkan semua nya" ujar si dokter.


Malvin hanya mengangguk sebagai jawaban..dia tidak bisa berkata-kata lagi..momen ini dimana dia menemani istri nya melahirkan adalah momen yang paling menegangkan bagi nya.


Beberapa saat kemudian seorang bayi laki-laki yang tampan telah lahir ke dunia..Malvin berkaca-kaca melihat tubuh mungil nan rapuh anak nya.


"Terimakasih sayang.. terimakasih atas segala nya..aku mencintaimu Hailey" ujar Malvin.

__ADS_1


Dominic Eimer Hollands.



Hailey hanya tersenyum karena dia tak ada tenaga lagi untuk membalas ucapan Malvin..dia benar-benar merasakan sensasi luar biasa sebagai ibu yang sesungguhnya, sebagai wanita sempurna yang mampu menahan segala rasa sakit di raga nya hanya demi anak nya.


#


#


5 tahun kemudian......


"Mommyyy" panggil seorang anak perempuan cantik berlari menghampiri sang ibu.



"Hay princess.. bagaimana acara nya?" tanya Genie pada Quinza putri sulung nya.


"Acara nya bagus mom..tapi Quin kesel sama Daddy" ujar Quinza menceritakan.


"Why?" tanya Genie.


"Ck..Daddy melarang Quin supaya Quin nggak main perosotan kata nya takut jatuh nanti luka padahal kan Quin udah biasa main perosotan" Quin menceritakan kekesalan nya terhadap Ray.


"Hey hayo ngomongin Daddy ya..pasti ngadu sama mommy" ledek Ray pada putri sulung nya.


"Ck Daddyyyyy"


"Sudah dad..kasihan princess"


Mereka duduk di sofa ruang keluarga tak lama kemudian datang lah Laura dengan dan Rey menggandeng dua bocah laki-laki menggemaskan.


"Mommy" panggil dua bocah itu ketika melihat Genie dengan kakak nya.



"Hay my boy's oh God kalian menggemaskan sekali..di apapun sama grandam?" panggil Genie memeluk dan mencium dua anak laki-laki nya.


"Hey boy's sini peluk Daddy..give me a kiss pleaseee" ujar Ray meminta ciuman dan pelukan dari kedua putranya.


"Enrich, Ernest apa kalian sudah mandi?" tanya Genie memicing menatap intens kedua putra nya.


"Really..kalian tidak bohong kan..coba sini mommy cium dulu" ujar Genie menangkap kedua putra nya.


Ray..dia bahagia sekali melihat ketiga anak nya tumbuh dengan baik dan juga cerdas.. Quinza sikap nya seperti Genie bar-bar tapi penyayang sedangkan kedua putra nya Enrich dan Ernest entah mirip siapa karena kedua bocah tampan itu sangat jahil pada seluruh anggota keluarga.


Kebahagiaan yang Ray miliki hari ini tak lepas dari banyak nya cobaan,duka dan air mata,tawa dan tangis yang mengiringi.


"Aneta sayang lihat lah adik-adik mu sudah besar..mommy dan Daddy sudah bahagia kami harap kau juga selalu bahagia dan melihat betapa kami bahagia karena mu nak..terus jaga kami sana ya nak..kami mencintai mu Aneta" batin Ray membagi kebahagiaan nya pada putri sulung nya Aneta yang telah berpulang.


...********..TAMAT..********...


MAAF GAES CERITA INI AUTHOR TAMATKAN KARENA UDAH NGGAK ADA BAHAN LAGI..MEREKA UDAH BAHAGIA SETELAH BADAI MENERJANG.


MAAF JANGAN KECEWA KARENA AUTHOR AKAN PUBLISH KARYA BARU.


MY PSYCHOPATH LOVE (NELSY DAN MARK).



Cuplikan ep 1 MPL.


"Tolooooongggggg.. tolooooongggggg"


Teriakan minta tolong seseorang yang terdengar hanya sayup-sayup di telinga seorang pria yang saat ini tengah berada di dalam mobil nya..ya pria itu hanya diam meski sayup-sayup dia mendengar teriakan seseorang.


"Arkhhh kenapa harus ada gangguan sih ck..merusak mood ku" ujar nya sambil membuang ponsel nya ke samping kursi pengemudi.


Sementara itu seorang wanita cantik yang usianya sekitar 25 tahunan kini tengah berlari..tak ada lagi alas kaki tak ada lagi pakaian rapih..pakaian nya sudah tak berbentuk lagi setelah berusaha melawan 3 pria kurang ajar yang mencoba melecehkan nya.


"Tolooooongggggg" wanita itu terus berteriak meski keadaan jalanan sangat sepi.


Sampailah dia melihat sebuah mobil yang terparkir di tepi jalan..tanpa pikir panjang lagi dia mendekati mobil itu namun belum sampai dia di samping pintu,3 pria bajingan itu sudah menjegal tangan nya dan menyentak kasar hingga wanita itu terjatuh dengan dahi nya yang menghantam aspal keras jalanan.


"Arkhhhhhhh..ssshh" teriak nya merasakan sakit yang teramat di kepala nya.


"Mau kemana kau cantik..kau sudah membuat kami kewalahan dan kini saat nya kau bertanggung jawab untuk itu..bawa gadis ini kita nikmati ramai-ramai" ujar salah seorang pria yang menjatuhkan wanita itu.


Tanpa mereka sadari di belakang mereka sudah berdiri seorang pria yang aura nya tak main-main..dia hanya melihat sekilas pada gadis yang saat ini tak sadarkan diri karena kepala nya membentur aspal keras itu.

__ADS_1


Pria itu hanya membawa sebuah belati berukuran kecil namun ketajaman nya tak bisa di ragukan lagi..pisau itu teramat tajam karena entah sudah berapa nyawa yang dia ambil menggunakan pisau kecil nya itu.


"Apa kalian sudah bermain-main nya?" tanya pria itu dengan tatapan malas nya.


Ketiga bajingan itu menoleh ke belakang dan terkejut melihat seorang pria muda tengah menatap mereka dengan wajah malas bahkan kesan nya enggan meladeni mereka.


"Kau..siapa kau hah..jangan ikut campur dan pergilah" ujar salah seorang pria bertubuh tambun dengan berkacak pinggang di depan pria muda itu.


"Aku.. hoamm aku hanya orang lewat..kalian?" jawab pria itu malas.


"Lebih baik kau pergi..kalian berdua bawa wanita itu ke tempat biasa..kita akan pesta di sana" titah pria tambun itu pada kedua rekan nya.


"Siap" jawab kedua rekan nya hendak menyentuh tubuh wanita itu namun sepersekian detik berikut nya kedua nya sudah tak bernyawa lagi.


"Arkhhh" teriakan kedua rekan pria tambun memekik karena leher kedunya sudah tersayat amat dalam oleh pisau kecil nan tajam pria muda itu.


"Kau..apa yang kau lakukan hah?" ujar pria tambun itu geram melihat kedua rekan nya di bunuh dengan begitu cepat nya.


"Yang aku lakukan..tidak ada..apa kau mau mencoba seperti mereka..rasa nya pasti menyenangkan" ujar pria muda itu menyeringai dan sedetik kemudian nyawa pria tambun itu pun raib.


Pria muda itu tak berhenti untuk menyayat mati ketiga pria bajingan itu,namun dia masih asik dengan mengiris kulit mereka dan juga memotong jari-jari mereka..pria muda itu tak puas hanya dengan melihat darah yang menurut nya sedikit dia baru akan puas jika darah korban nya memenuhi baju juga tubuh nya.


Setelah puas pria muda itu melirik pada gadis yang masih tak sadarkan diri itu..dia melihat darah di kening gadis itu entah lah dia jadi tak tega melihat nya dan dia akhirnya memutuskan untuk membawa gadis itu ke rumah pribadi nya.


"Ck.. merepotkan saja" ujar nya sambil mengangkat tubuh gadis itu.


Mark Andrevis Ranvin..pria yang sebenarnya baik hati itu tampak biasa saja jika di hanya sekilas kita melihat nya namun di balik itu semua ada luka menganga di hati nya yang sudah bertahun-tahun lamanya dia coba tutup.


Dia bisa menjelma menjadi psychopath jika ada yang mengusik hati nya namun dia juga bisa menjadi pria hangat jika menemukan sumber kehangatan nya.


Sampailah Mark di kediaman nya..dia turun dari mobil nya dan berjalan menuju sisi lain mobil nya..dia membuka pintu mobil nya dan mengangkat tubuh gadis yang dia bantu tadi..tampak tubuh gadis itu dingin apa gadis itu mati..tapi rasa nya tidak mungkin.


"Kau tak mati kan..jangan mati dulu karena kau harus berterimakasih kepada ku" ujar Mark membawa gadis itu ke kamar nya.


Mark membaringkan gadis itu di ranjang milik nya..setelah nya dia mengganti pakaian nya setelah membersihkan diri dan menyuruh pelayan untuk mengganti kan pakaian gadis itu.


Selesai dengan urusan mandi nya Mark keluar dari kamar mandi dengan sudah berpakaian rapih..dia melihat ke arah gadis itu dengan tatapan datar nya..sudah berganti pakaian rupa nya bagus lah.


"Harus ku apakan kau gadis bodoh..aku tidak mengenal mu bahkan aku saja seorang diri selama ini lalu harus ku apakan kau sekarang gadis bodoh huhhh merepotkan saja" ujar nya sambil memandang wajah gadis itu.


Mark duduk di sofa kamar nya..dia tak tau harus apa sekarang.. merawat gadis itu cih dia saja hidup seorang diri sejak remaja lalu bagaimana bisa dia merawat gadis yang tidak tau entah dari mana asal usul nya.


Tok...


Tok...


Tok...


Mark berjalan menuju pintu kamar nya..dia membuka pintu nya dan melihat salah seorang pelayan nya tengah berdiri dengan menundukkan kepalanya.


"Tuan ada dokter Benny di ruang tamu" ujar si pelayan.


"Suruh ke sini" ujar Mark lalu menutup pintu nya lagi.


Pelayan itu menghela nafas panjang memang tuan nya itu kadang mood-nya sedang tak beraturan..kadang baik kadang tiba-tiba dingin huhh sudah lah sebaik nya dia bawa dokter Benny saja sebelum tuan nya ngamuk.


"Dokter Benny mari,tuan meminta anda ke kamar nya" ujar si pelayan menyampaikan pesan dari tuan nya.


"Baiklah" jawab si dokter pasrah.


Sebenar nya dokter itu salah satu teman nya atau bisa di bilang sahabatnya dan dokter pribadi yang menangani diri nya jika jiwa psychopath dalam diri nya kambuh lagi seperti tadi saat membunuh ketiga bajingan itu dengan memutilasi bahkan menguliti nya.


Tok....


Tok....


Tok...


"Masuk" jawab Mark dari dalam.


Pintu perlahan terbuka tampak lah seorang dokter dengan masih memakai seragam nya lengkap dengan stetoskop yang menggantung di leher nya masuk kedalam kamar Mark.


"Are you ok?" tanya si dokter yang belum menyadari keberadaan seorang gadis di kamar Mark sahabat sekaligus pasien nya.


"Ya" jawab Mark singkat.


"So kenapa kau memanggilku jika kau baik-baik saja dude?" ujar dokter itu kesal karena rasa nya dia hanya di kerjai oleh Mark.


"Yang tidak baik-baik saja dia" ujar Mark menunjuk pada seorang gadis yang tengah terbaring di ranjang besar milik nya.

__ADS_1


__ADS_2