
"Terimakasih karena kau tak menilai buruk akan diriku.. aku tau aku bukan lah wanita baik tapi sebelum itu aku bahkan tak ingin terlibat dengan nasib buruk ku hanya saja takdir ku memang harus begini..Saat aku sedang berada di tempat kerjaku orang tua ku menghubungi ku dan mereka bilang ada urusan penting yang harus segera di selesaikan..aku yang memang takut terjadi sesuatu pada kedua orangtuaku langsung bergegas menuju rumah..setelah sampai aku menemukan kedua orangtuaku tengah berada di ruang tamu rumah keluarga ku..mereka duduk dan di hadapan nya tampak seorang pria yang tak lain adalah Billy yang saat itu sudah menjadi pemilik akan diriku yang sudah di jual oleh kedua orangtuaku..
Aku tak tau ada apa di antara mereka dan aku tak menggubris keberadaan nya..aku langsung menemui kedua orangtuaku dna bertanya mengenai urusan oenying yang harus di selesaikan..aku tak memiliki banyak waktu karena aku harus segera kembali ke tempat kerjaku lagi.. orangtuaku menyuruh ku duduk dan aku pun menuruti nya..mereka mulai mengatakan fakta yang tak ku tau selama ini mengenai hutang yang mereka miliki..kau tau Malvin hutang yang kedua orangtua ku miliki sangat banyak..entah aku tak tau bagaimana dan kenapa mereka sampai berhutang..setahu ku aku selalu mentransfer gajiku pada orangtuaku yang memang aku kira itu sudah cukup untuk kebutuhan sehari-hari..ternyata aku salah..mereka bahkan dengan mudah nya menggunakan ku sebagai alat untuk membayar hutang nya.. Keluarga ku memiliki sebuah perusahaan kecil karena ayah dan ibu ku orang nya sangat boros jadi perusahaan mengalami sedikit penurunan dan itu terjadi karena tidak ada nya investasi yang masuk dari pihak investor..mereka kebingungan dan mencari jalan pintas yaitu berhutang kepada seorang Billy Bart Simpson pemilik Bart Properti..
"Tunggu Bart Properti.. seperti nya aku sedikit tau perusahaan itu" ujar Malvin memotong cerita Hailey.
"Bart Properti yang lokasi nya tak jauh dari Bart club yang ada di ujung jalan dekat pusat perbelanjaan daerah xx..dia memang memiliki perusahaan yang cukup terkenal di bidang properti namun tak sampai mampu menyaingi popularitas Wilson properti" ujar Hailey menjelaskan letak lokasi perusahaan Billy.
"Hmm seperti apa sih si brengsek itu..apa kau tau orang nya atau punya foto nya mungkin?" tanya Malvin penasaran.
"Maaf aku tak memiliki ponsel atau apapun karena aku hanya seorang tahanan juga peliharaan nya saja" ujar Hailey tertunduk menahan isakan nya.
"Maaf Ely..maafkan aku" Malvin salah tingkah karena dia sudah salah bicara.
__ADS_1
"Tidak apa-apa Malvin" ujar Hailey tersenyum namun senyuman nya menyiratkan kepedihan.
"Baiklah lupakan saja.. lanjut kan lah" ujar Malvin masih penasaran dengan cerita Hailey.
"Baiklah.. aku di beli oleh nya hanya untuk di jadikan pelunas hutang saja..saat aku di bawa ke rumah nya secara paksa aku berniat ingin kabur namun lagi dan lagi kedua orangtuaku lah yang menjadi kelemahan ku agar aku tak berpikir ke arah sana..aku di ancam akan nyawa kedua orangtuaku jika aku sampai melakukan hal konyol atau membuat nya marah..saat aku telah sampai di rumah nya aku langsung di seret paksa oleh nya ke kamar milik nya hiks.. aku hiks..aku..huhhh benar-benar tidak punya harapan untuk bebas dari nya.. aku terpaksa kehilangan sesuatu yang paling berharga milik ku sebagai seorang wanita hiks..dia merenggut nya dengan tidak berperasaan bahkan terkesan keji..dia melakukan hal menjijikkan itu tanpa peduli dengan keadaan ku..dia merenggut kehormatan ku dan memperlakukan ku bagai jallang penghangat ranjang nya hiks.. aku hancur..aku tak ada harapan untuk hidup lagi saat itu.. aku hiks..hiks..hanya menjadi penghangat ranjang nya yang akan dia gunakan jika dia membutuhkan nya lalu dia tinggalkan begitu saja seperti seorang pellacur yang tak ada harga nya sama sekali..
"Ssstt.. sudah jangan diteruskan lagi..cukup jika kau tidak kuat untuk melanjutkan cerita nya..jangan memaksakan diri mu Ely..maaf aku terlalu ingin tau" ujar Malvin merengkuh Hailey yang sudah terisak-isak setelah menjeda cerita nya.
"Apa hiks..apa aku tidak layak untuk di hargai Malvin apa aku begitu buruk hiks..hingga..hingga semua orang bahkan tak lagi menghargai ku hiks.. aku hanya ingin kehidupan normal.. aku memiliki cita-cita ku sendiri tapi hiks..tapi mereka bahkan tak memperdulikan ku sama sekali..aku di paksa menikahi pria kejam itu lalu aku di jadikan pemuas nafesu nya setelah dia bosan dia membuang ku dengan tak berperasaan bahkan dia dengan tega nya membunuh anak nya sendiri hiks..anak yang tak tau bahkan tak menginginkan takdir nya menjadi anak dari pria kejam itu..salahkan aku mempertahankan anak ku sendiri Malvin hiks..salahkah?" uajr Hailey bertanya kepada Malvin dengan masih dalam rengkuhan nya.
Perlahan Hailey terlihat sudah lebih tenang..dia tak lagi menangis hanya tersisa Isakan kecil saja..Malvin masih merengkuh nya memberikan ketenangan dan kenyamanan untuk Hailey..dia tau betapa hancur nya diri nya sebagai seorang perempuan yang harus kehilangan segala nya hanya dalam sekejap.
Malvin tampak geram dengan Billy pria brengsek yang dengan tega membuat Hailey wanita baik hati yang tak tau apapun dan harus menanggung kesalahan kedua orangtuanya.
__ADS_1
"Jika aku bertemu dengan pria brengsek itu maka lihat lah aku akan memberi nya pelajaran berharga yang tak bisa dia duga..aku akan membalaskan semua sakit mu Ely..aku janji" batin Malvin mantap untuk membalas kesakitan Hailey.
#
#
"Lebih baik kau tidur saja dan jangan lupa minum obat nya..oh ya aku besok malam harus pergi ke SUAT acara karena bosku tidak bisa hadir istri nya sedang hamil dan sedikit rewel jadi dia tidak bisa kemanapun..emm apa kau bisa menemani ku besok Ely?" ujar Malvin mengutarakan permintaan nya.
"Acara apa..dimana apa kau tak malu jika membawa ku ke sana?" tanya Hailey terlihat antusias tapi sedikit takut.
"Acara jamuan makan malam,di restoran milik klien bosku,untuk apa aku malu kau kan tidak memalukan dan mereka juga tidak akan macam-macam..jadi bagaimana?" tanya Malvin setelah menjelaskan.
"Emm baiklah jika kau tidak malu membawa ku" ujar Hailey menyetujui permintaan Malvin.
__ADS_1
Malvin tersenyum dia senang akhirnya Hailey bisa tersenyum lagi dan sedikit melupakan kesakitan nya..dia akan menjaga dan melindungi Hailey.