
"Putriku.. princess nya Daddy..kau sudah tenang kan nak di sana..sekarang kesakitan mu sudah tidak ada lagi..kau sudah bersama Tuhan yang akan menggantikan Daddy untuk menjaga mu..Daddy akan merindukan mu tapi Daddy selalu mendoakan mu agar kau selalu bahagia dan tetap bersama kami meski hanya lewat mimpi..Daddy menyayangi mu Aneta" ujar Ray meluapkan perasaan nya di kamar Aneta sambil memeluk baju Aneta.
Ray tertidur karena lelah..dia tertidur dengan memeluk bantal yang Aneta gunakan..kamar Aneta dia biarkan tetap dalam posisi semula..tak dia rubah karena dia hanya mempunyai kenangan ini saja tentang princess nya.
"Daddy..daddy" panggil suara anak kecil membangunkan Ray.
Ray mengerjap berkali kali..dia melihat seorang gadis cilik tengah menatap nya dengan senyum yang membuat nya jatuh cinta..dia melihat gadis kecil itu dan merentangkan tangan nya hingga dia merasakan kehangatan pelukan dari tubuh mungil yang amat dia rindukan.
"Anakku..anakku..Daddy merindukan mu nak..Daddy merindukanmu" ujar Ray memeluk tubuh mungil itu dengan erat penuh kerinduan.
"Neta juga rindu Daddy..tapi Neta udah bahagia di sana Daddy..Daddy dan mommy jangan sedih-sedih lagi ya nanti Neta juga sedih di sana" ujar Aneta memberitahu Ray bahwa dia sudah bahagia dan menyuruh mereka jangan sedih lagi karena dia juga akan ikut sedih nanti nya.
"Tidak princess..Daddy hanya merindukan mu nak..maafkan Daddy nak maafkan Daddy" Ray terus memeluk tubuh Aneta dan tak melepaskan nya.
"Ini bukan salah Daddy..Neta bahagia bisa jadi anak kalian..kalau Daddy mau bahagiain Neta tolong kasih Neta adik Daddy..nanti dia akan jadi obat kalian agar tidak sedih lagi..Neta selalu ada di sisi kalian Neta sayang Daddy dan mommy" ujar Aneta memberi tau bahwa dia akan slalu ada untuk mereka.
"Princess jangan tinggalin Daddy ya..Daddy ikut princess..Daddy rindu princess" ujar Ray ingin ikut bersama Aneta.
"Kalau Daddy ikut Neta lalu siapa yang jagain mommy..mommy akan semakin sedih Daddy..Daddy jangan sedih Neta selalu ada untuk kalian..Neta sayang mommy dan Daddy i love you daddy,mommy" ujar Aneta lalu menghilang terbawa angin.
Ray mencari kesana kemari tapi tak dia temukan dimanapun keberadaan putri nya..dia berteriak memanggil Aneta tapi tak ada hanya kesunyian yang menemani nya hingga dia terbangun dari mimpi nya enak menyadari bahwa dia hanya mimpi karena sangat merindukan sosok Aneta.
"Ternyata hanya mimpi..kenapa secepat ini kamu meninggalkan Daddy nak..Daddy baru belajar menjadi sosok ayah yang baik untuk mu tapi kenapa kau sudah mendahului kami..tuhan kenapa berat sekali perasaan ku melepaskan nya..bantulah aku tuhan" ujar Ray meluapkan isi hati nya.
#
#
"Genie kau mau kemana sayang?" tanya Laura yang melihat Genie berjalan entah kemana.
__ADS_1
"Genie mau ke rumah Ray mom..Genie mau....hiks ijinkan Genie mom" ujar Genie menjelaskan tujuan nya ke mana.
"Baiklah biar Kaka mu yang antar..jangan nangis lagi sayang..nanti dia malah sedih" ujar Laura mengijinkan karena Laura tau di rumah Ray banyak kenangan yang tersimpan tentang Aneta.
"Iya mom..makasih" Genie memeluk Laura yang memang selalu mengerti akan diri nya.
Tak berapa lama kemudian Gian datang dan langsung mendekap tubuh Genie untuk menenangkan..dia tau bagaimana rasa nya kehilangan meski dia belum pernah mengalami rasa nya kehilangan hanya saja sebagai orang tua Gian tau pasti perasaan Genie.
"Apa kau yakin hm?" Tanya Gian mengusap wajah Genie.
"Hm..antar Genie ka" ujar Genie yakin meminta Gian antar ke rumah Ray.
"Baiklah tapi stop menangis..adik Kaka tidak boleh lemah karena kau harus menyelesaikan sumber dari masalah yang menimpa keponakan ku hm?" ujar Gian mengingatkan Genie bahwa masih ada yang belum mereka selesai kan.
"Tentu ka.. Genie nggak akan lupa soal itu..sampai mati pun Genie akan kejar bedebah itu" ujar Genie menyala-nyala.
Mereka menuju rumah Ray sesuai keinginan Genie..sepanjang jalan Genie terlelap namun dalam tidur nya Genie menitihkan air mata nya lagi entah lah mimpi apa yang tengah dia alami.
Gian tak mau mengusik tidur adik nya..asalkan Genie nyaman dia tak akan mengganggu nya..dia tau perasaan Genie..jika dia yang di posisi adik nya mungkin dia akan menghancurkan seluruh dunia hanya untuk mencari keberadaan iblis biadab itu.
"Kalau kuat..aku percaya kau dan Ray mampu melewati semua ini bersama.. aku akan mencari siapapun si biadab itu hingga ke ujung dunia sekalipun" batin Gian mencengkram erat setir yang dia pegang.
Tak berapa lama kemudian mereka telah sampai di rumah Ray..Gian pelan-pelan membuka pintu mobil lalu menekan bel rumah dan terlihat lah seorang pelayan berumur menghampiri.
"Bi apa Ray ada rumah?" tanya Gian pada pelayanan itu.
"Ada tuan..maaf anda siapa ya?" tanya pelayan itu sopan.
"Saya Kaka nya nona Genie..kalau boleh panggilkan tuan Ray soal nya adik saya sedang tidur" ujar Gian meminta pelayan itu memanggil Ray.
__ADS_1
"Baiklah sebentar mari masuk"
"Tidak usah bi..biar saya menunggu di depan saja"
"Baiklah kalau begitu..permisi sebentar tuan"
Bibi pelayan memanggil Ray yang kebetulan baru saja bangun..mata nya terlihat masih merah seperti nya tuan nya sedang kacau..kasihan.
"Tuan maaf di kuar ada tuan Gian Kaka nya nona Genie kata nya ingin bertemu dengan anda" ujar bibi menyampaikan pesan Gian.
"Baiklah"
Ray keluar dari kamar masih dengan keadaan yang kacau..dia tak perduli dengan image nya saat ini..dia menuju pintu depan dan melihat Gian tengah duduk di kursi di teras rumah.
"Gian..maaf menunggu lama" panggil Ray
"Tidak apa-apa..aku hanya mengantarkan Genie saja..dia ingin ke rumah mu kata nya" jelas Gian mengenai tujuan nya.
"Diaman dia?" tanya ruangan mencari-cari.
"Dia sedang tidur di mobil..maaf aku harus segera pergi karena Daddy menelfon ku tadi bisakah kau membawa nya amsuk..ingat jangan berbuat aneh-aneh" ujar Gian mencairkan suasana.
"Tidak Gian..baiklah terimakasih sudah mengantarkan dia kemari" Ray berterimakasih kepada Gian karena sudah mengantarkan Genie ke rumah nya.
"Sama-sama..aku tak tega melihat nya sedih terus..hiburlah diri kalian jangan berlarut dalam kesedihan" pesan Gian.
Ray membawa Genie keluar dari mobil.. Genie tidak bangun sama sekali entah lah mungkin dia lelah..Ray memandangi wajah lelah Genie dia kasihan dan tak tega tapi dia juga sama..dia harus bisa bangkit dari kesedihan ini.. bagaimanapun juga dia masih harus menghabisi dalang tragedi ini.
"Maafkan aku tidak bisa menghibur mu.. aku janji aku takkan bersedih lagi dia sudah bahagia di sana bahkan dia meminta adik dari kita.. aku akan membahagiakan mu Genie..aku mencintaimu" ujar Ray mengecupi kening Genie setelah membaringkan nya di ranjang.
__ADS_1