
"Ely" panggil Malvin pelan
"Ah kau sudah kembali..apa kau banyak di tanyai pegawai nya..maaf jika membuat mu malu akan permintaan ku" tanya Hailey tidak enak karena sudah meminta tolong pada Malvin untuk membeli pembalut.
"Tidak apa..ini ambil lah aku tidak tau merek apa yang biasa nya kau gunakan jadi aku membeli yang kualitas nya bagus" ujar Malvin menyerahkan sekantong pembalut pada Hailey.
Wajah Hailey tentu saja memerah malu..astaga dia benar-benar malu mau di taruh dimana muka nya.
"Terimakasih Malvin..kau benar-benar baik" ujar Hailey berterimakasih kepada Malvin.
Malvin membalas nya dengan senyuman nya..setelah nya mereka masuk ke kamar masing-masing..kebetulan hari semakin siang dan waktu nya mereka makan siang..Malvin memesan makanan untuk mereka berdua.
Setengah jam kemudian suara bel berbunyi..Malvin keluar dari kamar nya dan membuka pintu apartemen nya..makanan nya telah datang.
"Permisi tuan apa benar ini unit nya tuan Malvin?" tanya pengantar makanan tersebut.
"Ya benar" jawab Malvin singkat menerima makanan nya enak membayar serta memberikan tips pada pengantar makanan pesanan nya.
"Terimakasih tuan..kalau begitu saya pamit permisi" ujar si pengantar makanan pamit pada Malvin.
Malvin hanya mengangguk dan masuk kedalam spare nya lagi..dia menata makanan nya di atas meja makan..setelah nya Malvin memanggil Hailey untuk makan siang dulu.
Tok....
Tok.....
Tok.....
"Ely" panggil Malvin.
__ADS_1
Ceklek.....
Pintu terbuka dan tampak lah Hailey yang sudah berdiri di ambang pintu menatap Malvin.
"Ya..apa ada yang bisa ku bantu Malvin?" tanya Hailey.
"Tidak..ayo makan siang dulu..kau harus meminum obat setelah makan agar cepat sembuh" ujar Malvin mengajak makan siang bersama.
"Makan siang..ah baiklah terimakasih"
Hailey dan Malvin berjalan menuju ruang makan..Hailey di bantu Malvin berjalan dengan pelan karena perut Hailey masih belum bisa terkena tekanan atau hentakkan meski jalan sedikit cepat sekalipun.
"Duduk lah" ujar Malvin menarik kursi untuk Hailey.
Hailey tentu terharu mendapati perlakuan bak ratu dari orang yang baru dia kenal..ya tuhan masih banyak orang baik di dunia ini ternyata.
"Sama-sama..ayo makan"
Mereka makan dengan tenang.. Hailey juga tampak menikmati makanan nya begitu pun dengan Malvin yang baru pertama kali nya makan di temani seseorang, biasanya dia hanya sendirian di setiap hari nya.
"Ely" panggil Malvin mengalihkan perhatian Hailey.
"Ya" jawab Hailey menatap Malvin.
"Anggap aku keluargamu.. aku juga ingin merasakan bagaimana mempunyai keluarga..apa bisa?" ujar Malvin mengutarakan permintaan nya.
Hailey tentu saja terdiam..dia tidak tau harus menjawab apa..mereka masih sama-sama mengenal..apa pantas dia yang tak memiliki apa-apa menjadi keluarga bagi Malvin..rasa nya dia bagai kan bermimpi.
"Apa aku pantas?" tanya Hailey ragu akan diri nya.
__ADS_1
"Siapa yang peduli dengan pantas dan tidak nya..apa kau mau mencoba suatu hubungan dengan ku..kita bisa menjalani nya dulu tanpa paksaan..kita nikmatin setiap proses nya.. bagaimana?" tanya Malvin menawarkan suatu hubungan yang jelas.
"Maksud nya?" tanya Hailey bingung.
"Apa kau mau menjadi kekasihku..aku tidak memaksa kau boleh menolak nya jika kau tahu..aku tidak ada maksud lain karena aku merasa memiliki keluarga setelah kehadiran mu di sini.. sebelum nya aku hanya seorang diri karena orangtua ku sudah tiada sejak usia ku 10 tahun..mereka meninggalkan ku sendirian tanpa sanak saudara..mereka kecelakaan dan tak bisa di selamatkan..maka dari itu setelah kau di sini aku merasa memiliki keluarga lagi" jelas Malvin menjelaskan mengenai apa yang dia rasakan.
Hailey tampak terdiam..dia masih beruntung memiliki orangtua lengkap meski orangtuanya begitu kejam menjual nya demi membayar hutang mereka sedangkan Malvin ya tuhan apa yang harus dia lakukan.
"Tidak usah di jawab sekarang tidak apa-apa..kau lihat saja nanti dari perlakuan ku karena aku serius padamu aku benar-benar ingin melindungi mu meski kita baru kenal tapi aku tidak tau kenapa rasanya begitu ingin menjaga mu dari lelaki brengsek itu..sudah sekarang lebih baik kau fokus untuk kesembuhan mu dulu" ujar Malvin menjelaskan mengenai yang ia rasakan pada Hailey.
"I..iya" jawab Hailey terbata karena jujur dalam diri nya dia malah menyisakan trauma mendalam karena perlakuan Billy sewaktu dia masih menjadi istri nya.
Malvin sudah menyelidiki latar belakang Hailey juga mantan suami brengsek Hailey juga status Hailey..Malvin tak ingin terlibat masalah di lain waktu karena menjaga istri orang maka dari itu dia memilih untuk menyelidiki nya sesegera mungkin sebelum menawarkan perlindungan pada nya.
"Entah langkah ku sudah benar atau salah tapi aku benar-benar merasa kasihan pada nya..semoga aku memilih pilihan yang tepat" batin Malvin memantapkan pilihan nya untuk melindungi Hailey dengan cara menikahi nya meski tak ada cinta di antara mereka tapi tidak apa-apa setidak nya Hailey sudah ada di tangan yang benar.
Malvin juga tau pasti ada rasa trauma yang Hailey alami sejak berada di rumah mantan suami brengsek nya.. Malvin tak mau memaksakan kehendak terhadap Hailey..dia tau Hailey baru lepas dari lelaki brengsek itu dia tidak ingin Hailey ketakutan pada nya karena paksaan.
Biarkan seperti air mengalir d an jalani seiring berjalan nya waktu dan perlahan pasti hati Hailey akan terbuka karena dia tau Hailey adalah orang yang baik dan hangat juga penyayang.
"Ely aku akan ke kantor sebentar karena ada sedikit pekerjaan..kau tidak apa-apa kan aku tinggal sebentar tidak lama sebelum jam 6 aku sudah pulang" ujar Malvin berpamitan karena dia ada pekerjaan di kantor.
"Iya tidak apa-apa..aku baik-baik saja maaf pasti kau kerepotan ya karena harus mengurus ku?" ujar Hailey tampak tidak enak sudah merepotkan Malvin.
"Hey sudah aku bilang aku tidak apa-apa..hanya sedikit pekerjaan..baiklah ingat jangan melakukan apapun karena aku tak main-main dengan ancaman ku mengerti?" ujar Malvin mengusap kepala Hailey dan pergi.
Hailey tampak terdiam namun seketika dia tersenyum dan merona..secepat itu kah dia bisa membuka hati nya untuk Malvin..ya tuhan jika memang Malvin yang terbaik yang telah kau pilihkan untuk Hailey maka persatukan mereka.
"Dia manis sekali tidak seperti___ah sudah lah dia dan lelaki brengsek itu jauh berbeda..Malvin sangat baik meski tidak mengenal ku..apa aku bisa membuka hati untuk nya..ya tuhan aku harus bagaimana menyikapi nya.. aku tersentuh dengan perlakuan manis nya tapi aku takut jika itu hanya kedok semata" ujar Hailey tengah gundah gulana memikirkan lagi perasaan nya.
__ADS_1