MY DUDA IS PERJAKA

MY DUDA IS PERJAKA
Ep 53_Kehilangan


__ADS_3

"Grandpa akan membalaskan kesakitan mu cucu ku..grandpa janji" batin Rey dengan kemarahan yang meluap-luap namun masih bisa dia kontrol karena saat ini Genie Lebih. butuh dukungan nya sebagai keluarga.


Laura dan Nila datang ke rumah akut karena di minta Rey untuk menjaga dan menghibur Genie yang tengah benar-benar Kehilangan seorang putri meski bukan putri kandung tetapi Genie tak perduli bagi nya Aneta adalah anak kandung nya sendiri.


"By" panggil Laura ketika berada di ambang pintu ruangan dimana Genie beristirahat.


"Baby.. kemarilah..temani Genie ada yang harus aku urus sebentar" pinta Rey mengatakan bahwa ada yang ingin dia lakukan.


"Baiklah..dimana kau Erick dan Ray?" tanya Laura karena tidak melihat keberadaan dua laki-laki itu.


"Mereka sedang mengurus pemakaman cucu kita baby..baiklah aku pergi dulu" jelas Rey mengatakan yang sebenarnya.


"Baiklah"


Laura dan Nila saat ini tengah berada di sisi ranjang Genie.. Laura melihat betapa kesakitan di wajah Genie tak bisa di sembunyikan bahkan di saat tak sadarkan diri sekalipun.


"Aku benar-benar tidak menyangka cucu ku harus mengalami hal sekeji ini Nila hiks..siapa yang tega melakukan hal biasa seperti ini terhadap nya..ya tuhan kenapa kejam sekali takdir cucu ku" ujar Laura menumpahkan isi hati nya kala melihat Genie begitu tersakiti dengan kepergian Aneta.


"Sudah ka..jangan sedih nanti kalau Genie sadar dia akan semakin sedih jika melihat mu seperti ini" Nila berusaha menenangkan Laura karena Laura memang orang nya perasan.


Laura duduk sambil masih menyeka air mata nya yang begitu saja turun tanpa di perintah..sungguh dia begitu kehilangan atas kepergian Aneta..gadis kecil yang menghibur nya saat pertama kali bertemu,senyum cerah nya yang selalu membuat nya rindu,serta ocehan dari mulut kecil nya yang tak pernah bisa dia dengarkan.. kini tak ada lagi celotehan, senyuman atau apapun yang gadis kecil itu bisa lakukan karena dia telah kembali ke alam keabadian nya.

__ADS_1


#


#


Sementara dua orang di lain tempat tengah tertawa bahagia atas keberhasilan rencana mereka..dua orang itu benar-benar tengah berbahagia dengan kabar bahwa anak sialan yang menjadi penghalang mereka telah berhasil di singkirkan.


Kini rencana mereka hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk bisa mendapatkan hati kedua orang yang tengah berduka itu.


"Devani kau benar-benar brilian..rencana kita sukses dan sebentar lagi kita akan bisa memiliki nya" ujar seorang pria yang tengah duduk sambil menyesap wine di gelas.


"Hahaha..maka dari itu jangan remehkan aku Sammy..jika kau terus mengejarnya tanpa henti yang akan kau dapatkan adalah dia semakin menjauh dan tak mau melirik mu..dengan begini tidak perlu banyak tenaga untuk mendapatkan hati nya..kau akan mendapatkan nya dan aku juga kan mendapatkan hati pujaan ku" ujar Devani yang tengah menatap lurus membayangkan malam panas bersama Ray.


"Hahaha baiklah aku akui kau memang pintar..tapi apa tidak apa-apa dengan keluarga Ray?" tanya Sammy sedikit resah.


"Hahaha baiklah..aku percaya dan bisa tenang untuk mendapatkan Genie..baiklah aku akan pergi untuk menghilangkan kecurigaan mereka..sampai berjumpa lain waktu" ujar Sammy hendak pergi namun di tahan Devani karena dia akan meminta bayaran dulu dari Sammy.


"Kau mau kemana..mana bayaran ku?" tanya Devani dengan sudah melepaskan semua pakaiannya.


"Oh kau begitu berani menggodaku ternyata..baiklah akan aku layani kau sampai puwas" ujar Sammy yang juga tengah melepas semua kain yang menempel.


"Buat aku mendessyah Sammy" ujar Devani di sela-sela pernah Li dah nya.

__ADS_1


"Tentu saja sayang" Sammy melayani keinginan Devani tidak apa-apa dia juga sedang ingin bercinta.


Kegiatan penuh desyahan itu membakar dua manusia yang tengah bergulat penuh peluh di atas ranjang..penyatuan berkali-kali seakan tak pernah membuat mereka bosan.


Pesta setelah kesuksesan rencana mereka benar-benar tidak bisa di lewatkan..mereka berpesta hingga matahari terbenam sempurna.


*


*


"Kau yakin ibu gempal itu terlibat Ray?" tanya Erick mengenai keterlibatan setiap pelaku.


"Yakin uncle..saya kami sedang menunggu Aneta di sekolah tiba-tiba kaca mobil ku di ketuk dan terlihat lah seorang ibu-ibu bertubuh gempal yang usia nya sekitar 50n lebih..dia meminta tolong pada kami untuk membantu membetulkan ban mobil nya karena keadaan mendesak..setelah kami berunding akhirnya aku memutuskan untuk membantu ibu itu tapi belum jauh melangkah tiba-tiba dia sesak nafas dan akhirnya kami memutuskan untuk membawa nya ke rumah sakit.. dia terus saja memaksa kami berdua untuk mengantarkan nya awal nya aku meminta Genie untuk menunggu Aneta di sekolah tapi ibu itu benar-benar tak memberi celah untuk Genie menolak dan akhiri dia pun ikut dan meninggalkan sekolah, tepat 5 menit setelah kami pergi Aneta telah keluar dari sekolah..dia mencari keberadaan kami..awal nya dia tak sendirian dia di temani guru nya..10 menit berlalu datang lah seorang pria yang bernama Frances dia mengaku sebagai sahabat kami dan dia bilang pada guru Aneta bahwa kami telah menitipkan Aneta pada nya dengan di sertai bukti palsu yang membuat guru Aneta percaya..


Huhh..setelah kami selesai memeriksa dimana lokasi Aneta kami langsung menuju tempat dimana Aneta di bawa..saya kami sampai kami langsung masuk tanpa pikir panjang..setelah kami di dalam kami terkejut sekaligus syok melihat dengan mata kepala kami sendiri Aneta...putriku..dia di lempar dari lantai tiga gudang itu dengan keji nya..bahkan Frances tertawa setelah berhasil melemparkan tubuh putri kami hiks..kami benar-benar gemetar setelah melihat tubuh putri kami yang begitu mengenaskan hiks..kenapa ada orang yang begitu keji melakukan hal seperti itu pada Aneta yang hanya anak kecil yang tak berdaya..dia bahkan sempat melecehkan putri kami hiks hiks..aku benar-benar sudah lalai dalam menjaga nya..aku lalai uncle hiks..kami kehilangan anak kami kami kehilangan putri kami" jelas Ray menceritakan dari awal hingga akhir kejadian naas yang menimpa Aneta putri nya.


Erick ikut terenyuh mendengar betapa kejam nya pelaku terhadap cucu nya..jika saja si Frances masih hidup dia sendiri yang akan menghabisi nyawa nya..syukurlah Ray telah mewakilkan diri nya dan Rey untuk membalas kesakitan Aneta.


"Sudah sebaik nya kita fokus mencari otak di balik dalang kekejian yang Aneta alami..ini tidak sesederhana yang kau kira Ray..apa kau mengambil ponsel bedebah itu?" tanya Erick mencoba menguatkan Ray.


"Ada uncle.. aku belum sempat melakukan apapun karena setelah menghabisi iblis itu kami membawa Neta ke rumah sakit untuk menyelamatkan nyawa nya" jawab Ray mengiyakan karena memang setelah menghabisi Frances Ray dan Genie segera membawa Aneta ke rumah sakit.

__ADS_1


"Bagus..serahkan ponsel itu pada uncle buat kami yang bertindak..tugasmu hanya menghibur Genie yang tengah kehilangan Aneta.. percayakan pada kami" ucap Erick meyakinkan Ray dan mengambil kendali atas kasus yang menimpa Aneta.


"Terimakasih uncle.. aku harap kalian melakukan yang terbaik untuk membalas kesakitan putri kami" harap Ray sedikit lega karena Rey dan Erick lah yang akan beraksi.


__ADS_2