
"By apa benar kabar yang aku dengar bahwa Aneta.." tanya Alana mengenai Aneta.
"Iya baby..itu benar..kami sedang menyelidiki kasus nya..aku juga meminta bantuan Arick agar lebih mudah mendapatkan dalang di balik kekejian keponakan kita" ujar Gio yang turut terpukul akan kematian Aneta keponakan angkat nya yang sudah seperti keponakan kandung bagi nya.
"Ya tuhan by hiks..aku pikir itu tidak benar..kenapa ada manusia sekeji itu by" tangis Alana pecah mengetahui kebenaran berita yang dia dapatkan dari Rachel.
"Sudah baby jangan begini..lebih baik kita ke rumah Daddy kita harus memberikan dukungan pada Genie..dia sangat terpukul akan kejadian yang menimpa Aneta" saran Gio agar Alana isteri nya tidak terlalu larut dalam tangisnya.
"Iya by..kau benar..ayo cepat ke rumah Daddy" ujar Alana langsung beranjak menuju kamar dan mengambil tas nya.
Gio dan Alana menuju kediaman Rey..mereka tau pasti bahwa Genie saat ini membutuhkan saudara-saudara nya.
Sampailah mereka di kediaman Rey.. Gio dan Alana memasuki rumah di depan tampak sudah terparkir mobil Ray, Gia, Bryan,Nelsy,dan yang lain nya..mereka segera memasuki rumah dan melihat sanak saudaranya tengah berkumpul di depan sebuah peti jenazah di ruang tamu.
Tangis Alana semakin jadi saat melihat kondisi keponakan angkat nya..ya tuhan manusia keji mana yang tergabung melakukan kekejaman seperti ini.
Dada nya bagaikan di remas kuat..anak sekecil Aneta harus menjadi korban atas kekejaman manusia biadab yang tak mempunyai hati.
Sebagai ibu sekaligus Kaka Alana mengerti perasaan Genie..dia menangis di depan peti jenazah Aneta..peti itu di buka karena para sanak saudara ingin melihat wajah cantik Aneta untuk yang terakhir kali nya.
"Ya tuhan hiks..sayang kenapa harus kamu nak..kejam sekali iblis itu padamu" ujar Alana mengusap wajah Aneta yang masih tampak lebam.
Alana menghampiri Genie yang terlihat menatap kosong entah kemana..dia melihat Genie begitu terpuruk..tidak pernah Genie seperti ini sebelumnya dia tau perasaan Genie pasti sangat terluka dan kehilangan.
"Genie hiks..yang kuat ya.. ikhlaskan Aneta..biarkan dia bahagia di alam sana..berdoa untuk nya jangan terpuruk terlalu dalam kau masih mempunyai kehidupan Gen" ujar Alana menguatkan Genie yang terlihat seperti orang linglung.
__ADS_1
Sementara di samping Genie Ray selalu sigap mendampingi nya..tak ingin Genie kembali histeris dia lebih memilih berada di samping sang kekasih namun tatapan nya masih tertuju pada peti jenazah yang dimana di dalam nya terbaring kaku tubuh putri nya Aneta.
"Ray yang kuat..aku tau ini tidak mudah tapi percaya lah ini adalah yang terbaik untuk Aneta..jangan menghambat jalan nya menuju keabadian dengan kesedihan jalin.. ikhlaskan" ujar Gio menyemangati Ray yang memang terlihat sangat terpukul seperti Genie.
"Terimakasih" balas Ray singkat.
Gio beralih pada Genie adik nya..dia memeluk Genie menyalurkan ketenangan untuk adik nya..dia tau perasaan Genie saat ini..tidak ada orangtua yang mau kehilangan anak nya meski itu anak angkat sekalipun.
"Kau kuat adikku..kau kuat.. ikhlaskan dia sayang jangan membebani nya dengan kesedihan mu biarkan dia tenang di alam keabadian nya" ucap Gio mengecup kening Genie dan mengusap punggung Genie memberikan semangat.
#
#
Keesokan paginya......
"Anakku huhuhuhu anakku" ujar Genie lirih sambil memeluk erat foto Aneta yang tengah tersenyum manis.
"Ikhlaskan dia sayang..jangan memberatkan nya" Ray mencoba memberikan kekuatan agar Genie kuat mengiklaskan Aneta pergi.
"Hiks..hiks.." hanya suara tangis yang terdengar di telinga Ray.
Sampailah mereka di pemakaman.. Genie semakin tak kuasa menahan Isakan tangis nya..dia lemas..seluruh tubuh nya lunglai bagai tak bertenaga..begitu juga dengan Ray..dia pun mengalami hal serupa sampai harus di pegangi Gio.
__ADS_1
"Jangan lemah..lihat adikku dia membutuhkan mu..Aneta tengah menantimu untuk menidurkan nya di rumah baru nya..kuat lah" ujar Gio menguatkan Ray.
"Anakku..maafkan Daddy sayang" hanya kata itu yang terucap di mulut Ray sambil berusaha berdiri dengan tegak.
Keluarga Ray juga turut hadir dalam pemakaman itu..ibu Ray juga tak kalah histeris saat mendengar kabar kepergian Aneta..meski Aneta hanya cucu angkat nya namun peri kecil itu selalu membuat nya menjadi dekat dengan putra nya..sekarang tiada lagi peri kecil yang akan menegur Ray jika Ray bersikap acuh pada nya.
"Cucuku huhuhuhu..ya tuhan cucu ku..kenapa seperti ini huhuhuhu" tangis ibu Ray semakin pecah tatkala melihat peti itu perlahan di turunkan ke dalam tanah.
Genie tak kuasa melihat nya..dia tak sadarkan diri dalam rengkuhan Gian..sementara Gio dan Ray beserta Nichole dan Gerald masih mengurus penurunan peti jenazah Aneta.
Ray melihat Genie tak sadarkan diri dia juga hampir saja tak sadarkan diri jika tak ada sesiapapun di sana..namun dia sadar dia harus kuat demi menemukan keberadaan bedebah sialan yang sudah mendalangi kematian putri nya.
Setelah selesai dengan penurunan peti itu kini perlahan peti mulai di timbun tanah hingga tertutup sempurna..Ray tak lagi membendung luapan perasaan nya dia menangis di samping timbunan tanah yang masih basah itu.
Dia tak perduli dengan tatapan orang-orang terhadap nya..dia hanya lah seorang ayah yang tengah kehilangan putri nya..dia menangis sesenggukan di samping gundukan tanah yang masih basah itu.
"Anakku..maafkan Daddy nak..maafkan Daddy hiks" hanya kata itu yang berulang kali Ray ucapkan.
"Sudah Ray..iklaskan dia..kuatlah..waktu nya kau mencari dalang di balik semua tragedi ini" Rey menguatkan calon mantu nya itu agar tetap kuat demi menemukan sang dalang.
"Uncle benar hiks..aku harus menemukan nya hiks hiks..demi Aneta..hiks putriku" Ray membenarkan ucapan Rey dan dia menghapus air mata nya setelah selesai menabur bunga di atas gundukan tanah yang masih basah.
Selesai dengan segala prosesi pemakaman nya kini semua orang kembali ke rumah..Ray juga sudah kembali ke rumah nya sendiri..dia ingin mengenang momen-momen dimana Aneta putri nya tertawa di rumah nya.
Dia membiarkan Genie berkumpul dengan keluarga nya..dia tau Genie sangat butuh dukungan keluarga.. biarlah jika memang Genie ingin kembali dengan ke rumah ini maka pintu rumah Ray akan selalu terbuka untuk nya.
__ADS_1
"Putriku.. princess nya Daddy..kau sudah tenang kan nak di sana..sekarang kesakitan mu sudah tidak ada lagi..kau sudah bersama Tuhan yang akan menggantikan Daddy untuk menjaga mu..Daddy akan merindukan mu tapi Daddy selalu mendoakan mu agar kau selalu bahagia dan tetap bersama kami meski hanya lewat mimpi..Daddy menyayangi mu Aneta" ujar Ray meluapkan perasaan nya di kamar Aneta sambil memeluk baju Aneta.