
Sampailah mereka di ruangan Ray..Genie membuka pintu ruangan Ray dan tercengang melihat pemandangan di depannya..dia menutup mata Aneta dan berdehem mengalihkan perhatian dua insan yang tengah melakukan posisi absurd itu.
"Genie, Aneta" panggil Ray sambil menyingkirkan mantan istrinya dari hadapannya.
"Arkhhh kau kasar sekali sih" ucap Maura sambil bangkit berdiri.
"Apa yang kalian lakukan.. tidaklah pantas melakukan hal tidak senonoh di kantor..kalian benar-benar tidak tau malu..lebih baik aku dan Aneta pulang dan kalian lanjutkan lagi kegiatan kalian" ucap Genie kesal dengan Ray yang entah tengah melakukan aoa dengan mantan istrinya.
"Hey ini tidak seperti yang kau kira..kami tidak melakukan__"
"Hay cantik..jangan marah dong..ayo duduk dulu kita ngobrol" potong Maura yang tertarik melihat Genie
Ray tak suka dengan tatapan Maura pada Genie..astaga dia cemburu dengan Maura karena berani menatap Genie dengan tatapan kagum dan mendamba..dia cemburu dengan seorang lesbian astaga.
"Jangan perhatian dengannya Maura..pergi saja dari sini ..kau mengacaukan kegiatan kami" ucap Ray ketus dengan menarik Genie kedalam pelukannya beserta Aneta.
__ADS_1
"Ck..kau posesif sekali.. carilah wanita lain Ray" ucap Maura masih menatap tubuh Genie dengan tatapan menginginkan.
"Maura jaga tatapan mu.. keluar dari sini" ucap Ray tegas tak suka.
"Cih menyebalkan..baiklah aku pergi saja tapi lain kali aku akan datang lagi untuk menemui si cantik ini..cantik bolehkah aku menemui mu lagi atau kita bisa makan siang bersama mungkin?" ucap Maura mengerlingkan matanya sebelah pada Genie.
Ray tak suka dengan keterus terangan Maura yang merasa tertarik dengan Genie..dia tidak rela jika sampai Genie di sentuh Maura.
"Maura" ucap Ray sedikit nada tinggi.
"Ck baiklah..cantik aku pergi dulu ya bye" pamit Maura pada Genie.
*
*
__ADS_1
"Apa yang kalian lakukan tadi?" tanya Genie stelah Maura pergi.
"Huhh kami tidak melakukan apapun..kau tau kan dia itu ekhemm" ucap Ray menjelaskan.
"Lalu apa menjadi halangan untuk kalian melakukan hal bodoh begitu?" ujar Genie sekali lagi dengan tatapan menyelidik.
"Astaga aku masih waras nona..aku tidak mungkin tertarik dengan dia..seleraku bukan yang begitu..sudahlah aku lapar.. cantiknya Daddy kalian bawa apa hm?" Tanya Ray mengalihkan perhatian.
"Kami bawa banyak makanan Daddy..apa Daddy mau di suapi Aneta?" tawar Aneta.
"Boleh sayang..ayo" jawab Ray berbinar-binar.
Genie mulai menata makanan yang dia bawa ke atas meja..dia sejenak melupakan kejadian tadi..lupakan sejenak dan makan dengan tenang.
Suasana menjadi hangat ketika Aneta mulai menyuapi orangtua angkatnya..sesekali dia berceloteh entah apa hingga membuat Genie maupun Ray tertawa..sungguh Ray bahagia bisa merasa hal seperti ini.
__ADS_1
Ray juga sesekali menyuapi Aneta dan juga Genie..atas paksaan dari nya akhirnya Genie mau di suapi olehnya..jika tidak maka tidak akan ada acara suap menyuap.
"Makan siang terindahku sepanjang sejarah..terimakasih Genie, Aneta kalian adalah pelita dalam hidupku...aku akan melindungi kalian dan menjaga kalian sekuat tenaga ku" batin Ray menatap Genie dan Aneta yang tengah menikmati puding yang Genie buat.