MY DUDA IS PERJAKA

MY DUDA IS PERJAKA
Ep 103_Biarkan Saja


__ADS_3

"Jadi seperti ini kalian memperlakukan putri ku hah?" ujar si wanita itu yang tak lain adalah ibu Revya.


"Malena..apa maksud mu?" tanya mama Ray tak paham.


"Cih..kau berpura-pura tak tau setelah memperlakukan putri ku dengan kejam hah..hanya demi wanita seperti dia yang bahkan tak sederajat dengan keluarga ini..kau bodoh ka,kau juga Kaka ipar dan kau Ray kau tak pernah berubah sejak dulu masih saja tak bisa memilih yang lebih baik lihat lah kampungan sekali istri mu itu..apa kau menemukan nya di jalanan Ray?" ujar Malena adik ibu Ray dengan seenaknya menghina Genie.


"Jaga bicaramu Malena..kau tak tau apapun mengenai keluarga kami..jangan bicara yang tidak-tidak" ujar ayah Ray geram dengan ocehan adik ipar nya.


"Cih..kau yang tak tau mana yang baik dan mana yang buruk..perempuan seperti dia kalian puja-puja bagaikan ratu sementara anak ku yang keluarga kalian sendiri kalian perlakuan dengan seenak nya bahkan hanya karena wanita seperti dia kalian mengusir anak ku dengan tidak sabar nya..kalian tega pada keponakan kalian sendiri hanya demi wanita seperti dia cih aku benar-benar ingin melihat wajah aslimu jallang" ujar Marlena mengungkapkan isi otak nya yang telah di cuci oleh anak angkat nya sendiri.


Ray terlihat geram mendengar istrinya di hina di depan mata nya..dia hendak menghampiri Malena dana mencekiknya namun Genie menahan nya dengan santai.


"Tidak usah di pikirkan.. aku tidak apa-apa honey..tong kosong nyaring bunyinya begitu juga dengan hem siapa itu namanya rafia ah Revya..dia hanya tak terima aku menjadi bahan perhatian kalau semua maka nya dia berkata yang tidak-tidak pada ibu nya..seperti nya mereka memang sepasang manusia yang dangkal otak nya" ujar Genie santai menatap Malena tajam.


"Kau berani sekali kau berkata seperti itu..kau tidak tau siapa aku..akan aku tuntut kau atas perbuatan tak menyenangkan" uajr Malena geram dengan ucapan Genie.


"Pergi dari sini atau kau akan menyesal" uajr Ray berkata dengan geram.


"Pergi dari sini..kau pikir hanya kalian yang boleh tinggal di sini..ingat keponakan ku ini rumah orangtua ku juga asal kau tau itu" Malena menatap keempat orang di depan nya dengan geram.


"Baiklah..mom,dad,honey jika besok terdengar kabar buruk maka jangan bertanya apapun padaku karena aku tak kenal ampun..kau tau bukan honey..baiklah aku ke atas dulu ada keperluan dan jangan mengikuti ku" ujar Genie memperingati Ray agar tak mengikuti nya.


"Sayang.. aku ikut bersama mu..apapun terserah padamu..aku tak perduli" ujar Ray mengekor di belakang Genie.

__ADS_1


Malena melihat pemandangan menjengkelkan di hadapan nya begitu geram..bahkan Ray begitu sayang dengan istri nya yang tak ada satu level pun di banding Revya.


"Lihat lah pelet apa yang telah menantu kalian pakai hingga Ray bagaikan babi yang mengikuti pemilik nya..cih menjijikan" ucap Malena menatap tak suka pada kedua kakak nya.


"Jaga bicaramu Malena..kau tak tau apapun mengenai menantuku..jangan sampai kau menyesal" mama Ray memperingati adik nya agar tak semena-mena dalam bertingkah.


"Ck..diam lah kau tak usah ikut campur..jika kalian berani mengusir anak ku lagi lebih baik kalian angkat kaki dari rumah ini" setelah mengatakan itu Malena pergi menuju kamar nya dan menelfon anak nya agar kembali.


Setelah Malena masuk kedalam kamar nya mama Ray dan ayah Ray duduk di sofa sambil memijat kepalanya yang tiba-tiba pusing.


"Ck..sejak awal memang firasat ku tidak enak dengan masuk nya anak itu ck terbukti kan dia membuat dua saudara perang dan bahkan mengadu domba..huhhh aku tak tau jika tuan Rey tau masalah ini..habis lah kita" ujar ayah Ray mengutarakan isi otak nya yang memang tak suka dengan masuk nya Revya kedalam keluarga Cartwright.


Mamah Ray hanya diam tak menjawab dia juga memikirkan hal yang sama seperti suami nya..entah lah apa yang akan tuan Rey dan keluarga Genie lakukan jika sampai tau anak nya di hina seperti ini.


Sementara itu di kamar Genie dan Ray kini Genie tengah duduk santai sambil memainkan ponsel nya..dia menghubungi kakak nya Gio untuk melakukan sesuatu pada usaha Malena karena entah lah mood Genie tiba-tiba menjadi lebih anjlok dan super kesal.


Genie hanya diam sambil membaca balasan pesan dari kakak nya sesekali dia juga tertawa dan tersenyum melihat balasan dari Gio.


"Sayang kenapa senyum-senyum sendiri..kamu chat sama siapa sayang?" tamat Ray yang cemburu melihat Genie senyum-senyum di depan ponsel nya.


"Ck jangan ganggu" Genie berdecak kesal karena di ganggu Ray padahal dia sedang serius membahas tentang langkah-langkah yang akan mereka ambil untuk menghadapi Malena.


"Iya sayang maafkan aku..apa kau mau kita ke rumah

__ADS_1


Daddy mu saja sayang" ujar Ray meminta maaf dan bertanya pada Genie.


"Untuk apa?" tanya Genie heran.


"Aku takut kau tak nyaman sayang.. aku tak mau kau merasa sakit hati karena aunty Malena..jika di rumah Daddy Rey kau tak akan di perlakukan seperti ini..maafkan aku sayang" ujar Ray menjelaskan alasan kenapa dia mengajak Genie tinggal di rumah Rey.


"Ck.. tidak usah di pikirkan..biarkan saja dia mau bicara apa aku tak terlalu menanggapi nya" ujar Genie menenangkan Ray yang melihat tak enak pada nya.


"Tapi aku benar-benar tak bisa mendengar orang lain menghina mu sayang..lebih baik kita menjauh dari pada seperti ini" Ray masih kekehdl dengan pendirian nya.


"Honey..kau tak mempercayai ku?" tamat Genie menatap Ray serius.


"I trust you sayang but__" belum selesai Ray berucap sudah Genie potong.


"Ssstt..jika kau percaya pada ku maka ikuti saja permainan yang akan aku lakukan..oke honey?" ujar Genie mengusap wajah Ray yang terlihat seperti membawa beban berat.


"Baiklah aku akan ikuti permainan mi..tapi ingat jaga diri mu juga sayang..aku tak mau kau kenapa-kenapa" pesan Ray agar Genie juga menjaga dan memperhatikan diri nya.


"Iya honey.. I promise..I love you Ray" ucap Genie membuat Ray jatuh cinta berkali-kali pada Genie.


"Oh sayang..I love you so much" balas Ray dana langsung menyergap bibir Genie yang membuat nya candu.


Mereka berkissing dan saling memeluk membagi ketenangan satu sama lain.

__ADS_1


__ADS_2