
Ray sampai di kantor setelah mengantar Genie ke rumah mode Alana.. Genie hanya mampir sebentar untuk berkonsultasi dengan Alana mengenai proyek rumah mode yang Gio dan Ray akan bangun.
"Hay cantik..kita bertemu lagi loh" ucap seseorang yang baru saja masuk kedalam rumah mode Alana sebagai pelanggan.
Genie dan Alana melihat sumber suara..Alana tidak terkejut melainkan Genie yang mendengus melihat mantan istri Ray ada di rumah mode Kaka ipar nya.
"Anda nona Maura?" tanya Genie sedikit tak bersahabat.
"Ingatan mu bagus juga cantik" ucap Maura mendekati Genie hendak cipika cipiki namun Genie menjauh dari nya karena teringat pesan Ray pada mau waktu itu.
"Tidak perlu dekat-dekat aku tidak suka dengan orang baru seperti mu" ujar Genie ketus menunjukkan wajah tak suka nya pada Maura.
"Hahaha..kau sangat lucu jika sedang marah..aku semakin menyukai mu cantik" balas Maura santai dengan tatapan menelisik setiap jengkal tubuh Genie.
Genie yang dia tatap seperti itu mendengus kadar dan berlalu..dia tidak mood lagi bertanya kepada Kaka ipar nya..mood nya hancur..sialan si Maura itu.
Setelah kepergian Genie..Maura mendekati Alana dan bertanya apakah gaun yang dia pesan sudah jadi atau belum..dia dan Alana terlihat akrab hanya sebatas pelanggan dan pemilik.
__ADS_1
"Oh ya nona mis Alana apa kau kenal wanita tadi?" tanya Maura to the poin.
"Hah..wanita tadi..maksud anda Genie..ada apa ya bertanya mengenai dia?" tanya Alana sedikit curiga takut Genie kenapa-kenapa.
"Tidak hanya penasaran saja mis" ucap Maura tersenyum mengambil pesanan nya kemudian pergi setelah cipika cipiki dengan Alana.
Alana sebenar nya risih dengan sikap Maura tapi dia harus profesional dalam melayani pelanggan..biarpun rewel sekali pun dia tetap akan beramah tamah pada pelanggan.
"Aneh sekali..ada urusan apa nona Maura mencari tau mengenai Genie..huhh sebaik nya aku diam dan tak membocorkan apapun pada nya" ujar Alana bermonolog kemudian pergi ke dalam ruangan nya.
*
*
"Ck..ini semua gara-gara mantan istri mu Maura menyebalkan" ujar Genie kesal mengatakan penyebab dia cemberut.
"Maura..kenapa dengan nya?" Ray heran dan bertanya kenapa dengan Maura.
__ADS_1
"Ck..dia menggodaku di rumah mode Kaka ipar ku..bahkan dia hampir mencium ku jika aku tidak mengelak..cih menyebalkan sekali sih" Genie menggerutu kesal mengingat bahwa dia hampir saja di cium di rumah mode Alana.
"Hah..di cium..benarkah..astaga dia benar-benar sudah tidak waras" ujar Ray ikut kesal entah kenapa setelah mendengar bahwa Genie hampir di cium oleh Maura.
"Sudahlah lebih baik kita jemput Aneta saja..sebentar lagi dia pulang" ujar Genie menyudahi obrolan mengenai Maura.
"Oke" Ray setuju toh dia juga panas mendengar nama Maura dia sebut entah lah saingan nya malah mantan istri nya sendiri astaga aneh sekali sih.
*
*
"Mommyyy..Daddyyyyyy" teriak Aneta ketika melihat Genie dan Ray telah menunggu nya di depan gerbang.
Aneta berlari menuju tau dimana Genie Dan langsung melompat ke dalam gendongan Ray dan memberikan ciuman di pipi kedua orangtuanya.
Ray dan Genie membalas kecupan Aneta dengan sayang kemudian mereka meninggalkan sekolah itu dan menuju rumah.
__ADS_1