
Hailey langsung membuka mata nya dan terduduk dengan selimut di tubuh nya.
Dia menatap Malvin dengan tajam..cih suami laknat.
"Menyebalkan" Hailey menggerutu kesal karena Malvin terus saja menggoda nya.
Hailey berjalan ke kamar mandi dengan perasaan kesal juga rona merah di wajah nya sebagai pertanda bahwa dia tengah malu-malu.
Malvin tak tinggal diam begitu saja dia tidak mungkin melepaskan kesempatan emas ini..dia ikut masuk kedalam kamar mandi dan tentu saja dia akan melakukan kegiatan yang sudah menjadi candu nya itu.
Meski ini pengalaman pertama nya tapi dia sudah benar-benar kecanduan seperti rokok saja..dia mengulangi lagi kegiatan enak-enak nya di dalam kamar mandi.
Selesai dengan segala urusan nya.. Hailey dan Malvin keluar dari kamar mandi dengan rona bahagia di wajah Malvin namun kekesalan di wajah Hailey.
Malvin benar-benar membuat nya kelelahan di pagi yang cerah ini..mereka memutuskan untuk sarapan di luar karena tidak memungkinkan bagi Hailey untuk membuat sarapan.
Malvin juga tidak mau Hailey tambah kelelahan jika harus memasak juga..cukup Hailey kelelahan hanya karena diri nya jangan lagi karena hal lain.
*
*
"Jadi kau sudah menemukan siapa si penghianat itu?" tanya Rey memastikan.
"Benar sekali" jawab Deril mengangguk pasti.
"Siapa dia..mana?" tanya Rey tidak sabaran.
"Wait"
Deril mengambil sebuah map yang di dalam nya sudah tertulis identitas si penghianat juga satu identitas seseorang yang masih menjadi misteri.
"Ambilah..lihat siapa tau Kaka kenal?" ujar Deril menyodorkan map itu pada Rey.
Rey menerima nya dan melihat isi dalam map itu..di kertas itu tampak tertulis sebuah nama yang bagi Rey tidak asik lagi.
"Hmmm..jadi dia sudah berani keluar dari sarang nya rupa nya.. menarik" ujar Rey mengangguk-angguk sambil masih fokus melihat tulisan di kertas itu.
__ADS_1
Setelah selesai membaca isi dari kertas itu Rey tampak menopang dagu nya sejenak..dia akan melakukan sesuatu yang pasti nya membuat si penghianat itu menyesal.
"Kita ke kantor menantu ku..kau ikut lah" ujar Rey mengambil keputusan.
"Baik lah" jawab Deril ikut saja.
Mereka menuju kantor Ray..Rey sendiri sudah mengabari Ray menantu nya bahwa dia akan datang ke sana.
Rey tidak mau membahas nya lewat telefon karena ini masalah yang bukan patut nya di selesaikan dengan sambungan telepon.
Lebih baik mereka berhadapan secara langsung agar saling tau pikiran satu sama lain..ini bukan lah menyangkut keselamatan satu orang saja melainkan banyak orang.
Di samping keselamatan Genie dan calon cucu nya juga keselamatan seluruh karyawan Ray..bisa saja si penghianat itu melakukan hal tak terduga.
*
*
"Kita sudah sampai..ayo masuk" ujar Rey.
Mereka masuk kedalam gedung g perkantoran milik Ray..sepanjang perjalanan mereka memaksa bahan tatapan memuja para karyawan Ray.
Bukan hanya bisnis nya tapi juga kekejaman nya yang tak pernah melihat gender.. bagi nya siapa yang bersalah maka akan menanggung akibat nya.
Mereka sampai di lantai dimana ruangan Ray berada..Genie juga tampak ikut dengan Ray karena bumil tidak bisa di lawan dan tidak bisa di cegah.
Cari masalah dengan bumil sama saja bunuh diri.
"Daddy.. uncle" sapa Genie pada Rey dan Deril.
"Hay sayang..sedang apa hm?" Sapa balik Rey mengelus rambut Genie dan mengecup kening nya.
"Genie sedang duduk menemani Ray dad" ujar Genie tersenyum menjawab Rey sang ayah.
"Hay keponakan uncle.. bagaimana kabar nya..wajah kau semakin cantik saja" balas Deril menyapa Genie dan memuji nya itung-itung untuk penambah mood bumil itu.
"Hahaha masa sih untuk..benarkah itu?" ujar Genie tampak berbinar mendapatkan pujian dari Deril.
__ADS_1
"Benar sekali sayang..kau sangat cantik..semakin hari semakin bertambah juga kecantikan nya" Ray juga menambahkan agar mood Genie membaik.
Benar saja Genie langsung berbinar-binar mendengar pujian dari ketiga laki-laki tersayang nya itu..ah dia jadi ingin segera pulang dna menceritakan hal ini pada snag mommy.
"Honey aku mau pulang saja..aku rindu mommy" ujar Genie manja.
"Baiklah mau di antar?" jawab Ray menawarkan diri.
"Tidak usah aku minta ka Gian jemput saja..lebih baik bekerja yang benar saja untuk anak kita dan masa depan nya..bye dad,uncle,honey" ujar Genie melenggang menuju pintu keluar karena Gian memang sudah menunggu nya di bawah setelah 30 menit yang lalu dia suruh datang.
Akhirnya si bumil meninggalkan kantor Ray dengan perasaan berbunga-bunga..sepanjang jalan Genie tampak tersenyum.
Di ruangan Ray......
"Jadi dia sudah berani ya melakukan hal sebodoh ini..sialan" ujar Ray geram setelah membaca isi dari dokumen yang Rey bawa.
"Itu lah kenapa jika kau ingin memiliki tanaman yang sehat maka kau harus menyingkirkan semua hama yang mengganggu termasuk rumput liar sekalipun" ujar Rey menyiratkan sesuatu.
"Mertua mu benar Ray..jika kau melakukan sesuatu tidak dengan sempurna maka akan ada kecacatan lain pada kegiatan mu selanjut nya" tambah Deril yang juga membenarkan ucapan Rey.
"Hm..aku akan membuat nya bermain dalam permainan ku..sudah cukup rasa nya aku di buat geram dengan tingkah nya..kini jangan harap dia akan bernafas dengan bebas" ujar Ray dengan seringai nya yang khas.
Mereka bertiga masih berbincang dengan serius mengenai masalah ini juga rencana dan langkah yang akan mereka lakukan.
Yang pasti mereka tak akan membiarkan dia tenang setelah ini mereka akan membuka kedok nya hingga tampak lah wajah memuakkan nya..entah apa yang kan dia dapat kan dari Ray ataupun Rey sendiri..Rey juga tidak bisa diam saja dan menyerahkan e pada sang menantu meski ini memang murni urusan menantu nya.
Dia hanya tidak mau Genie dan calon cucu nya itu kenapa-kenapa..dia hanya akan melindungi keluarga nya dengan cara nya sendiri.
*
"Seperti nya adik nya kakak ini lagi happy banget ya hm?" Tanya Gian penasaran dengan adik nya yang terus tersenyum.
"Ishh Kaka..ka apa bener Genie tambah cantik?" tanya Genie meminta pendapat pada sang kakak.
"Iya kamu tambah cantik setelah menikah dan hamil..memang kenapa hm?" jawab Gian jujur.
"Geni tadi di puji sama Daddy, Ray,dan uncle Deril sekarang tambah kakak..ishh Genie jadi ingin cepet-cepet ketemu mommy" ujar Genie menceritakan kepada Gian dengan senyuman nya yang tak pernah luntur.
__ADS_1
Gian hanya tersenyum dan mengacak rambut Genie namun di tepis oleh Genie kata nya takut cantik nya berkurang.