
Malam pun tiba.. Genie bangun karena merasa tenggorokan nya kering..dia ingat apa yang sudah dia lakukan tadi bersama Ray..astaga jika ayah dan para kakak dan saudara laki-laki nya tau habis lah dia.
"Ck.. aku benar-benar sudah semakin liar saja" ujar nya pelan ketika melihat Ray masih tertidur dengan wajah pulas nya.
Genie ingat bagaimana dia memuwaskan Ray meski tidak menyatukan diri..astaga mengingat itu lagi membuat wajah nya panas..sialan apa dia sudah di guna-guna oleh Ray..jika iya akan dia kuliti masa depan nya.
Genie memilih bangkit dan berjalan pelan menuju dapur..sekalian membuat makanan saja lah..dia juga lapar ternyata meski tidak menyatukan diri dia juga kehabisan tenaga..oh astaga kenapa mengingat itu lagi sih.
"Ck otakku sudah tidak beres rupa nya..sialan mulutku kebas tangan ku juga pegal astaga ternyata besar juga ya eh..mikir apa aku ini hishhh" ujar Genie menggerutu namun tersenyum kala membayangkan lagi milik Ray yang eh sudah jangan di bayangkan.
Sampailah Genie di dapur..dia sudah mengganti pakaian nya hanya dengan tanktop serta hot pants karena dia tidak akan kemana-mana toh sudah malam.
Genie mulai menyiapkan beberapa bahan makanan yang ada di kulkas..dia akan membuat makanan untuk nya dan Ray..baiklah seperti nya hanya ada pasta..tidak apa-apa pasta juga mengenyangkan.
Di saat pasta sudah siap Genie membuat kopi dan teh untuk nya dan Ray..tanpa di duga dari belakang sepasang tangan kekar nan halus tengah mendekap nya serta hembusan nafas yang menggelitik mulai dia rasakan di ceruk leher nya.
Bahkan benda kenyal nan basah yang tak lain adalah bibir Ray sendiri sudah mengecupi tengkuk nya yang membuat Genie semakin meremang di buat nya..astaga jangan bilang si duda cabul ini minta lagi.
"R.. Ray.. emhhh..jangan lagi" ujar Genie dengan menahan desyahan yang ingin keluar.
__ADS_1
"Aku hanya sedang menikmati aroma tubuh mu sayang..kau masak apa hm cups" Ray menjawab dengan pelan namun bisa Genie dengar karena bibir Ray sudah mencecap area leher belakang nya.
"Su..dah Ray..awas dulu ishhh..aku sedang buat kopi dan teh untuk kita" jelas Genie masih menahan suara nya.
"Hmm baiklah" Ray melepaskan kecupannya betubi-tubi pada area leher Genie.
"Duduk lah dulu kita makan malam..aku sudah sangat lapar" titah Genie karena dia sudah sangat lapar.
Ray tersenyum dan menurut..dia duduk di meja makan dan menunggu Genie..dia sudah merasa seperti seorang suami yang tengah menunggu istri nya selesai membuat kopi ya tuhan dia sudah tidak sabar.
"Sialan..aku sudah tidak sabar menikahi nya..huhh kau harus fokus dulu pada pembunuh anak mu Ray..selesai itu kau boleh menikahi nya.. Aneta bantu Daddy ya sayang" ujar Ray dalam hati.
"Sayang aku tidak sabar untuk segera menikahi mu" ujar Ray yang tengah mendekap Genie dalam pangkuan nya.
"Hm..sabar setelah semua selesai aku milik mu..tidak akan ada yang menggangu kita lagi" ujar Genie menyandarkam kepala nya pada dada Ray dan memainkan kancing piyama milik Ray.
"Aku akan menunggu hingga saat itu sayang..jadi bagaimana langkah selanjutnya rencana kita..apa kau sudah di beri petunjuk lagi oleh Daddy?" tanya Ray memastikan langkah selanjutnya mengenai rencana mereka.
"Sudah..kata nya biarkan Daddy yang mengurus nya..kata nya ini menyangkut perusahaan..kita lihat saja nanti apa yang akan Daddy lakukan pada perusahaan kekuarga Sammy dan Devani" ujar Genie menjelaskan rencana yang Ray katakan pada nya.
__ADS_1
"Oke baiklah..aku percaya dengan Daddy mu karena dia memang tidak bisa di remehkan..kau tau aku adalah penggemar Daddy mu..aku merintis usaha agar bisa bekerjasama dengan perusahaan Daddy mu dan akhirnya kini aku sudah bekerjasama dengan nya.. aku..sangat senang sayang apalagi akan sudah memiliki mu dan restu keluarga mu..rasa nya hati ini juga akan ingin membawa mu ke catatan sipil untuk menikah" ujar Ray menjelaskan perasaan nya tentang kekaguman nya terhadap sosok Rey ayah dari kekasih nya calon mertua nya.
"Hahaha..astaga Daddy ku memang terkenal ya..huhh tapi aku bingung bagaimana cara ku menutupi semua tanda merah yang kau buat dasar duda cabul" ujar Genie risau dengan banyak mau tanda amarah di tubuh nya bagian atas.
"Hahahaha...haahhaa astaga sayang pakai saja apa itu namanya bedak itu em yang basah itu loh sebelum kalian para perempuan memakai bedak kan ada alas nya dulu itu apa namanya..itu bisa untuk menutupi nya" ujar raya ingin menyebutkan foundation tapi dia tidak tau namanya.
"Foundation..huhh baiklah nanti kalau bertemu Daddy aku akan memakai itu..lagian kau ini benar-benar cabul ya..padahal dulu tidak separah ini tapi kenapa sekarang jadi secabul ini hm?" Genie heran dengan perubahan ke cabul an Ray yang melonjak.
"Entah lah sayang..setelah kau menerima cintaku aku merasa tubuhku sangat butuh sentuhan mu entah lah aku juga bingung dengan diriku sendiri yang tiba-tiba menjadi sebuah mesyum ini" jelas Ray yang juga tak tau kenapa dia bisa semesyum ini pada Genie sampai meminta nya melakukan bl*w j*b.
Sebelum nya Ray bahkan merasakan jijik dengan yang namanya wanita..tapi dengan Genie entah lah dia bahkan ingin selalu menempeli nya..mungkin ini yang namanya jodoh.
Mereka terdiam sejenak dan memilih ke kamar tentu ini hanya akal-akalan Ray saja..dia ingin merasakan berry favorit nya yang hanya Genie yang punya..dengan alasan mengantuk akhir nya Ray berhasil membawa Genie ke kamar.
Di kamar Ray mulai mendengarkan minta untuk Genie membiarkan nya menikmati berry favorit nya itu..Genie yang sudah jengah dengan rengekan Ray akhir nya menuruti saja menolak pun tiada guna.
"Sayang aku akan membuat ini menjadi lebih besar lagi" ujar Ray sesat sebelum melahap berry nya.
"Ck mulut mu tuan cabul" Genie berdecak kesal mendengar ucapan vulggar Ray yang tak ada saringan nya.
__ADS_1
Ray tak memperdulikan kekesalan Genie lagi yang dia perdulikan hanya menikmati berry favorit nya yang tengah dia nikmati itu..satu tangan nya lagi merem mas yang sebelah saja itu membuat Genie memukul tangan Ray karena dengan sengaja membuat nya meringis.