MY DUDA IS PERJAKA

MY DUDA IS PERJAKA
Ep 81_Masih Berlanjut


__ADS_3

"Lanjutkan" ujar Ray pada anak buah Gian agar meneruskan kegiatan mereka.


Skip....


Kini setelah selesai dengan keluarga Sammy..Devani tengah berada di kandang Leon dan mencoba untuk mengambil kunci yang menggantung di leher Leon..dia merinding ngeri melihat Leon yang hanya duduk santai tanpa memperdulikan kehadiran nya.


Devani benar-benar ingin menghabisi Genie setelah bisa keluar dari tempat menyeramkan itu..lihat saja nanti jika dia sudah bisa keluar akan dia buat Genie menderita dua kali lipat dari yang dia dan orangtuanya rasakan.


Singkat nya kini kunci di leher Leon sudah berganti pindah di tangan nya ..Leon bahkan tak melawan saat kunci itu dia ambil tapi tatapan mata Leon mengisyaratkan bahwa dia akan memakan nya dalam waktu dekat ini.


Setelah mendapatkan kunci itu Devani bergegas keluar dari kandang Leon..dia tidak berani berlama-lama di kandang binatang itu.. bisa di ngap jika kelamaan.


"Mom,dad Devani akan membebaskan kalian..Devani dapat kuncinya" ujar Devani dengan wajah puas nya.


"Cepatlah Dev..kita harus bisa pergi dari sini" ujar sang ayah.


"Benar kata ayah mu Dev..segera buka borgol ini" tambah ibu nya.


"Iya Devani tau"


Devani langsung memilih-milih kunci yang kiranya pas dan tepat untuk membuka borgol di tangan kedua orangtua nya.


Dia dengan pertimbangan penuh mencoba memilih yang kira nya pas untuk membuka nya..pilihan nya jatuh pada satu kunci yang dia yakini adalah kunci dari borgol itu.


"Aku yakin ini adalah kunci yang pas" batin Devani merasa dia telah menemukan kunci yang tepat untuk membuka borgol di tangan kedua orangtua nya.


Devani mencoba membuka borgol itu namun keberuntungan tidak lah berpihak pada nya..itu bukan lah kunci yang tepat untuk membuka borgol itu..air muka nya berubah saat tau itu bukanlah kunci yang tepat.


Tanpa banyak tanya lagi dua anak buah Gian memegang tangan Devani yang terlihat gemetaran..Devani berteriak dan meminta di lepaskan tapi anak buah Gian tidak perduli dengan teriakan Devani.

__ADS_1


"Tidakkkkkk..lepaskan aku..lepaskannnn.. jangan.. jangan sakiti orangtuaku..jangannnnnnn" teriak Devani meminta di lepaskan karena dia tidak bisa melihat orangtuanya di siksa.


"Lepaskan ku mohon..lepaskan kami..nak Ray tolong nak" ibu Devani meminta di lepaskan dan memohon agar Ray berbelas kasih pada nya.


Ray..cih dia tidak perduli..dia hanya asik bermain rambut Genie yang harus dia membuat nya semakin jatuh hati pada kekasih tercinta nya itu.


"Sayang apa aku harus melepaskan mereka?" tanya Ray mengelus surai indah dan wangi milik Genie.


"Terserahmu saja sayang" ujar Genie tak mau tau namun teeluhat senyum menyeramkan di balik nya.


"Seperti nya tidak usah di lepas sayang.. aku tidak suka mereka..kalian lanjutkan saja jangan hiraukan teriakan mereka bila perlu bungkam mulut nya" ujar dua memberi perintah kepada anak buah Gian.


"Baik tuan" jawab mereka serempak.


Anak buah Gian langsung melancarkan aksi nya memberi lulur aspal pada kedua orangtua Devani..kedua nya berteriak saat merasakan aspal panas menyentuh kulit mereka.


"Arghhhhhh.. ampunnnnn.. arghhhhhh"


Teriakan dari kedua orangtua Devani membuat Devani menangis..dia marah kenapa harus orangtuanya yang menjadi korban akan kesalahan nya..dia tidak sadar bahwa dia sendiri juga melakukan hal yang sama seperti Ray dan Genie bahkan lebih dari yang Genie dan Ray lakukan.


"Mommyyy..daddyyyyyy lepaskan aku sialannnn arghhhhhh mommy Daddy..huhuhu kalian jahat..kalian bukan manusia.. aku akan membunuh kalian" teriak Devani meluapkan emosi nya.


Genie dan Ray hanya diam memandang pemandangan yang ada di hadapan mereka..jika ingin tau siapa yang lebih kejam di antara kedua belah pihak maka jawaban nya adalah pihak Devani dan Sammy karena mereka telah lebih dulu melakukan kekejaman yang tak termaafkan dengan menjadi dalang di balik meninggal nya Aneta.


Genie terdiam..dia benar-benar ingin mencabik-cabik Devani saat ini juga..tapi tidak dia harus menahan satu hari lagi untuk menghabisi nya..dia tidak boleh gegabah dalam bertindak..siksaan yang dia berikan belum seberapa jika mengingat lagi tubuh putri nya yang di penuhi lebam dan memar serta tulang yang patah dan retak di mana-mana dan satu lagi yang membuat Genie ingin segera menghabisi nyawa mereka yaitu Aneta telah di nodai oleh bajingan itu.


Sesak kian menghimpit dada Genie jika kembali mengingat kejadian mengejutkan di depan nya saat dia melihat putri nya di jatuhkan dari lantai 3 gudnag penyekapan itu..hancur perasaan nya kala itu.


"Sayang jangan begini..ingat dia sudah bahagia.. kendalikan dirimu" ujar Ray menenangkan Genie yang seperti nya kembali terbayang-bayang akan Aneta yang telah tiada.

__ADS_1


"B..ba..wa..a..ku..p..per..gi" ujar Genie terbata merasakan sesak di dadanya.


Ray panik..dia menggendong Genie dan membawa nya keluar sebelum itu dia memberi perintah pada anak buah Gian untuk kembali menyekap Devani serta Sammy dan keluarga nya di ruangan berbeda serta menyiksa mereka namun tidak sampai mati.


Ray pergi dan menuju mobil nya dengan masih menggendong Genie yang masih sesak nafas..bisa di bilang Genie memiliki trauma tentang kejadian dimana Aneta di jatuhkan dari lantai 3 di depan mata kepala nya sendiri.


Ray berusaha untuk mengendalikan trauma nya dan dia berhasil namun berbeda dengan Genie yang bahkan tidak bisa mengendalikan emosi nya..sampailah di mobil Ray memasukan Genie di kursi samping kemudi tentu dengan di bantu anak buah Gian sementara diri nay di kursi kemudi.


Ray meninggalkan tempat itu dan menuju rumah mau sendiri..dia khawatir dengan kondisi Genie..di lampu merah Ray menggunakan kesempatan itu untuk memberikan nafas buatan untuk Genie karena Ray tidak teha melihat Genie sesak nafas.


Syukur Genie bisa tenang setelah nya..dia mengemudi dengan stabil agar Genie bisa beristirahat dengan tenang.


"Sayang are you ok?" tanya Ray melihat sekilas ke arah Genie.


"Ya..thanks" jawab Genie lemas.


"Sudah jangan banyak bicara dulu.. istirahat lah" saran Ray pada Genie agar beristirahat.


"Hm"


#


#


"Devani sebenarnya apa yang telah kalian lakukan hingga kami menjadi tahanan seperti ini hah?" tanya ayah Devani yang masih belum paham akan situasi nya.


"Sammy kau juga kenapa kami jadi sasaran mereka.. sebenarnya apa yang telah kalian perbuat hingga mereka begitu marah dengan kalian hingga kami menjadi korban nya?" tanya ayah Sammy.


Baik Devani maupun Sammy mereka hanya diam tak berani menjawab..Sammy dan Devani tidak tau lagi bagaimana nasib nya setelah ini..mereka yakin Genie dan Ray tidak akan melepaskan mereka begitu saja..hanya da dua pilihan yaitu mati cepat atau mati lambat.

__ADS_1


__ADS_2