
Malvin dan Hailey sudah berada di apartemen Malvin..mereka masuk kedalam apartemen bersama-sama.. Hailey berjalan pelan karena perut nya masih sedikit nyut-nyutan.
Malvin juga tampak membantu Hailey berjalan dia tau kondisi Hailey belum baik-baik saja..dia tidak sejahat itu yang akan cuek saja ketika melihat seseorang membutuhkan bantuan nya.
"Pelan-pelan saja..kau istirahat lah di kamar Ir dan kamar ku ada di sebelah nya..jika butuh sesuatu katakan saja..ah satu lagi kau bisa bekerja jika kondisi mu sudah benar-benar fit jika belum jangan coba-coba melakukan apapun mengerti?" ujar Malvin memeringati Hailey agar tak berbuat macam-macam di saya kondisi nya yang belum sembuh total.
"Iya terimakasih Malvin..aku berhutang banyak padamu..entah kapan aku bisa membayarnya" ujar Hailey tampak terharu mendapati seseorang yang benar-benar mengerti diri nya juga peduli dengan nya.
"Baiklah kau istirahat saja untuk hari ini sebaik nya aku pesan makanan saja karena ku tidak bisa memasak dan kau juga belum bisa melakukan apapun karena kondisi mu masih perlu penanganan khusus..ah besok akan ada suster yang mengecek perkembangan kondisi mu..baiklah kau masuk lah ke kamar mu karena aku harus melakukan pekerjaan ku sebentar" uajr Malvin mengingatkan.
"Iya terimakasih sekali lagi" balas Hailey sangat berterimakasih kepada Malvin.
"Sama-sama"
Malvin masuk ke kamar nya karena dia harus membersihkan diri dan mengecek pekerjaan nya..dia tidak bisa berdiam diri begitu saja sedangkan bos nya sedang berkutat dengan pekerjaan padahal yang sebenarnya Ray sedang menemani Genie di kamar serta memijat Genie.
Bos mah bebas bang Malvin.
#
#
"Honey apa Malvin baik-baik saja?" tanya Genie saat sudah berada di pangkuan Ray.
"Hm dia baik-baik saja sayang..kata nya ada urusan penting" jelas Ray mengatakan ijin dari Malvin.
"Hmm baiklah..apa kau tidak ke kantor honey?" tanya Genie karena Ray tidak juga berangkat ke kantor padahal Malvin sedang cuti dan bos nya malah ikutan tidak berangkat ck benar-benar contoh yang buruk.
__ADS_1
"Aku bos nya sayang jadi bebas..aku memiliki banyak asisten dan sekertaris yang bisa menghandle pekerjaan kantor..bukan hanya Malvin saja asisten ku tapi masih ada yang lain karena Malvin adalah orang kepercayaan ku sekaligus asisten pribadi ku..kau paham kan?" ujar Ray menjelaskan pada Genie.
"Iya iya..bos mah bebas..honey aku mau mandi manik-manik..apa kau bisa menyiapkan nya" ujar Genie mengutarakan keinginan nya pada Ray.
Ray terdiam dan menelaah ucapan Genie..mandi manik-manik maksud nya manik-manik hiasan baju begitu..benarkah..kenapa tidak mandi uang saja kan lebih gampang lah ini manik-manik..ya tuhan.
"Sayang apa tidak bisa di ganti dengan mandi uang saja?" tawar Ray mencoba negosiasi dengan Genie.
"Tidak..aku mau nya mandi manik-manik dan ya harus berwarna hijau semua..cepat lah honey" Genie merengek agar cepat di siapkan pesanan nya.
Ray frustasi.. ada-ada saja tingkah dan keinginan bumil nya..apakah setiap ibu hamil seperti ini,keinginan nya aneh-aneh..harus ekstra sabar menghadapi mood bumil karena mod nya sudah seperti rollercoaster yang kadang naik kadang turun.
Ray beranjak dan memulai mengambil ponsel nya untuk menghubungi seseorang yang bisa menyediakan manik-manik dalam jumlah banyak dan sesuai keinginan Genie.
Apapun untuk Genie Istri tercinta nya.. Selesai dengan urusan manik-manik kini Ray menatap wajah cantik istri nya..semakin di tatap semakin Ray jatuh dalam pesona nya..apakah seperti ini aura bumil.
Genie membalas pelukan Ray takf kalah hangat nya juga membalas ungkapan perasaan nya..tak pernah bosan mereka saling mengutarakan isi hati nya..malah semakin hari semakin bertambah besar rasa cinta nya.
Ray mulai melakukan tugas nya yaitu meraba dan merem mas..dan adegan pemersatu bangsa pun terjadi di antara keduanya sebelum mandi manik-manik.
#
#
"Malvin emm apa kau bisa membelikan ku pembalut..maaf sebelum nya tapi masih ada sisa darah yang keluar dari area sensitif ku..maaf jika merepotkan" ujar Hailey mengutarakan maksud dari permintaan nya.
Malvin terdiam..shitt kenapa dia sampai lupa dengan barang satu itu oh god bagaimana ini..huhh terpaksa dia harus membeli nya di toserba yang ada di lantai bawah.
__ADS_1
"Baiklah.. aku tinggal sebentar" ujar Malvin menyanggupi permintaan Hailey karena dia juga tidak ingat akan roti satu itu.
"Terimakasih..tapi jika kau malu biar aku saja yang beli kau tunjukkan saja dimana tempat nya" ujar Hailey bermaksud membeli sendiri karena dia merasa Malvin pasti akan malu.
"Tidak apa-apa..istirahat lah aku pergi dulu" Malvin tetap beranjak dan keluar dari apartemen nya menuju toserba di lantai dasar.
"Baiklah"
Hailey duduk di sofa ruang tamu apartemen Malvin..butuh seminggu bahkan lebih agar kondisi nya benar-benar fit seperti awal..dia tidak mau merepotkan orang lain tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa.
Sementara Malvin dia sudah sampai di toserba lantai bawah..dia masuk dan mulai bertanya mengenai roti yang hanya perempuan yang memiliki nya.. Malvin di tunjukkan oleh pegawai toserba itu dengan berbagai macam merek.
Malvin sempat bingung tapi pegawai toserba itu membantu Malvin dengan sangat sabar..dia menunjukkan merek yang mana saja yang bagus..Malvin pun menyebutkan guna roti spesial itu.
Setelah membeli setidak nya 1 kantong sedang berbagai macam merek dan jenis nya Malvin kembali ke apartemen namun di tengah jalan dia bertabrakan dengan seseorang.
Setelah saling meminta maaf tepat nya Malvin yang meminta maaf kepada orang itu karena dia tidak mau membuat masalah.
Malvin kembali ke unit nya..dia masuk dan mendapati Hailey tengah memejamkan mata nya dengan kepala bersandar di sandaran sofa..seperti nya keputusan nya untuk mengajak Hailey tinggal bersama sudah tepat.
"Ely" panggil Malvin pelan
"Ah kau sudah kembali..apa kau banyak di tanyai pegawai nya..maaf jika membuat mu malu akan permintaan ku" tanya Hailey tidak enak karena sudah meminta tolong pada Malvin untuk membeli pembalut.
"Tidak apa..ini ambil lah aku tidak tau merek apa yang biasa nya kau gunakan jadi aku membeli yang kualitas nya bagus" ujar Malvin menyerahkan sekantong pembalut pada Hailey.
Wajah Hailey tentu saja memerah malu..astaga dia benar-benar malu mau di taruh dimana muka nya.
__ADS_1
"Terimakasih Malvin..kau benar-benar baik" ujar Hailey berterimakasih kepada Malvin.