
Brukhhh....
"Astaga..kau tak apa?" tanya orang itu.
"Ya aku baik__kau lagi..kau seperti penguntit saja dimana-mana selalu ada ck" gerutu Genie kala melihat Ray ada di sana juga..dunia sempit sekali sih rasanya.
"Hey aku tidak menguntit mu nona..aku tengah memilih mainan untuk anak-anak" jelas Ray agar tak di kira mengikut nya.
"Ck..dasar pria cabul..sudah punya anak saja masih berlaku seperti ini..ingat istrimu tuan cabul..ck..sudahlah aku tak mau membuat masalah lagi" Genie malas karena harus bertemu dan berdebat dengan pria cabul itu lagi.
"Hey mungkin kita jodoh nona seperti kata kakak anda tuan Gio kemarin kan?" goda Ray.
"Jodoh matamu..sana pergi nanti aku di kira selingkuhan mu lagi bye" ketus Genie sambil melenggang pergi meninggalkan Ray yang tengah kebingungan dengan kata-kata Genie.
"Selingkuhan?" Ray membeo melihat Genie sudah jauh.
__ADS_1
Ray tak memikirkan lagi kata-kata Genie..dia memilih mainan untuk anak-anak di panti..dia sering berkunjung ke panti hanya untuk melihat anak-anak panti saja.
Ray sangat suka dengan anak-anak kecil apalagi bayi huhh entah kapan dia bisa memiliki bayi seperti orang-orang yang berumah tangga pada umumnya.
3 kardus TV besar berisi mainan dan 2 kardus kebutuhan sehari-hari untuk anak-anak panti sudah siap dia bawa ke panti..Ray menjadi donatur tetap di panti yang akan dia kunjungi..sudah lama dia tak berkunjung karena kesibukan nya setelah menikah dan bercerai.
Tibalah Ray di panti..dia turun dari mobilnya dan membawa satu kardus besar berisi mainan yang akan dia berikan pada anak-anak panti.
"Hallo anak-anak..apa kabarnya..astaga uncle rindu sekali dengan kalian" ucap Ray menyalami anak-anak panti satu per satu.
"Kami juga merindukan uncle" jawab mereka serempak.
"Baik uncle" ucap mereka serempak.
Ray meninggalkan anak-anak panti di teras..dia menuju ruangan ibu Camla untuk bertegur sapa karena sudah lebih dari dua bulan ini dia tidak berkunjung ke pantai.
__ADS_1
Sampailah Ray di ruangan Bu Camla.. Ray hendak mengetuk pintu tapi sayup-sayup dia mendengar suara seorang wanita dengan Bu Camla tengah berbincang dan tertawa entah apa yang mereka bincang kan.
"Hahhaa astaga Bu sampai seperti itu..hahaha ya tuhan anak-anak itu" wanita itu.
"Ya begitulah nak.. kehidupan panti memang tidak seperti yang kau pikirkan..kau enak tinggal di rumah megah meski kau tidak bertahan juga hahaha" hu Camla.
"Hahah ibu benar astaga..aku ingin sekali tinggal di panti ini karena sangat hangat dan nyaman..ingin aku mengadopsi anak-anak ini tapi aku sadar mereka masih mempunyai masa depan dan kebahagiaan ke depannya..aku tak mau merenggut kebahagiaan mereka" wanita itu.
"Ya kau benar nak..semoga akan ada orang-orang baik sepertimu yang mau mengadopsi mereka dan memberikan kebahagiaan untuk mereka layaknya keluarga utuh" Bu Camla.
"Amin Bu..astaga Bu sudah jam segini..maaf sekali aku harus pamit karena ada pameran di daerah xxx dan aku menjadi pengurus busananya..huhh pekerjaan ku melelahkan sekali Bu" keluh wanita itu.
"Hahaha astaga kau ini..di syukuri saja nak..semua adalah nikmat dari sang pencipta..jangan mengeluh tidak baik nak..semangat lah dan terimakasih atas sumbangannya yang begitu besar untuk kami kau memang baik nak semoga jodohmu di perdekat" Bu Camla.
"Amin Bu..ya sudah aku permisi dulu bu" pamit wanita itu.
__ADS_1
"Baiklah hati-hati" Bu Camla.
Ray bersembunyi di balik dinding agar dia tak ketahuan telah menguping astaga baru kali ini dia menguping pembicaraan orang lain.