
Ray pagi ini ada pertemuan dengan Gio mengenai pembahasan tentang pembangunan rumah mode yang akan mereka garap untuk menyalurkan hobi dan minat bagi para pecinta fashion atau calon designer baru.
Ray sudah siap dengan setelan jasnya dan bergegas menuju perusahaan Wilson Group yang di pimpin langsung oleh cucu tertua dari almarhum tuan Wilson sendiri.
Sampailah dia di depan pintu masuk perusahaan..Ray turun dan berjalan masuk di sertai sang asisten yang sangat patuh dan setia selalu ada di garda terdepan jika ada sesuatu yang mengganggu nya.
"Selamat datang tuan Rayano Cartwright tuan Gio sudah menunggu anda di ruangannya" ucap sang resepsionis pada Ray.
"Terimakasih" Ray membalas singkat.
Ray dan asistennya menuju ruangan Gio..sampailah mereka di lift..lift itu membawa mereka naik ke lantai dimana ruangan Gio berada.
Lift berhenti menandakan bahwa mereka telah sampai di lantai ruangan Gio berada..mereka keluar dan berjalan menuju ruangan Gio..sang asisten mengetuk pintu ruangan Gio kemudian pintu itu terbuka dan terlihat lah Gio beserta asistennya dan juga satu lagi Genie.
Ya Genie sudah di kabari jauh-jauh hari sebelum nya oleh Gio bahwa Ray yang tidak lain adalah pemegang proyek juga akan datang untuk membahas mengenai proyek itu.
"Selamat pagi tuan Gio ah dan nona Genie" ucap sang asisten menyapa Gio dan Genie ramah.
"Pagi juga Malvin tuan Ray silahkan masuk" sapa Gio balik dengan ramah juga.
"Terimakasih tuan Gio" Ray ramah membalas sapaan Gio.
*
*
__ADS_1
"Jadi begitu rencananya tuan Gio apa anda setuju?" tanya Ray meminta pendapat.
"Saya setuju-setuju saja toh saya tidak terlalu paham mengenai design..anda bisa membahasnya dengan adik saya Genie kebetulan dia designer dan seperti nya dia cocok menjadi salah satu pengurus di rumah mode ini" Gio berpendapat.
"Jika anda sudah berkata begitu berarti memang pilihan anda tidak salah tuan Gio..atas setuju saja..mengenai design-nya anda nona Genie besok datanglah ke kantor saya kita akan bahas mengenai apa saja yang akan anda lakukan di rumah mode ini..bukan begitu tuan Gio?" Ray tersenyum sekilas lalu menatap Gio meminta pendapat.
"Betul..jadi Genie besok datanglah ke kantor tuan Ray..kalian berdiskusi di sana saja karena Kakak tidak tau banyak mengenai design..kau paham adikku?" Gio mengelus rambut Genie.
"Iya ka.. terimakasih tuan Ray atas kesempatannya untuk saya bisa ikut andil dalam proyek ini" ucap Genie tulus.
"Sama-sama nona..bolehkah saya minta nomor ponsel anda..saya takut sewaktu-waktu anda di butuhkan saya tidak tau nomor anda.. bagaimana?" tanya Ray modus.
"Hah..mmmm baiklah" akhirnya Genie mengalah dan memberikan nomor ponselnya pada Ray.
*
*
"Ka Gio aku pergi dulu ya..ada masalah di panti" ucap Genie terburu-buru.
Ray yang mendengar kata panti sontak saja langsung melihat ke arah Genie dan bertanya-tanya ada apa dengan panti..apa terjadi sesuatu..astaga dia jadi cemas.
"Ada apa dengan panti Gen?" tanya Gio.
"Ck..si BAJINGAN itu merecoki panti ka Genie nggak ada waktu Genie harus buru-buru cari taksi juga..bye ka"
__ADS_1
"Nona biar saya antar saja..kebetulan saya ada urusan juga" sela Ray.
"Tapi__"
"Sudah biar di antar saja Genie" ujar Gio menyela.
"Huh..baiklah"
Tak berapa lama kemudian mereka telah sampai di panti.. terlihat anak-anak panti berlarian keluar dari dalam dan di susul ibu Camla yang tengah memeluk salah seorang anak panti yang seperti nya terluka.
Genie kalap melihat pemandangan itu..dia membuka pintu mobil dan langsung berlari menuju Bu Camla dan anak-anak panti..dia bertanya pada Bu Camla.
"Bu ada apa ini?" tanya Genie.
"Nak Genie hiks" Bu Camla.
"Hay baby kau sudah datang rupanya..wah aku sangat suka pertunjukan ini" ucap Sammy.
"Kau..bajingan..mau apa kau?" ucap Genie geram melihat tingkah Sammy.
"Mauku hanya satu yaitu...kamu baby" Sammy.
BUGHHHH......
"Arghhhhhh"
__ADS_1