
"Hahah tidak Bu kan aku belum berkenalan dengan dia di sini..lain kali kalau dia datang kabari aku Bu..biar aku nilai sendiri orangnya" jelas Ray berkilah padahal dia sudah berkali-kali bertemu dan berdebat.
"Hahah baiklah..sepertinya 2 atau tiga hari lagi dia akan ke sini,ah ya tadi dia bilang akan ada pertunjukan di daerah xxx itu dan dia yang menjadi pengurus busananya,kau tak ingin melihat pertunjukan nya nak?" tanya Bu Camla mencoba mendekatkan Ray dengan Genie.
"Tidak lah Bu..Ray ada pekerjaan..ya sudah Ray pamit dulu ya Bu" pamit Ray sambil melangkah menuju pintu keluar.
Akhirnya Ray memilih kembali entah kemana..dia jadi kepikiran sepertinya dia penasaran dengan Genie..bolehkah dia melihat seberapa hebatnya gadis gila yang selalu menganiaya nya.
Ray memutuskan untuk melihat penampilan Genie di acara yang kliennya pimpin kebetulan dia juga ada undangan di sana..hmm itung-itung agar tak di curigai lah.
Sampailah Ray di gedung tempat acara berlangsung..acar sudah berjalan sejak 20 menit yang lalu..baru pembukaan tapi sudah membuat penonton terkagum-kagum.
Ray masuk dan di sambut oleh kliennya..kliennya tak menyangka bahwa ada Ray di acara yang dia selenggarakan..astaga sepertinya dia bermimpi kejatuhan durian runtuh semalam.
"Tuan Ray astaga maaf. saya tidak tau bahwa and adatang ke acara yang saya selenggarakan..maaf tuan saya benar-benar tidak tau" ucap sang klien.
"Tidak apa" jawab Ray singkat Dnegan senyum sekilas.
Kliennya membawa Ray duduk di barisan terdepan di depan catwalk yang akan Genie lewati nanti sebagai penanggung jawab fashion show itu.
__ADS_1
Setelah menunggu beberapa saat kemudian akhirnya Genie keluar dengan penampilan yang wow bagi para penggila fashion..Genie berjalam di depan memimpin para model yang memakai busana yang dia buat dan design sendiri.
Ray terpana melihat betapa Genie sangat cantik dan tegas tak seperti biasanya jika sudah bertemu dia dana berdebat pastinya..kali ini Genie tampil lebih dewasa dengan outfit yang sesuai.
"Cantik juga dia..astaga apa yang ku katakan.. hishhh" Ray merutuki mulutnya sendiri yang bahkan. dengan spontan memuji kecantikan Genie.
Selesai dengan acaranya..kini Genie tengah bersiap untuk pulang..dia lelah super lelah karena harus mengurus busana para model yang terbilang tak sedikit.
"Terimakasih atas waktu nya nona..kami sangat puas dengan hasil yang anda berikan..penonton langsung kagum dengan hasil karya anda" ucap pemilik acara.
"Sama-sama tuan..sudah jadi kewajiban saya untuk memberikan yang terbaik untuk anda dan acara anda..saya permisi kalau begitu" pamit Genie sopan.
Genie berjalan dengan membawa tasnya,dia memakai earphone di telinganya hanya untuk sekedar merilekskan pikiran..dia memasuki lift dan tanpa sadar ternyata sudah ada Ray di dalamnya.. Genie tak melihat lihat dia hanya fokus pada ponsel nya.
(Maafkan author ganti visual nya mba Genie Jangan tanya kenapa karena ada sesuatu 😊)
"Wow..sangat berbeda setelah acara..astaga inikah gadis gila yang sesungguhnya" batin Ray melihat penampilan Genie yang berbeda.
__ADS_1
Genie berbalik karena merasa ada yang memeprhatikan nya sejak tadi..astaga bagaimana kalau tadi orang cabul yang minta di hajar.
"Astaga" jerit Genie kaget melihat Ray ada di belakangnya tengah melihat nya tanpa berkedip.
"Hey kau kenapa nona?" tanya Ray
"Kau..dasar mesum..apa yang kau lihat hah.. dasar tuan cabul" maki Genie karena tatapan mata Ray seakan menelanjangi nya.
"Hey maksud mu apa..aku tidak cabul dan mesum astaga kau ini memang gadis gila" kesal Ray terus di tuduh.
"Lalu kenapa kau menatapku seakan ingin menelanjangi ku hah..dasar pria cabul" Genie tak mau kalah.
"Astaga..kau saja yang tak melihat ada orang di dalam makannya jangan asik pacaran terus" Ray.
"Siapa yang pacaran..sialan kau..aku sedang melihat hasil kerja kerasku..ah sudahlah bicara denganmu membuatku lapar" Genie diam dan keluar setelah pintu lift terbuka.
Sedangkan Ray dia juga keluar dari lift menuju tempat parkir..astaga benar kan sekali gadis gila pasti akan selalu menjadi gadis gila..huhhh.
__ADS_1