MY DUDA IS PERJAKA

MY DUDA IS PERJAKA
Ep 155_Tidak Kenal Kapok


__ADS_3

Hari telah berganti, bulan pun bergulir..tak terasa sudah mendekati persalinan bagi Genie,dan Ray semakin berdebar-debar menanti nya.


Usia kandungan Genie sudah sembilan bulan lebih 5 hari..itu arti nya tinggal menunggu beberapa hari lagi waktu persalinan.


Ray tak meninggalkan Genie barang sebentar..urusan kantor di handle Malvin..istri Malvin juga usia kandungan nya sudah memasuki bulan ke 6.


Malvin juga menyediakan 4 pelayan di rumah nya untuk menemani Hailey jika dia bekerja..dia juga tidak bisa berdiam diri di rumah begitu saja dia tau bos nya pasti tidak tenang meninggalkan istri nya di rumah apalagi mendekati hari kelahiran sang anak pertama.


Tidak apa dia mengalah karena setelah bos nya pasti dia yang akan mengalami hal yang sama.


Saat ini Ray tengah memijat kaki Genie yang semakin membengkak..dia tidak tega melihat istri nya seperti ini tapi ini juga bagian dari kodrat wanita dan untuk para pria terutama suami hanya bisa menjaga saja dan menemani juga menuruti apa yang dia inginkan.


Hari ini Ray ke kantor karena ada yang harus dia urus..Genie memilih ikut karena dia takut jika sendirian meski ada orangtuanya tapi tetap saja rasa nyaman akan dia dapat dari sang suami.


Di kantor Ray baru saja selesai dengan rapat penting nya..dia segera kembali ke ruangan nya untuk menemui Genie.


Dia masuk kedalam dan melihat pemandangan yang membuat jiwa iblis nya bangkit..dia bergegas menghampiri seorang wanita yang sangat dia benci dan langsung menjambak rambut nya kemudian dia lemparkan pada dinding hingga kening wanita itu berdarah.


Tak sampai di situ saja Ray mengambil papan nama nya dan dia pukulkan pada kepala wanita itu hingga wanita itu tak sadarkan diri.


"H..hon..honey" panggil Genie merintih kesakitan.


Ray tersadar dan melihat ke arah Genie..dia langsung berdebar kencang..dia takut melihat darah yang keluar dari pangkal paha Genie.


"Sayang..kau hiks..kau akan baik-baik saja" ujar Ray membawa Genie ke rumah sakit.


Genie tak berucap lagi karena kesakitan..dia lelah..dia tak ada lagi tenaga untuk sekedar membalas ucapan suami nya.


Perut Genie begitu melilit seperti di remas-remas..dia tak sadarkan diri sesaat sebelum sampai di rumah sakit.


Ray kelabakan..dia takut benar-benar takut..Ray menggendong Genie dan berteriak memanggil perawat saat sampai di rumah sakit..perawat datang dengan mendorong brankar pasien..Ray membaringkan Genie di brankar itu dan mendorong nya menuju ruang operasi.


Ray sudah menghubungi dokter yang akan menangani Genie..Ray juga sudah menghubungi orangtua nya juga kedua mertua nya.


Malvin sudah dia tugaskan untuk membawa Philia ke markas kematian..ya Philia lah yang telah membuat Genie melahirkan sebelum waktu nya.


Meski sudah masuk bulan kelahiran nya tapi setidak nya masih ada sisa beberapa hari lagi untuk mempersiapkan segala nya,namun dia tidak menyangka akan ada kejadian seperti ini.

__ADS_1


Sungguh dia sangat menyayangkan tragedi hari ini..Ray menunggu di depan ruang operasi, dia tidak kuat jika ikut masuk kedalam.


Bisa-bisa dia yang akan pingsan setelah nya.


.


.


Sudah dua jam lama nya Ray menunggu di depan ruang operasi namun belum juga ada yang keluar atau kabar apa yang membuat nya sedikit tenang.


Kedua orangtuanya juga mertua nya sudah datang sejak 20 menitan..mereka juga tak kalah khawatir nya dengan diri nya.


Mereka hanya berharap semoga kedua nya dalam kondisi yang baik-baik saja..jangan ada situasi untuk memilih salah satu dari mereka karena dia tidak akan sanggup memilih.


Dia bukan lah nabi yang tetap bisa menerima meski di caci dia hanya manusia biasa yang tidak ingin kehilangan salah satu nya.


Tak berapa lama kemudian sang dokter keluar dengan wajah lelah nya..ya lelah karena harus menangani dua nyawa yang harus dia pikirkan..dia juga wanita yang tak mungkin memikirkan ego nya.


"Bagaimana dok?" tanya Ray.


"Selamat tuan putri anda telah lahir dengan selamat..dia cantik seperti nona berat nya 4,3 panjang nya normal tanpa kekurangan satu apapun..untuk istri anda dia juga baik-baik saja hanya saja tadi sempat terjadi masalah kecil" jelas si dokter mengenai kondisi anak Ray dan Genie sendiri.


"Bukan apa-apa tapi hanya saja nona sudah kehilangan banyak darah tadi saat sampai di sini jadi kami sudah menyiapkan stok darah agar jika terjadi operasi besar kami sudah siap..itu saja tuan anda tidak perlu khawatir berlebih karena nona sungguh sangat hebat dan kuat..sekali lagi selamat ya tuan" ujar si dokter menjelaskan.


"Terimakasih dok" balas Ray berterimakasih.


Rey, Laura,juga kedua orangtua Ray juga tak kalah lega nya setelah mendengar penjelasan dokter.


"Selamat boy kau sudah menjadi ayah" ujar ayah Ray memberi selamat pada Ray.


"Thank's dad" balas Ray tersenyum haru.


"Selamat Ray kau sudah menjadi orangtua" ujar Laura memeluk menantu nya dan memberi selamat.


"Baby jangan peluk-peluk menantu kita..aku cemburu baby" ujar Ray melerai pelukan di antara istri dan menantu nya.


"Ck..dasar tua bangka..masih saja cemburu dengan menantu sendiri..hiiiiihh" kesal Laura.

__ADS_1


*


*


Di Markas Kematian......


Tampak Gian tengah menatap datar Philia yang masih tak sadarkan diri.. Gian meminta anak buah nya untuk mengambilkan air es dan mengguyur tubuh Philia agar lekas bangun.


Setelah sadar Philia menatap sekeliling nya dan terkejut melihat seorang pria yang tengah menatap nya dengan nyalang.


"K..kau.. siapa?" tanya Philia takut dan kesakitan di kepala nya.


"Kau tak usah tau siapa aku karena kau harus nya tau aku adalah malaikat maut mu..kau mengerti bitchh?" ujar Gian dingin dengan tatapan membunuh.


"Mau apa kau membawaku ke sini..ssshh" tanya Philia


"Banyak omong..jawab pertanyaan ku dengan jujur maka akan aku ringankan kematian mu" ujar Gian pada Philia.


"Apa maumu hah..lepaskan aku arkhhh kepalaku benar-benar sakit.. sialan" umpat Philia saat merasakan kepala nya kembali sakit akibat pukulan Ray tadi.


"Kau apakan adikku hingga harus melahirkan jauh dari perkiraannya?" tanya Gian dengan tatapan dingin nya.


"Hahaha aku mendorong nya hingga jatuh, kenapa?" Ucap Philia tertawa senang memberitahu Gian.


"Ternyata kau tidak kapok juga ya..baiklah" ujar Gian dingin dengan mengambil sebuah pisau bergerigi.


"M..mau apa..k..kau?" tanya Philia ketakutan melihat pisau yang Gian pegang.


"Mau ku.. menghabisimu pasti nya, kenapa?" ujar Gian santai.


"Hahaha tidak apa-apa aku mati asalkan dia juga mati,hahaha aku puas sudah membuat nya mati dengan anak nya sekaligus.. hahahaha" ujar Philia mengira Genie telah tiada.


Gian tertawa mendengar ocehan tak jelas Philia..dia menunjukkan foto yang Ray ambil tadi dan dia kirimkan pada Gian sebagai bukti agar Philia semakin kepanasan.


"Lihat lah baik-baik" ujar Gian memperlihatkan sebuah foto yang terdiri dari Genie,Ray dan seorang bayi mungil di tengah-tengah mereka.


"Tidak..tidak mungkin..tidakkkkkk arghhhhhh tidakkkkkk" teriak Philia tidak terima dengan apa yang dia lihat.

__ADS_1


"Terima atau tidak itu lah kenyataan nya.. bersiap lah untuk menyambut kematian mu nona Philia" ujar Gian menyeringai.


"Tidakkkk"


__ADS_2