MY DUDA IS PERJAKA

MY DUDA IS PERJAKA
Ep 54_Masih Berduka


__ADS_3

Setiap orang pasti pernah merasakan kehilangan seseorang entah sahabat, gebetan, pacar ataupun orang terkasih.Ya ketika kita kehilangan seseorang, rasa sakit dan sedih pun akan terasa dalam hati..Rasa tersebut akan memberikan banyak pembelajaran untuk dapat diambil hikmah nya.. Ketika kita kehilangan,seseorang mungkin juga akan merasa setengah jiwa nya hilang..apalagi orang terkasih nya.


Mengalami kehilangan memang bukanlah hal mudah..orang-orang yang biasa bersama dan mengiringi kita, tiba-tiba pergi meninggalkan kita apalagi jika meninggalkan kita untuk selama nya itu akan sangat berat kita jalani..namun seiring berjalan nya waktu kita harus bangkit dan tak boleh kalah dari rasa kesedihan itu sendiri..Sebab,di luar sana masih banyak orang yang bernasib serupa dengan kita bahkan lebih.


Aneta..gadis kecil nan cantik penuh semangat juga yang memiliki senyuman indah yang mampu membuat Genie dan Ray terpikat akan pesona sosok malaikat kecil yang di beri nama Aneta.


Awal pertemuan dengan Genie gadis kecil itu tak memiliki siapapun hanya beberapa anak jalanan yang berlomba-lomba mendapatkan makanan dan uang untuk bertahan hidup..sejak usia Aneta 6 tahun dia sudah di buang oleh orangtuanya.


Entah orangtua mana yang tega membuangnya..membuang sebuah permata mulia yang amat sangat berharga dan menyia-nyiakan nya..gadis kecil yang tak memiliki salah apapun terhadap orangtuanya dia juga tak minta di lahirkan dari orangtuanya tapi takdir lah yang menentukan..jika dia bisa memilih lebih baik dia tidak pernah lahir dari orangtua nya sendiri.


Dia akan lebih memilih untuk lahir dari rahim wanita baik hati yang menyayangi nya dengan tulus..tapi tidak bisa ini adalah bagian dari takdir nya takdir hidup seorang Aneta gadis kecil yang berhati mulia.


"Maafkan mommy nak.. maafkan mommy hiks" gumam seorang wanita yang tengah meratapi nasib anak asuh nya yaitu Aneta sambil menumpahkan air mata nya.


"Sudah Genie..ikhlaskan dia nak..jangan membuat nya berat untuk melangkah menuju keabadian" ujar Laura mengenakan Genie yang terus berguna meminta maaf pada Aneta.


"Maafkan mommy nak.. maafkan mommy hiks" Genie terus bergumam 'maafkan mommy' sejak sadar dari pingsan nya.


Ray datang dan menghampiri Laura untuk menggantikan nya merengkuh Genie..dia sakit melihat Genie wanita yang biasa nya kuat kini terlihat rapuh bahkan tak ada lagi suara tawa atau caci maki nya terhadap Ray.


"Genie..dengarkan aku..hey sayang dengarkan aku hm" Ray menangkup wajah Genie yang tak mau menoleh ke arah lain selain menatap lurus sambil bergumam 'maafkan mommy' dari bibir nya.

__ADS_1


"Dengar..anak kita sudah bahagia di sana..jangan membuat nya semakin sulit menuju kebahagiaan nya sayang..dengar Genie ini sudah takdir dari Tuhan..doakan anak kita agar dia selalu bahagia dimanapun berada..kau sayang Aneta kan maka kau tak boleh membuatnya berat melangkah ke alam keabadian nya..ikhlaskan dia sayang aku juga terluka tapi aku tak mau semakin menjerat nya..kita sama-sama kehilangan sayang jangan begini..sadarlah Genie ikalskan dia hm?" Ray menasehati dan memberikan pengertian kepada Genie agar mau mengiklaskan Aneta.


Genie tampak berhenti bergumam namun bibir nya kembali bergetar menangis menumpahkan segala beban hati nya..Genie menangis dengan keras tidak terima anak nya pergi tapi ini memang benar sudah menjadi suratan takdir milik Aneta.


Ray merengkuh Genie semakin erat..dia juga ikut menumpahkan tangis nya bersama Genie, Nila dan Laura..suara tangis Genie benar-benar menyayat hati mereka yang mendengar nya.


Setelah berpuasa diri menumpahkan air mata nya.. Genie perlahan mulai menerima kenyataan pahit ini..dia mulai bertanya apakah Aneta sudah di makamkan atau belum karena dia belum sempat mengucapkan selamat tinggal pada putrinya.


"Tenang saja sayang Aneta sudah di kirim ke rumah Daddy mu..ayo kita pulang kau bisa mengucapkan selamat tinggal pada nya di rumah..jangan menangis dia akan sedih jual melihat mu seperti ini" ujar Ray mengatakan bahwa jasad Aneta sudah di kirim ke rumah duka keluarga Wilson.


"Antarkan aku pulang" pinta Genie dengan lemah dan lirih.


Genie menelusup kan wajah bayi di dada bidang Ray..dia hiruo aroma Ray yang membuatnya sedikit tenang namun tidak bisa di pungkiri tangis nya kembali tumpah kala mengingat kembali bagaimana dia dan Ray membawa Aneta ke rumah sakit ini.


"Maafkan mommy nak..maafkan Mommy telah terlambat menyelamatkan mu..mommy minta maaf sayang..tenang lah di sana..lupakan sakit mu nak..mommy iklas sayang" batin Genie mengiklaskan Aneta pergi menuju alam keabadian nya.


Genie terlelap selama perjalanan..Laura dan Nila memilih pulang lebih dulu dengan supir mereka akan melakukan prosesi pemakaman besok pagi di pemakaman keluarga..sementara Ray dan Genie mereka di antar Malvin asisten Ray.


Ya Ray menghubungi Malvin untuk menjemput nya karena dia tidak bisa menyetir sendiri.. dia tidak mau membiarkan Genie terlepas dari pelukan nya..dia akan memeluk Genie selama dalam perjalanan.


"Tuan apa anda membutuhkan bantuan saya?" tanya Malvin

__ADS_1


"Ya.. aku sangat membutuhkan bantuan mu untuk menemukan dalang di balik kekejian yang putri ku alami Malvin" ujar Ray menjawab dengan suara menahan geram namun mata nya memerah menahan linangan air mata yang hendak tumpah.


"Baik tuan..saya akan melakukan apapun untuk menemukan dalang di balik kematian nona kecil" ujar Malvin mantap berjanji akan mencari dalang di balik kejadian hari ini.


Ray tak menjawab dia hanya fokus mengusap rambut Genie yang saat ini tengah terlelap dalam pangkuan nya dan pelukan nya..dia kecupi ujung kepala Genie dengan penuh sayang.


#


#


"By apa benar kabar yang aku dengar bahwa Aneta.." tanya Alana mengenai Aneta.


"Iya baby..itu benar..kami sedang menyelidiki kasus nya..aku juga meminta bantuan Arick agar lebih mudah mendapatkan dalang di balik kekejian keponakan kita" ujar Gio yang turut terpukul akan kematian Aneta keponakan angkat nya yang sudah seperti keponakan kandung bagi nya.


"Ya tuhan by hiks..aku pikir itu tidak benar..kenapa ada manusia sekeji itu by" tangis Alana pecah mengetahui kebenaran berita yang dia dapatkan dari Rachel.


"Sudah baby jangan begini..lebih baik kita ke rumah Daddy kita harus memberikan dukungan pada Genie..dia sangat terpukul akan kejadian yang menimpa Aneta" saran Gio agar Alana isteri nya tidak terlalu larut dalam tangisnya.


"Iya by..kau benar..ayo cepat ke rumah Daddy" ujar Alana langsung beranjak menuju kamar dan mengambil tas nya.


Gio dan Alana menuju kediaman Rey..mereka tau pasti bahwa Genie saat ini membutuhkan saudara-saudara nya.

__ADS_1


__ADS_2