MY DUDA IS PERJAKA

MY DUDA IS PERJAKA
Ep 19_Aku Seorang Duda


__ADS_3

"Kenapa lama..apa ada sesuatu di toilet?" tanya Ray penasaran karena Genie sedikit lama di toilet.


"Hanya masalah kecil.. ayo ke panti aku sudah sangat merindukan anak-anak itu" ajak Genie di angguki Ray.


Mereka menuju panti dengan belanjaan di jok belakang serta di bagasi..berbagai macam pakaian serta sepatu dan sandal juga pernak pernik lucu khusus wanita telah Genie siapkan untuk para anak perempuan di panti..dia suka mendandani anak-anak karena baginya bakatnya bisa tersalurkan dan bisa juga mengajarkan kepada anak-anak panti agar memiliki bakat juga.


Sampailah mereka di panti..Genie keluar dan meraih barang-barang di jok belakang yang lebih ringan karena Ray melarang nya untuk tidak mengangkat yang berat cih dia meremehkan seorang Genie.


"Angkat yang ringan saja..biar aku yang angkat di bagasi" ujar Ray pada Genie yang langsung di hadiahi cebikkan kesal dari Genie.


"Ck..kau terlalu meremehkan ku tuan cabul" ujar Genie menurut saja dia sedang malas berdebat.

__ADS_1


"Terserah kau saja gadis gila" balas Ray tak kalah malas.


Genie tak menjawab lagi dia memilih bergegas menuju panti dengan sekardus aksesoris beserta pakaian perempuan Genie tersenyum kala melihat anak-anak panti keluar untuk menyambut nya.


Ray mengikuti Genie di belakang dan tersenyum melihat betapa Genie sangat bisa menempatkan diri di tengah-tengah anak panti yang notabene nya adalah orang lain.


"Cantik kalau sedang tersenyum eh apa yang ku pikirkan" batin Ray bertolak belakang.


*


*

__ADS_1


"Hm..sudah jadi kewajiban ku setiap bulan bahkan Minggu selalu mampir ke sini..kau sendiri bagaimana?" tanya Ray balik menatap wajah cantik Genie.


"Aku..hahaha awalnya aku bertemu salah satu anak panti di sini waktu itu dia hampir menjadi korban kebejatan preman jalanan..aku yang sedang dalam perjalanan menuju show di daerah xxx tak sengaja melihat salah satu anak jalanan yang tengah di di bawa ke suatu tempat yang sepi..sebagai wanita aku tidak terima dengan perlakuan bejat preman itu..hampir saja aku terlambat untuk menyelamatkan kehormatan gadis kecil itu tapi syukurlah tuhan masih sayang pada gadis kecil itu hingga aku berhasil mencegah preman sialan itu menyentuh gadis kecil yang tengah memberontak dan menangis dengan pilu nya....


Tak perduli dimana aku berada aku selalu membawa pistol yang sempat kau rampas sewaktu aku kelepasan kemarin..aku menembak mati preman itu di depan gadis kecil yang tengah ketakutan dan menangis itu..sungguh hancur rasanya melihat tubuh kecilnya hampir saja di garap pria bejat itu..aku melepaskan sweater ku untuk nya pakai..aku tak perduli dengan tatapan menjijikan para lelaki yang lewat karena aku hanya memakai singlet saja sewaktu itu..aku rela mengorbankan diriku demi menutupi tubuh polos gadis kecil yang tengah ketakutan dalam pelukanku..dia aku bawa ke panti ini yang memang jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat kejadian..dari situlah awal mulanya aku selalu mampir ke panti ini hanya sekedar menengok gadis kecil itu lalu aku tergerak untuk memberikan sumbangan atau apapun yang mereka butuhkan" jelas Genie menceritakan awal mula dia mengenal panti itu.


"Kau hebat Genie..aku salut padamu" puji Ray.


"Kau sendiri bagaimana?" tanya Genie.


"Aku..Sebelumnya aku hanya donatur yang di kenalkan sopirku awalnya aku bahkan tak perduli pada anak-anak panti di sini tapi setelah aku sering datang dan memantau anak-anak di panti ini aku semakin memiliki sikap kemanusiaan..namun tak berapa lama kemudian aku menikah dan jarang ada waktu untuk sekedar melihat panti ini..kau tau aku seorang duda.. pernikahan ku hanya bertahan dua bulan..miris kan?" ucap Ray tersenyum getir.

__ADS_1


Genie..entahlah dia tidak tau perasaan nya kenapa jadi seperti ada yang retak ketika mendengar bahwa Ray seorang duda..astaga ada apa dengan dirinya.


__ADS_2