MY DUDA IS PERJAKA

MY DUDA IS PERJAKA
Ep 133_Calon Istriku


__ADS_3

"Cih..sombong sekali kau jallang"


Billy hanya menatap lekat Hailey yang tampak lebih cantik dari sebelum nya..dia jadi ingin menyeret Hailey ke ranjang.


"Siapa yang kau sebut jallang?" tanya seseorang yang berada di belakang Billy.


Bilky menoleh ke belakang dan melihat sosok pria tampan nan kekar tengah menatap nya tajam..pria itu yang tak lain adalah Malvin awal nya tak tau bahwa Hailey tengah di usik oleh mantan suami durjana nya.


Saat Malvin merasa aneh dengan perasaan nya dia lebih memilih kembali ke tempat Hailey yang tengah memilih bumbu dapur.


Benar saja dugaan nya ternyata Hailey tengah di ganggu oleh masa lalu nya yang tak layak di sebut masa lalu.


"Siapa kau?" tanya Billy.


"Aku..lalu kau sendiri?" tanya balik Malvin.


"Ck.. aku bertanya padamu lebih dulu sialan" ujar Billy kesal.


"Lalu?" jawab Malvin santai.


"Kau siapa dan apa urusan mu dengan masalah kami?" tanya Billy.


Billy menatap lekat Malvin yang semakin mendekati nya namun sesaat kemudian Malvin berpindah di sisi Hailey dan merangkul pinggang nya.


Hal itulah membuat Billy tak suka..dia kesal karena niat nya dia ingin menyeret Hailey ke ranjang nya namun malah gagal.


"Kenalkan..Malvin calon suami Hailey" ujar Malvin memperkenalkan diri.


"Kau..hahaha astaga kalian lucu sekali.. Hailey kau menggunakan trik murahan ini untuk mengelabuhi ku begitu..ck..ck..ck jangan harap aku percaya padamu..lebih baik kau ikut aku dan kita bersenang-senang sudahi sandiwara mu itu sayang" ujar Billy tak percaya dengan ucapan Malvin.


"Kau tak percaya silahkan..ayo sayang kita belanja lagi" ajak Malvin menggandeng Hailey meninggalkan Billy.


Billy tampak kesal dan murka..dia menyusul kedua orang itu dan menarik tangan Hailey kasar hingga Hailey terjatuh dan tersungkur di lantai.


"Arkhhh" jerit Hailey.


"Apa-apaan kau hah?" ujar Malvin marah karena ulah Billy.


"Aku ingatkan sekali ini padamu..tinggalkan jallang ini karena dia peliharaan ku" ujar Billy menatap marah Malvin.


Malvin tampak geram namun dia menormalkan kembali emosi nya..dia membantu Hailey bangun dan membawa nya ke belakang tubuh nya.


"Sudah Malvin tinggalkan saja dia..jangan di ladeni" ujar Hailey memegang lengan Malvin erat.


"Ssstt jangan takut ada aku" Malvin menenangkan Hailey yang ketakutan.


"Jallang sini kau berani nya kau pergi tanpa ijinku hah..kau harus ku hukum" ujar Billy berteriak memanggil Hailey.


Hailey tampak semakin ketakutan dia semakin erat memegang lengan Malvin.


Malvin tau Hailey ketakutan dia memeluk Hailey kemudian dia menyuruh Hailey untuk mundur sedikit.

__ADS_1


"Mundur dan jangan sekali-kali mendekat jika belum ku suruh..paham?" ujar Malvin pelan dan lembut.


"Tidak..jangan meladeni nya..ayo pulang Malvin"


"Percaya lah"


"Tapi__"


"Ssstt kau percaya padaku?"


Hailey mengangguk sebagai jawaban.


"Maka menurut lah"


Akhirnya Hailey menurut dia menjauh sedikit entah apa yang akan Malvin lakukan.


Sedetik kemudian sebuah rintihan kesakitan terdengar dari mulut Billy.


Bughhhh...


"Arghhhhhh.. kau"


Bughhhh....


"Arkhhhhhhh"


Bughhhh....


Bughhhh...


"Ini balasan untuk setiap luka yang kau goresan pada tubuh calon istri ku"


Bughhhh....


"Dan ini balasan untuk kau yang dengan tega nya melenyapkan anak mu sendiri yang masih dalam kandungan nya..kau pantas mati dari pada hidup sekejam ini..ingat lah di atas langit masih ada langit..karma akan menanti mu suatu saat nanti.. tunggulah sampai kau benar-benar mendapatkan karma mu"


Billy tak berkutik dengan bogeman dari Malvin..dia terlalu kurang persiapan.


Malvin meninggalkan tempat itu dan menawan Hailey serta belanjaan mereka menuju kasir.


Billy menjadi bahan tontonan orang-orang yang berkunjung di sana.


"Tenang lah semua akan baik-baik saja" Malvin menenangkan Hailey.


"Aku tak mau kemana-mana lah setelah ini" ujar Hailey tak ingin kemana-mana lagi setelah kejadian hari ini.


"Iya terserah kau saja" Malvin menuruti keinginan Hailey dia juga berpikir demikian.


Mereka selesai dengan urusan belanjaan nya..Malvin mengajak Hailey pulang dan memesan makanan lewat online saja.


Malvin tak mau Hailey kelelahan karena dia tau Hailey belum sepenuh nya sehat..di tambah kejadian tadi pasti mood nya tak baik-baik saja.

__ADS_1


Sampai lah mereka di apartemen..Malvin membawa belanjaan nya dengan Hailey membawa sekantong buah di tangan nya.


Mereka naik ke unit Malvin..sesampai nya di unit mereka kedua nya masuk dan mulai menata belanjaan mereka.


Hailey menata semua belanjaan mereka karena Malvin mendapatkan panggilan dari bos nya..Malvin mengangkat panggilan dulu karena itu mungkin penting.


Malvin di kamar nya dan tengah berbicara dengan bos nya lewat telefon.


Hailey telah selesai menata semua belanjaan nya..dia mencuci tangan nya kemudian mulai memotong buah untuk nya dan Malvin.


Benar dia tak sedang dalam mood yang baik..dia sangat jengkel dan sakit hati mendengar ucapan Billy tadi..sungguh ingin sekali sekali Hailey pergi sejauh mungkin agar tak melihat Billy lagi.


#


#


"Sayang kau tak mau ke kantor Ray?" tanya Laura pada Genie.


"No mom..aku sedang malas" jawab Genie jujur.


"Ya tuhan sayang..oke baiklah terserah kau saja" Laura menyerah membujuk Genie untuk ke kantor Ray.


Laura membiarkan Genie yang tengah asik memakan buah di piring nya..setidak nya mood Genie tak berantakan hari ini.


Ray tak masalah meski Genie bermalas-malasan sekalipun toh dia tetap akan memanjakan dan menuruti keinginan Genie.


Itu juga bukan keinginan Genie melainkan keinginan anak nya yang masih dalam kandungan..dia fine-fine saja.


Selama Genie senang dia juga akan senang.


Di kantor Ray tengah memeriksa beberapa dokumen yang membutuhkan tanda tangan nya..setelah Malvin pulang dia ke kantor untuk memeriksakan pekerjaan.


Dia juga sempat menelfon Malvin untuk bertanya apa saja yang harus dia lakukan hari itu karena dia tidak masuk kantor sudah lama sejak kehamilan Genie.


"Tuan" panggil salah satu sekertaris Malvin.


Ray mendongak menatap siapa yang berani masuk tanpa mengetuk pintu lebih dulu.


"Siapa kau?" tanya Ray datar.


"Saya Tresa sekertaris baru tuan" ujar Tresa memperkenalkan diri.


"Mau apa kesini?" tanya Ray masih mode datar.


"Emm apa tuan mau saya buatkan kopi atau ada yang lain nya yang anda butuhkan mungkin?" Tresa menawarkan kopi atau hal lain pada Ray.


"Hanya itu?" tanya Ray.


Tresa bagai mendapatkan lampu hijau dia tersenyum.. seperti nya tuan Ray tertarik.


"Emm apa tuan mau makan malam bersama saya atau__" belum selesai Tresa berujar Ray sudah memotong nya.

__ADS_1


"Keluar" ujar Ray memotong ucapan Tresa yang semakin melantur.


__ADS_2