
Malvin dan Hailey tiba di supermarket yang tak jauh dari rumah mereka.
Malvin tak mau Hailey kelelahan jika harus menempuh jarak sedikit jauh..dia sudah tertular virus posesif dari bos nya Ray.
"Kita mau beli apa sayang?" tanya Hailey terlihat berbinar ketika memandangi banyak nya barang-barang di rak-rak Supermarket itu.
"Sayuran,daging,ikan,dan masih banyak lagi yang lain nya sayang..kau mau beli apa hm?" jawab Malvin menjabarkan apa saja yang ingin di beli nya.
"Aku emm..bolehkah aku membeli jajanan?" ujar Hailey sedikit takut.
"Jajanan..tapi itu tidak sehat sayang..apa yang lain nya saja hm?" Malvin tak mau Hailey sakit karena makan jajanan yang tidak sehat.
"Tapi aku mau itu" ujar Hailey tampak sedih.
"Huhh baiklah pilih 2 macam saja ok" akhirnya Malvin mengalah dia tau pasti itu kemauan anak nya.
"5 sayang pleaseee" tawar Hailey.
"2 atau tidak sama sekali" jawab Malvin tegas.
"Ck baiklah" akhirnya Hailey memilih dua jajanan yang menurut nya enak.
Mereka menuju tempat buah-buahan,Malvin ingin menyetok buah-buahan untuk di rumah karena mulai sekarang Hailey harus makan buah-buahan yang banyak agar kebutuhan vitamin anak nya terpenuhi.
Malvin berusaha untuk menjadi ayah dan suami yang sigap dan siaga untuk Hailey dan calon anak nya..dia juga sudah banyak belajar tentang merawat bayi dan apa yang baik untuk bumil maupun yang tidak.
Semua Malvin lakukan agar Hailey maupun calon anak nya tidak kekurangan.. setelah selesai memborong buah-buahan kini Malvin dan Hailey menuju ke area berbagai daging segar.
Malvin juga memborong daging untuk memenuhi kebutuhan Hailey dan calon anak nya nanti.
Saat Hailey dan Malvin tengah memilih daging yang akan mereka beli tampak dari belakang mereka seseorang tengah berdiri dengan tatapan nyalang.
"Wah..wah..wah..rupa nya peliharaan ku sudah berubah menjadi ratu rupa ya" ujar seseorang di belakang mereka.
Hailey dan Malvin menoleh ke belakang dan tampak lah Billy tengah menatap kedua nya dengan tatapan mengejek.
"Apa kau kenal sayang?" tanya Malvin sengaja.
"Tidak" jawab Hailey tenang sambil mengecup bibir Malvin.
"Oh baiklah ayo pergi" Malvin tersenyum mengejek Billy dan merangkul pinggang Hailey.
Billy..dia sangat marah dan ingin menghajar Malvin saat itu juga tapi dia sadar ini tempat umum dan dia tidak mau nama nya menjadi jelek.
"Sialannnn..awas kalian" umpat nya sambil meremas troli belanjaan nya.
__ADS_1
Billy pergi dengan kekesalan mendalam dan dongkol tentu nya..dia akan membalas kekesalan nya nanti pada mereka berdua.
Sementara itu Hailey dan Malvin tertawa puas melihat wajah kesal nya Billy.. mereka sengaja membuat Billy kesal karena mereka sendiri malas meladeni nya.
#
#
"Dad ijinkan aku ke Nagara x dad,,aku tidak akan macam-macam di sana pleaseee" ujar seorang wanita muda pada ayah nya agar di ijinkan.
"No Philia no.. Daddy tidak mau sampai usaha Daddy hancur karena obsesi mu" ujar sang Daddy menolak keras.
"Dad.. aku bukan tahanan yang harus di kurung di sini..kalian benar-benar kejam padaku..aku hanya ingin ke Nagara X dad itu saja" teriak Philia kesal.
"Philia..Daddy tau niatmu kembali ke sana untuk apa..jangan kau pikir Daddy tidak tau rencana mu hah..sudah cukup Daddy malu karena ulah mu sekarang tidak lagi Philia tidak..kembali ke kamar mu atau Daddy akan masukan kau ke asrama" ujar sang Daddy marah karena anak nya benar tidak mau berubah.
"Daddy jahat" teriak Philia kembali ke kamar nya dan membanting pintu dengan keras.
Sementara sang ibu dia tidak tau lagi harus bagaimana menghadapi sang anak..dia juga kasihan pada anak nya tapi di satu sisi dia tidak mungkin mengorbankan usaha suami nya karena itu lah sumber pemasukan mereka.
"Cepat lah sadar nak..mommy tidak tau harus apa huh" harap ibu Philia.
Keluarga nya sudah benar-benar sedang di awasi dengan ketat oleh orang-orang suruhan keluarga Wilson.
Mereka tidak akan berani melanggar peraturan yang sudah di tetapkan keluarga Wilson jika memang mereka ingin selamat.
#
#
Billy masih mencari keberadaan Genie..dia menginginkan Genie juga Hailey kedua wanita itu mampu memikat nya secara bersamaan.
Genie karena dia penasaran dengan wanita itu yang tak melirik nya sama sekali, Hailey dia semakin cantik dan segar juga semakin berisi dari sebelum nya.
Dia harus bisa mendapatkan kedua wanita itu tak perduli jika keduanya sudah memiliki suami masing-masing yang dia mau kedua wanita itu menjadi milik nya.
#
#
"Sayang aku mau makan barbeque" ujar Genie manja.
"Barbeque..baiklah kau tunggu di sini saja ya?" Ray menuruti dan meminta Genie tetap di kamar.
"Ikutttt" Genie merengek agar di perbolehkan ikut.
__ADS_1
"Astaga sayang kau lucu sekali..baiklah" Ray terkekeh mendengar rengekan manja Genie.
Ray menuntun Genie keluar dari kamar..dia mendudukkan Genie di sofa ruang keluarga dekat dapur..dia tak mau Genie dekat dengan dapur.
Alasan nya tau sendiri kan karena dapur adalah Medan perang yang berbahaya bagi wanita hamil..konyol bukan tapi itu lah suami posesif.
Ray mulai memasak barbeque sesuai keinginan bumil nya..dia memasak dengan kematangan yang benar-benar matang.
Dia tak mau jika matang nya setengah atau bagian luar nya saja karena itu tidak baik bagi kesehatan Genie dan akan berdampak pada calon anak nya juga.
Ray sedang serius membuat barbeque hingga tak sadar jika Gian tengah menatap nya..kening Gian berkerut melihat keseriusan Ray dalam memasak.
"Serius sekali kau?" tanya Gian mengejutkan Ray.
Ray yang terkejut hingga menjatuhkan satu sosis yang tengah dia panggang ke lantai..dia menatap si pelaku yang sudah membuat nya terkejut.
Jika bukan kakak ipar sudah Ray ketuk kepala nya.
"Kau mengejutkan ku kakak ipar" ujar Ray memungut sosis itu dan membuang nya ke tempat sampah.
"Kau sangat serius hingga tak menyadari kehadiran ku..ck" ucap Gian menggeleng pelan sambil berlalu.
"Ck dasar kakak ipar durhakim" Ray menggerutu dalam hati.
Ray melanjutkan lagi masak nya hingga semua bahan yang telah dia sediakan tadi habis terpanggang semuanya.
Ray menghampiri Genie dengan membawa sepiring penuh barbeque yang sudah dia masak sempurna.
"Sayang makan lah sudah jadi" ujar Ray mempersilahkan Genie memakan nya.
"Woahhh terimakasih honey" Genie berterimakasih dan mengecup pipi Ray.
Ray hanya terkekeh geli melihat keantusiasan Genie dalam memakan masakan nya.
Dia senang setidak nya Genie menyukai makanan yang dia buat meski panas dan lelah tapi dia puas setelah melihat betapa lahap nya Genie menyantap makanan buatan nya.
"Pelan saja sayang jangan terburu-buru, astaga" ujar Ray ketika melihat Genie memakan dua sosis sekaligus.
"Ini enak honey" puji Genie dengan mulut penuh.
"Sudah di telan dulu takut kamu keselek" titah Ray menyuruh Genie menghabiskan nya dulu.
Genie mengangguk setuju..dia masih memakan makanan itu dengan lahap hingga beberapa menit berlalu makanan itu telah tandas tak tersisa.
Bahkan kecap dan mayonaise nya pun tak luput dari jilatan Genie.
__ADS_1
"Arkhh kenyang sekali honey..kau hebat.. terimakasih Daddy kami kenyang" ujarnya.