MY DUDA IS PERJAKA

MY DUDA IS PERJAKA
Ep 112_Rencana Dua Rubah


__ADS_3

"Haruskah aku memakai cara ini agar mereka keluar dari persembunyian nya..ck baiklah tidak apa-apa demi membalaskan dendam ku pada wanita sialan itu aku bahkan rela mengorbankan kan mereka" ujar Malena yang sudah memiliki rencana untuk mendapatkan Genie dan Ray.


Dia memberitahu rencana nya pada sang anak agar membantu melancarkan rencana nya..dia butuh bantuan dari anak nya..hanya ini yang bisa dia lakukan jika ingin mendapatkan ikan yang besar.


Malena sudah yakin dengan rencana nya kali ini..tidak apa-apa toh dia juga tidak akan menyakiti siapapun selain Genie karena dia sangat geram dengan wanita sialan itu.


Setelah perbincangan dengan sang putri selesai kini kedua nya mulai merencanakan bagaimana cara nya bisa menarik perhatian nya.


"Kali ini serahkan saja tugas ini pada Revya..Revya punya cara untuk menjerat umpan yang kita butuhkan mom" ujar Revya menawarkan diri untuk mengambil tugas kecil ini.


"Baiklah mommy percaya kan padamu" akhirnya kedua nya setuju.


Mereka bersiap untuk makan malam namun kali ini Revya berinisiatif untuk membuatkan teh untuk mereka semua..entah kesambet apa si Revya hingga terjun ke dapur hanya untuk membuat teh.


#


#


"Ka ada yang ingin aku sampaikan" ujar Malena memancing informasi.


"Apa?" jawab ibu Ray ketus.


"Ck kenapa kau ketus sekali sih.. aku masih keluarga mu ka,jangan bersikap seperti ini" uajr Malena tampak tak terima dengan sikap ketus sang kakak.

__ADS_1


"Lalu apa maumu?" jawab ibu Ray masih ketus.


Sementara ayah Ray hanya diam menikmati teh yang sudah terhidang di atas meja..dia tak mau ikut campur urusan antara adik kaka itu..dia sudah jengah dengan adik ipar nya yang sangat egois menurut nya.


"Aku mau membicarakan mengenai pembagian harta orangtua kita" ujar Malena pada inti nya.


Ibu Ray tampak menatap datar Malena adik kandung nya dia benar-benar berharap semoga di depan nya ini bukan lah adik kandung nya tapi sayang nya darah mereka sama..darah orangtua nya mengalir dalam tubuh mereka.


"Harta..apa hanya itu yang ada di otak mu Malena?" tanya ibu Ray menatap jengah adik nya.


"Ya hanya itu..maka aku berharap segera kau urus pembagian harta nya agar kita tak ada lagi urusan apapun" Malena bahkan terkesan santai mengatakan nya tanpa beban tanpa perasaan sedikit pun.


"Hahaha kau benar-benar sudah di butakan akan harta Malena..kau masih ingat wasiat Daddy dan mommy sebelum nafas terakhir nya?" tanya ibu Ray menanyakan hal terkahir yang kedua orangtuanya sampaikan.


"Aku tetap akan meminta pembagian itu rata karena aku juga anak kandung mereka" ujar Malena geram karena mengingat kan nya tentang wasiat terkahir kedua orangtuanya.


"Apa itu..jangan berbelit-belit" tanya Malena tak sabar.


"Jangan berikan satu sen pun harta yang ku berikan pada anak angkat mu itu karena jika aku tau kau memberikan harta itu pada anak angkat mu maka bersiap lah semua harta itu akan aku alokasikan pada panti asuhan yang lebih membutuhkan.. bagaimana?" ujar mama Ray menjelaskan syarat yang dia berikan.


Malena tentu saja terperangah mendengar syarat yang kakak nya sebutkan.. bagaimana pun dia akan mengalihkan seluruh harta nya pada Revya.. apa-apaan kakak nya ini.


"Apa maksudmu ka?" tamat Malena geram meminta penjelasan pada Kaka nya.

__ADS_1


"Apa perlu aku jelaskan lagi Malena..ku rasa kau sudah paham dengan maksud dari ucapan ku" jelas ibu Ray yang seakan tau isi pikiran adik nya.


Mama Ray hanya tak mau orang lain lain seperti Revya menikmati harta milik keluarga nya..sudah cukup Revya menikmati segala hal yang keluarga nya miliki.. Sudah cukup selama ini dia diam melihat harta keluarga nya di hambur-hambur kan dengan seenak nya oleh orang lain yang bahkan status keabsahan nya belum jelas.


Selama ini mama Ray hanya memantau dan mengawasi namun semakin ke sini rupa nya adik nya tak pernah menegur atau memperingati anak angkat nya yang bahkan belum sah secara hukum.


Dia tak mau kerja keras orangtua nya hilang karena ketamakan orang luar yang tak memiliki status resmi di keluarga nya..biarkan dia di katai tamak tapi demi menjaga peninggalan orangtua nya dia rela mendapatkan predikat itu.


"Tidak bisa begitu ka Revya adalah anak angkat ku..dia berhak atas harta orangtua kita juga begitu pun Ray..kau tak bisa semena-mena terhadap ku ka" ujar Malena masih dengan nada geram menatap kakak nya tajam.


"Itu berbeda.. Ray jelas anak kandung ku sementara Revya..apa kau sudah mengesahkan nya secara hukum..jika sudah aku mau lihat bukti nya dulu..kau pikir aku tidak tau kelakuan mu dan anak angkat tak jelas mu itu Malena..jangan kau pikir kita jauh lalu aku tak bisa mengawasi mu" Malena benar-benar di buat bungkam akan perkataan kakak nya barusan.


Memang benar dia bahkan belum mengesahkan dokumen milik Revya secara hukum..awal nya dia hanya ingin Revya sebagai penghibur di saat dia baru kehilangan suami nya tapi rupanya dia jadi sayang pada anak itu dan memutuskan untuk mengadopsi nya sepihak tanpa perduli surat-surat yang perlu dia urus.


Dia tidak memikirkan jangka panjangnya yang dia mau hanya Revya menemani nya setiap hari agar dia tidak kesepian tapi lihat lah akibat kecerobohan nya dia terkena pukulan telak tepat di ulu hati yang membuat nya geram hingga tak dapat membalas perkataan kakak nya.


Setelah selesai memberikan peringatan kecil pada adik nya mama Ray meminum teh yang di sediakan di atas meja itu hingga tandas.


Tanpa dia sadari senyum licik tersinggung di bibir adik nya.. hanya dia yang tau arti senyuman nya..setelah memastikan bahwa kedua kakak nya meminum teh itu hingga tandas dia lantas duduk sambil menantikan sesuatu yang akan terjadi.


"Ka apa kalian baik-baik saja?" tanya Malena berpura-pura khawatir padahal dalam hati nya dia sangat puas akan kerja anak nya.


"Kau..ssshh apa..yang sudah..kau berikan di minuman ini hah..akhh kepalaku pusing" ujar mama Ray perlahan pandangan nya mulai meredup.

__ADS_1


Sang suami pun sudah tak berdaya dan tergolek di atas meja makan dengan kepala bertumpu pada meja makan.


"Hahhaha akhirnya kalian takluk di tangan ku..nikmati lah waktu kalian sebelum aku usir kalian dari rumah ini..hahaha Revya sayang kau hebat sekali nak" ujar Malena menatap datar pada kedua kakak nya dan memuji anak nya.


__ADS_2