
"Devani sebenar nya apa yang telah kalian lakukan hingga kami menjadi tahanan seperti ini hah?" tanya ayah Devani yang masih belum paham akan situasi nya.
"Sammy kau juga kenapa kami jadi sasaran mereka.. sebenar nya apa yang telah kalian perbuat hingga mereka begitu marah dengan kalian hingga kami menjadi korban nya?" tanya ayah Sammy yang juga belum paham benar akan apa yang terjadi.
Baik Devani maupun Sammy mereka hanya diam tak berani menjawab..Sammy dan Devani tidak tau lagi bagaimana nasib nya setelah ini..mereka yakin Genie dan Ray tidak akan melepaskan mereka begitu saja..hanya ada dua pilihan yaitu mati cepat atau mati lambat.
Mereka berdua tau sepak terjang keluarga Wilson apa lagi Reyhan Jade Wilson sungguh mereka hanya berfikir jika rencana mereka berhasil maka mereka akan masuk kedalam keluarga terpandang seperti keluarga Wilson dan keluarga Cartwright.
Namun sayang di sayang nasib baik tidak berpihak pada mereka.. kejahatan akan selalu kalah entah cepat atau lambat karena sejauh apapun kaki melangkah maka akan kembali pada langkah tempat awal nya.
"Tamat sudah nasib ku.. sial kenapa juga aku harus terpengaruh akan tawaran wanita itu..arghhh bodoh" batin Sammy menyesali keputusan nya telah menerima dan bekerjasama dengan Devani.
"Bagaimana nasib ku stelah ini..ya tuhan kenapa kau begitu jahat padaku..tolong lah aku agar lolos dari maut kali ini.. sialan" batin Devani yang bingung akan nasib nya setelah ini.
Baik Devani maupun Sammy mereka sama-sama tengah memikirkan nasib nya setelah hari ini..sementara itu di sisi lain Deril, Erick,dan Rey kini tengah melakukan kegiatan rutin nya yaitu berkumpul..biasa nya akan ada Samuel,mertua Via,Bastian,dan Willy namun keempat pria itu tengah sibuk dengan urusan nya masing-masing.
Ada yang tengah menikmati hari tua di negara impian,ada juga yang tengah bersantai di rumah menikmati quality time bersama pasnagan nya,ada juga yang sibuk kerja karena tidak bisa diam saja.
Semua sudah berubah tak lagi seperti dulu di masa muda mereka yang bisa menyempatkan diri untuk sekedar berkumpul melepas rindu kini tiada lagi momen-momen dimana Willy akan terus menjadi bahan bully karena menikahi si Vallery yang lola nya super mendarah daging.
Untuk Jacob ayah kandung Rachel dia tengah menimang cucu dari Richie kakak Rachel yang baru menikah 1 tahun lalu namun mereka tidak menunda kehamilan hanya karena urusan penting dan baru bisa merencanakan kehamilan setelah nya.
#
#
"Apa kalian tidak bosan dengan hidup yang begini-begini saja ka?" tanya Deril yang mulai memecah keheningan.
"Hm..aku pun mulai bosan Deril tapi mau bagaimana lagi ini kah hidup kita" ujar Ray menjawab pertanyaan Deril.
__ADS_1
"Ya karena Rey benar..ini kah kehidupan kita saat ini..hanya menunggu ajal sembari menikmati waktu bersama keluarga" tambah Erick membenarkan ucapan Rey.
"Huhh kalian benar.. aku juga hanya ingin bersama keluarga sambil menanti jemputan menuju keabadian..hmmm kita ganti topik saja aku merasa membicarakan kematian membuatku mengingat akan dosa-dosa ku" ujar Deril yang juga membenarkan.
"Hahahaha" tawa mereka bertiga begitu harmonis.
Ketiga nya pun mulai membicarakan mengenai kondisi perusahaan yang semakin maju pesat karena kerja keras anak-anak yang patut di acungi jempol bahkan di bawah kepemimpinan Gio dan Gian dua perusahaan besar itu langsung merajai puncak nya kejayaan di dunia bisnis.
Bahkan dua perusahaan besar itu di gadang-gadang menjadi perusahaan terbesar dan paling berpengaruh di setiap benua..hampir mendunia namun belum sampai titik itu.
Skip........
Keesokan paginya....
Pagi ini Genie dan Ray menuju markas kematian..mereka akan menghabisi keenam tahanan nya setelah seminggu lebih menjadi tawanan di markas itu.
Genie dengan baju santai nya yaitu kaos oblong berwarna putih cream di padukan dengan jaket kulit hitam dan jeans hitam yang menambah kesan bold pada diri Genie dan mampu mengeluarkan aura intimidasi yang kuat dengan make up yang flawless tapi berani Yangs semakin menunjukkan sifat nya yaitu cantik namun penuh intrik.
Ray juga tak lupa dengan memakai kaos berwarna coklat muda dengan jaket kulit yang sama dengan yang Genie kenakan serta jeans hitam yang menambah kesan hot pada penampilan nya.
Genie dan Ray bagaikan dua orang yang menjadi satu dengan aura yang kuat menyeruak pada masing-masing dari mereka.
"Selamat datang tuan,nona" sapa anak buah Gian pada Ray dana Genie yang tengah melewati mereka.
"Pagi.. bagaimana persiapan nya?" balas Ray tersenyum kecil dan bertanya persiapan nya pada anak buah Gian.
"Semua sudah siap tuan" karena salah satu anak buah Gian.
"Apa kalian telah menyiapkan benda itu?" tanya Genie pada anak buah Gian.
__ADS_1
"Sudah nona..silahkan anda cek dulu takut nya saya kelupaan" ujar anak buah Gian menahan pertanyaan Genie.
"Baiklah nanti saja.. bagaimana para kesayangan manis ku..apa mereka sudah di siapkan untuk acara besar nanti?" tanya Genie sekali lagi.
"Sudah nona.. mereka bahkan sudah terlihat tidak sabaran" jelas anak buah Gian.
"Bagus..ayo sayang" ujar Ray menjawab kata-kata anak buah Gian dan menarik Genie ke dalam ruangan mereka sendiri.
30 menit kemudian.....
"Wow.. seperti nya kalian sangat tidak sabaran ternyata..hm baiklah sebaik mau kita mulai saja" ujar Genie yang melihat keenam orang itu ribut minta di lepaskan.
"Ray tolong lepaskan aku Ray" ujar Devani memohon pada Ray.
"Genie..please lepaskan aku..aku menyesal Genie..maafkan aku" Sammy pun tak ingin ketinggalan.
"Nak Ray tolong demi hubungan baik kita di masa lalu nak Ray" ibu Devani bahkan masih mengungkit masa lalu terburuk nya.
"Nak Genie..tolong nak Genie Bukan kah Sammy selalu mendampingi mu sejak dulu pikirkanlah baik-baik nak" ibu Sammy juga tak mau kalah dengan mereka yang mengiba belas kasih pada Genie dan Ray.
Cih...Ray dan Genie bahkan ingin muntah setelah mendengar kata-kata menjijikan mereka..masa lalu terburuk mereka adalah bertemu dengan mereka berenam.
Andai waktu bisa di ulang Ray dan Genie tak akan mau bertemu dengan keenam orang itu..sial nya nasib buruk mereka adalah dimana mereka membiarkan nasib buruk mendekati mereka sendiri.
"Cih aku ingin muntah" ujar Genie
"Kita sehati sayang..aku juga mual" Ray menambahkan.
"Baiklah.. waktunya akhir dari kalian..bersiaplah untuk meninggalkan dunia ini selamanya" ujar Genie menatap tajam ke arah keenam orang itu.
__ADS_1