
Tindakan Genie tentu saja membuat Ray membelalakkan matanya..astaga dia sudah gila apa..Ray langsung menghampiri Genie dan merebut cutter itu dari tangan Genie..Lalu membuang nya.
"Apa yang kau lakukan hah?" tanya Ray meninggikan suara nya dan meraih tangan Genie kemudian dia tarik agar Genie duduk kemudian dia mengambil kotak obat untuk mengobati luka Genie.
"Kenapa kau marah..santai saja sayang" ucap Genie santai membiarkan tangan nya di obati Ray.
Sedangkan Ray..dia benar-benar kesal dengan tindakan Genie..bagaimana bisa kekasih nya ini bertindak seperti tadi..astaga dia benar-benar hampir jantungan tadi.
"Kau itu kenapa malah menyayat telapak tangan mu..apa sudah gila?" tanya Ray menahan geram.
"Ck..aku hanya mencoba apakah cutter nya tajam atau tidak..aku tidak suka bermain dengan benda tumpul kecuali benda tumpul yang satu itu" ujar Genie menjelaskan bahwa dia lebih suka benda tajam namun ada pengecualian dan mata nya kini terarah pada sesuatu yang masih tidur.
"Ck..kenapa kau jadi mesyum sih..sudah besok saja memberi nya pelajaran biar dia di garap para anak buah Kaka mu saja..ayo pulang" ujar Ray mengerti dengan apa yang Genie maksud dan mengajak mau pulang karena tangan Genie butuh di obati lebih intensif.
"Huhh baik lah..padahal aku sudah sangat bersemangat y menghajar nya ck menyebalkan" Genie masih menggerutu kesal karena dia terpaksa harus bermain besok.
"Siapa yang menyuruhmu melukai telapak tangan mu hm?" tanya Ray menatap lekat Genie
"Iya..iya..maaf aku salah..ya sudah ayo pulang" akhirnya Genie pasrah dan menurut pada Ray karena dia tidak kuat di tatap begitu oleh nya.
"Kalian urus dia..lakukan sesuka kalian tapi jangan sampai dia mati karena nona kalian belum memberi nya pelajaran" titah Ray pada anak buah Gian untuk melakukan apapun yang mereka suka asalkan tidak sampai mati.
"Baik tuan"
Setelah nya Ray dan Genie memilih pulang agar besok Genie bisa melakukan apapun pada Devani..andai saja tangan Genie tidak terluka pasti mereka akan melakukan seperti yang biasa mereka lakukan tapi kali ini tidak bisa karena tangan Genie terluka dia juga tidak mungkin memaksa Genie melakukan nya.
Sampailah mereka di rumah..Genie dan Ray turun dan amsuk kedalam bersama-sama..Ray menggandeng Genie yang seperti nya terlihat lelah..dia membawa Genie ke kamar agar bisa beristirahat dengan nyaman.
"Tidur lah.. aku mau mandi dulu hm" ujar Ray menyuruh Genie tidur sementara dia mandi.
"Hm" genie menjawab singkat.
Setelah Genie terlelap Ray masuk kedalam kamar mandi untuk menenangkan sesuatu yang terbangun..ck di waktu tidak tepat seperti ini saja masih bisa bangun kau..menyebalkan sekali sih.
#
#
"Seperti nya kalian saja yang bermain dengan nya..aku tak mau menghianati kekasihku" ujar salah satu anak buah Gian.
"Benar aku juga tak mau istriku kecewa"
__ADS_1
"Aku juga tidak mau karena istriku sedang hamil"
"Baiklah untuk yang jomblo silahkan kalian menggarap nya sesuka hati..kami yang sudah memiliki pasangan tidak sudi menerima modelan begini"
"Baiklah..kalian kelaut saja biar kami yang menggarap nya..selama belum memiliki pasnagan kami tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini"
Akhirnya anak buah Gian menggarap Devani beramai-ramai..tak tanggung-tanggung 10 orang sekaligus..Devani begitu terpukul karena dia benar-benar sudah tidak memiliki kesempatan untuk kabur lagi.
Dia hanya bisa menangis dan menikmati apa yang tubuh nya terima..anak buah Gian bergilir hingga Devani tak sadarkan diri lagi setelah berkali kali pe lepas an.
#
#
Keesokan harinya......
Genie dan Ray sudah bersiap untuk pergi ke markas kematian..Genie sudah baik-baik saja karena Ray benar-benar merawat bayi dengan intensif hingga luka Genie Lebih cepat mengering.
"Apa kau sudah siap sayang tapi ingat jangan lakukan hal itu lagi kalau tidak mau aku marah besar mengerti?" ujar Ray memperingati Genie.
"Iya sayang..maaf aku kemarin hanya mencoba saja" ujar Genie masih tidak terima.
"Kau masih melawan hm..atau tidak usah kemana-mana bagaimana?" ujar dua sedikit mengancam agar Genie kapok.
"Baiklah..ayo" akhirnya Ray mau menuruti keinginan Genie yang terlihat sudah tidak sabar untuk menghajar Devani.
Skip...
"Devani..Devani..seorang top model yang begitu murahan hingga melakukan berbagai cara untuk mendapatkan posisi sebagai seorang top model bahkan rela menjual diri demi popularitas..ck..ck..ck sayang sekali..baiklah aku tidak suka berbasa-basi lepaskan ikatan nya biar dia melawan ku karena aku tidak ingin menjadi seorang pengecut seperti nya" ujar Genie mengejek sekaligus menyindir Devani.
"Baik nona"
Ikatan tangan dan kaki Devani pun di lepaskan oleh anak buah Gian sesuai perintah Genie..sementara Ray dia hanya duduk di samping Leon yang masih asik menikmati elusan tangan Ray.
Ray dan Leon beserta anak buah Gian akan menjadi penonton dari pertarungan yang pasti akan di menangkan oleh Genie..tidak apa-apa lah sesekali menjadi supporter tanpa bayaran.
Setelah tangan dan kaki nya terbebas Devani langsung berjalan cepat hendak mengajar Genie namun kecepatan dan kegesitan Genie patut di acungi 10 jempol karena tidak terprediksi.
Bughhhh....
"Arkhhhhhhh..sialan kau"
__ADS_1
Bughhhh....
"Arkhhhhhhh..lepaskan aku arghhhhhh"
"Melepaskan mu..ck..ck..ck jangan mimpi sebelum kau mati di tangan ku"
Bughhhh.....
"Arghhhhhh"
"Ini balasan untuk setiap luka di tubuh anakku"
Bughhhh...
"Ini balasan untuk setiap rintihan kesakitan yang anakku suarakan namun tak di indahkan"
Srettttttt....
"Arkhhhhhhh"
"Ini balasan dari setiap goresan yang anakku terima"
Krakkkkk.....
"Ini balasan dari setiap tulang yang patah milik anakku"
Dughhhh.....
"Dan ini balasan dari setiap bagian tubuh anakku yang dia siksa dengan keji nya atas perintah kalian para iblis terkutuk"
Bughhhh....
Plakkkkk....
Brakkkkk....
Genie menyerang Devani dengan membabi buta hingga Devani tak sadarkan diri..Genie tak membiarkan Devani tidur dengan nyenyak dia meminta air panas untuk menyiram Devani agar Devani segera sadar dan Genie melanjutkan kegiatan nya.
Byurrrrrr...
"Aku tak menyuruhmu tidur"
__ADS_1
"Ka..kau..kau b..bu..kan..ma..manu..s.. sia" ujar Devani terbata karena tubuh nya bagaikan remuk tiada bertulang.
"Jika aku bukan manusia lalu kalian apa hah.. aku menghajar mu karena kau dengan berani dan kejam nya menargetkan anak kecil yang hanya tau menangis dan mengadu sedangkan kau..kau bisa melawan ku,kau bisa membalas setiap pukulan ku, tapi dia..dia bahkan tidak bisa berbuat apapun lagi karena fisik mau masih kalah jauh dari iblis baidab itu..jika kau memang dendam pada ku maka lampiaskan saja padaku tidak oerlu kau membawa-bawa orang lain kedalam dendam mu..karena kau sudah berani menargetkan orang lain maka aku juga bisa melakukan hal yang sama dengan mu..kalian bawa keluarganya ke sini dan siksa mereka apapun yang kain mau di hadapan nya agar dia tau rasa nya sakit yang teramat sangat" ujar Genie.