
"Wow..wow..wow..Seorang model terkenal yang sudah hancur karirnya tengah duduk sendirian di taman..astaga ada gerangan apa kah dengan nya..apa kau ingin mengakhiri hidup mu sekarang..wah sangat di sayangkan jika memang benar" ujar Genie sedikit memuji lalu mengejek nya.
"Kau..mau apa kau di sini hah..pergi sana" usir Devani ketiak melihat Genie yang akan menggangu janjian nya dengan Ray.
"Astaga kau seperti buldog saja..galak" ejek Genie tersenyum lebar.
"Apa kau bilang..kau mau mati hah" bentak Devani tak tahan dengan ejekan yang Genie lontarkan.
"Wowwww..aku takut loh kalau kau begitu tapi bohong ahahahha" Genie masih kekeh berdiri di sana dan terus mengejek Devani hingga Devani kesal dan hendak memukul nya namun dengan cepat Genie mengelak hingga Devani terjatuh di atas rumput.
"Upss....kau baik-baik saja?" tanya Genie bertingkah seakan perhatian pada Devani.
"Dasar wanita sialan..mati saja kau arghhhhhh" teriak Devani bangun dan menghampiri Genie hendak memukul mau lagi namun telat.
Bughhhh.....
"Arkhhhhhhh"
Sabetan tas mahal Genie berhasil ia daratkan tepat pada wajah Devani dan membuat wajah Devani memerah serta mengeluarkan darah dari hidung dan bibir nya.
"Kau..arghhhh..sialan kau" teriak Devani menahan sakit di wajah nya.
"Oh astaga..maaf aku sengaja..hahahaha" ujar Genie yang lagi dan lagi mengejek Devani.
Devani tak bisa bangun lagi karena kaki nya di injak sepatu kets milik Genie yang bagian bawah nya keras dan sedikit runcing.
Genie tak memperdulikan rintihan kesakitan Devani dia Hanau menikmati tanpa berniat melepaskan injakan nya dari kaki Devani.
'Apa seperti ini juga sewaktu kau kesakitan Aneta ku..maafkan mommy' batin Genie hanya menatap datar ekspresi wajah Devani.
"Arghhhhhh..sakittt..lepaskan aku sialannnn.. arghhhhhh"
"Apakah kau juga membiarkan nya saat itu meski kau tau dia hanya anak kecil tapi kenapa kau malah setega itu..memang bukan kau yang menyakiti nya tapi kau dan Sammy si bajingan lah dalang dari kekejian yang anakku alami..APA KAU PERNAH BERFIKIR JIKA YANG DI POSISI ITU ADALAH ANAKMU APA YANG AKAN KAU LAKUKAN HAH..JAWAB SIALAN.. ARGHHHHHH" Genie meluapkan isi hati nya dan tak segan menjambak bahkan mencekik Devani dengan kuat.
"Arkhhhhhhh..uhukkk..a..apa ya..ng..kau..la..laku...kan..uhukkk"
__ADS_1
"Aku hanya sedikit memberimu pelajaran berharga.. hargailah nyawa orang lain karena orang lain bisa saja tidka menghargai nyawamu juga..kalian bawa dia ke tempat biasa" ujar Genie lalu beranjak meninggalkan taman.
"Baik nona"
Genie meninggalkan taman dengan masih menahan amarahnya..dia berjalan menuju mobil sedikit tergesa hingga berhasil masuk kedalam mobil dan tanpa pikir panjang dia mellumat bibir Ray sebagai pelampiasan emosi nya.
Ray membiarkan saja apa yang ingin Genie lakukan..dia juga membalas llumatan Genie bahkan kini tangan nya sudah bergerilya kemanapun yang dia mau.
"Sudah sayang..kita bisa kelepasan kalau begini" Ray menghentikan aksi Genie yang hendak melakukan hal lebih.
"Maaf..aku benar-benar terbawa emosi Ray" ujar Genie menunduk.
"Tidak apa-apa..aku tau perasaan mu..ayo ke markas" ajak Ray agar Genie segera melampiaskan kemarahan nya pada Devani.
Ray membawa Genie ke markas kematian..bukan sekali Genie pernah ke sana tapi sudah sering hanya saja tidak sampai melakukan eksekusi dia hanya menemani kakak nya mengantar para tawanan dan para penghianat.
Genie tidak di ijinkan untuk melakukan eksekusi meski kemampuan nya sudah cukup,hanya saja Rey tidak ingin Genie semakin kecanduan akan darah seperti anak perempuan nya yang satu yaitu Gia.
Rey sebagai ayah hanya ingin anak-anak nya hidup normal layak nya manusia pada umum nya..tidak seperti nya yang harus bergelut dengan darah sejak usianya muda karena suatu alasan.
"Ayo masuk" ajak Ray menggandeng Genie.
"Hm"
Mereka masuk kedalam markas dan di sambut oleh anak buah Gian.. mereka membalas nya kemudian melangkah menuju tempat dimana anak buah Gian menyekap Devani.
"Silahkan tuan,nona lewat sini..dia ada di ruangan itu" ujar salah satu anak buah Gian.
"Terimakasih"
"Sama-sama taun,nona.. permisi"
Setelah nya Genie dan Ray memasuki ruangan itu..benar saja tampak lah Devani tengah tak sadarkan diri akibat bius yang anak buah Gian berikan.
"Cih enak sekali dia tidur..bangun kan dia" ujar Ray berkata pada anak buah Gian.
__ADS_1
"Baik tuan"
Anak buah Gian langsung mengambil air panas agar Devani segera sadar dari biusnya..benar saja saat air panas situ mengguyur wajah nya Devani bangun dan berteriak kepanasan.
"Arkhhhhhhh..sialan kau"
"Sudah cukup tidur nya..kini saat nya bermain" ujar Genie berkata dengan datar tanpa ekspresi.
Ray duduk di kursi sambil melihat dan mengamati kekasih nya yang entah akan melakukan apa terhadap Devani.. Ray tak mau ikut campur dengan urusan Genie..dia hanya menangani Genie.
"Apa maumu hah..sialan kau" tanya Devani yang sudah marah mendapat perlakuan seperti ini.
"Mauku.. menghabisimu pasti nya.. bagaimana?" ujar Genie menyeringai menatap tajam Devani seakan tatapan Genie itu mampu menerkam nya.
"Jangan gila kau wanita sialan" teriak Devani tak bisa menerima ucapan Genie.
"DIAM..kau terlalu banyak omong..tutup mulut busuk nya agar tak berisik lagi" titah Genie pada anak buah Gian.
"Baik nona"
Anak buah Gian langsung menyelotip mulut Devani agar tak berisik lagi..Devani tentu saja memberontak tapi dia tak bisa melakukan apapun karena tangan dan kaki nya sudah di ikat..dia hanya bisa pasrah ketika mulut nya di selotip.
Genie tertawa melihat wajah pasrah Devani..dia mulai mengambil alat-alat yang akan dia gunakan untuk membuat Devani menyesal telah mengusik nya.
"Pisau atau cutter..hmmm..sayang menurut mu bagus mana antara pisau dan cutter?" tanah Genie menimbang pilihan nya.
"Cutter saja sayang..itu lebih tajam dan lebih tipis" ujar Ray menyarankan.
"Benarkah..hmmm baiklah..thank you sayang" Genie berterimakasih kepada Ray karena sudah membantu memulihkan benda yang dia inginkan.
Genie mengambil cutter itu dan menggoreskan nya pada telapak tangan nya lalu dia menggenggam erat telapak tangan nya agar darah yang keluar semakin banyak.
Tindakan Genie tentu saja membuat Ray membelalakkan matanya..astaga dia sudah gila apa..Ray langsung menghampiri Genie dan merebut cutter itu dari tangan Genie..Lalu membuang nya.
"Apa yang kau lakukan hah?" tanya Ray meninggikan suara nya dan meraih tangan Genie kemudian dia tarik agar Genie duduk kemudian dia mengambil kotak obat untuk mengobati luka Genie.
__ADS_1