
"What..kalau mereka tidak pulang emm maksud ku kalau si wanita sialan itu tidak pulang lalu bagaimana rencana kita bisa berjalan mom..ck sia-sia saja kita membuat rencana untuk menyingkirkan nya" ujar Revya terlihat jelas murka dengan ketidak pulangan nya Genie.
"Sudah tidak usah marah-marah lebih baik kita cari tau saja dimana dan kemana mereka pergi.. hubungi seseorang yang bisa melakukan tugas ini dengan baik" Malena menyarankan agar mereka menyelidiki dan mencari tau kemana Genie dan Ray pergi dengan mengutus seseorang.
Mereka berdua tampak percaya diri sekali dengan pemikiran nya padahal mereka belum tau benar siapa Genie yang sebenar nya..jika mereka tau sudah dapat di pastikan bahwa mereka akan berlutut memohon ampun pada Genie.
Tampak Malena tengah menghubungi seseorang yang bisa di percaya dalam menjalankan tugas ini..dengan di janjikan bayaran yang cukup wah seseorang di seberang sana tergiur dan setuju dengan kesepakatan mereka.
Malena tampak tersenyum puas mendapat kesepakatan bagus ini..dia tidak sabar untuk segera menjalankan rencana mereka..dia sudah sangat kesal dengan sikap Genie apalagi mengingat saat kemarin di babak belur di hajar Genie.
Dia tidak terima dengan semua itu..dia berjanji akan membalas Genie lebih menyakitkan dari yang dia rasakan kemarin..lihat saja Malena Cartwright akan menghancurkan wanita sialan semacam Genie dengan mudah nya.
#
#
"Genie, Ray..hey kalian di sini?" sapa Laura yang baru turun ke ruangan bawah dan melihat Genie dan Ray tengah duduk di sofa ruang tamu.
"Hay mom" sapa kedua nya bersamaan.
"Kapan kalian datang..apa sudah lama kenapa tidak menghubungi mommy dulu sih ck" ujar Laura bertanya serentetan pertanyaan pada kedua nya.
"Astaga mom..satu satu kalau bertanya..hahaha kami baru datang dari resort dan kami tidak sempat menghubungi kalian..sorry" jelas Genie pada ibu nya yang saat ini tengah memeluk nya.
"Apa kau sakit sayang?" tanya Laura seakan tau keadaan Genie karena wajah putri nya terlihat pucat.
"No..I'm fine" ujar Genie menjelaskan keadaan nya yang baik-baik saja.
__ADS_1
"No..kau sakit lihat lah wajah mu pucat sayang..kita cek dokter saja ya.. Ray panggil dokter nak" ujar Laura khawatir melihat wajah Genie yang memucat.
"Mom Genie baik-baik saja..dia tidak sakit tenang lah percaya pada Ray" Ray menenangkan ibu mertua nya yang tengah khawatir dengan Genie.
"Tapi lihat lah nak wajah nya begitu pucat" Laura masih menyangkal karena memang wajah Genie pucat.
"Mom.. percaya lah.. Genie tidak sakit tapi mommy akan punya cucu dari Genie dan Ray" ujar Genie menenangkan Laura.
Laura diam dan mulai mencerna perkataan Genie..akan punya cucu..berarti Genie hamil.
"Sayang... really?" tanya Laura berbinar-binar.
"Yes mom..di sini ada calon cucu mommy" Genie membawa tangan Laura ke arah perut nya.
"Sayang.. Ray..oh God thank you so much.. aku akan menjadi nenek lagi.. hubbyyyyy" ujar Laura senang bukan main dan berteriak memanggil Rey.
"Baby ada apa..kau baik-baik saja..ada yang sakit..katakan baby" Rey langsung memeluk Laura dan mengecek seluruh tubuh Laura takut ada lecet atau sakit atau apalah.
"Aku baik by..Genie by...kita akan punya cucu lagi..Genie hamil by" Laura menjelaskan.
"Oh Genie hamil.....what Genie hamil.. sayang are you serious?" tanya Rey ketika baru sadar bahwa Genie nya tengah hamil.
"Iya dad" jawab Genie tersenyum.
"Oh God..thank you sayang" Rey mencium kening Genie dan memeluk putri nya erat serta mengucapkan terimakasih.
Laura juga memeluk Ray..dia mengucapkan terimakasih kepada Ray yang sudah bekerja keras untuk mencetak bibit baru keluarga Wilson..ck benar-benar tidak dapat di percaya secepat ini mereka mendapatkan anugerah dan ganti Aneta yang telah berpulang.
__ADS_1
'Aneta sayang terimakasih sudah menitipkan adik untuk menemani mommy dan Daddy..kami sayang padamu nak' batin Ray tersenyum berterimakasih kepada Aneta yang telah tiada.
Setelah nya Rey memutuskan untuk kedua anak nya tinggal di rumah nya bukan tidak tau apa saja yang telah terjadi di rumah keluarga Ray tapi Rey lebih memilih diam sambil memantau nya.
Rey hanya memantau dan membiarkan dulu jika mereka berani macam-macam maka Rey tidak akan berdiam diri lagi dan akan memberikan hukuman yang teramat berat untuk mereka.
"Ray setelah ini ikut Daddy ke ruang kerja Daddy..ada yang ingin Daddy bicarakan" ujar Rey pada mantu nya.
"Baik dad" Ray menjawab tanpa ragu karena dia tau ayah mertua nya adalah orang yang tau semua tentang anak-anak nya.
30 menit kemudian Ray dan Rey sudah berada di ruang kerja Rey..mereka duduk saling berhadapan..tatapan mata Rey tak dapat terbaca.. Ray tak tau kesalahan apa yang telah dia perbuat hingga mertua nya memanggil nya dan ingin berbicara empat mata dengan nya.
"Ada apa dad.. seperti nya ada yang penting?" tanya Ray memulai percakapan.
"Apa ada yang kalian sembunyikan dari Daddy?" tamat Ray langsung pada intinya tanpa basa basi.
"Maksud Daddy?" Ray bingung dengan pertama Rey yang bertanya apa ada yang di sembunyikan.
"Apa kalian tidak ingin membicarakan apapun?" tanya Rey sekali lagi masih dengan tatapan tak terbaca.
"Maksud Daddy tentang adik mommy ku dan anak nya?" ujar Ray yang tau arah pembicaraan sang mertua.
"Hm" Rey hanya menjawab singkat.
"Huhh..begini dad..awalnya memang kami belum tau bahwa anak bibi ku datang karena saat itu kami masih di Cebu dan saat kami kembali ternyata anak dari bibi ku sudah ada di rumah dan parah nya lagi ternyata dia malah tidur di kamar ku padahal dia sudah di peringati agar tak menyentuh kamar ku..saat aku dan Genie sampai di rumah Genie tertidur pulas dan aku membawa nya ke kamar dengan menggendong nya namun saat sampai di kamar ternyata sudah ada anak dari bibiku yang tertidur di atas kasur dalam kamar milik ku dan Genie...
Aku kesal dan marah tanpa sadar aku berteriak keras dan membangunkan Genie.. Genie melihat anak dari adik ibu ku tanpa banyak bicara lagi Genie meninggalkan kamar kami dan beralih ke kamar satu nya lagi dan mengunci nya..Singkat nya pagi hari kami sudah berbaikan tapi saat kami turun ke bawah ternyata di bawah sudah ada kedua orangtuaku dan anak dari bibiku..awalnya memang aman-aman saja tapi tak bertahan lama anak dari bibi ku memulai percakapan yang membuat Genie tak berselera makan lagi huhhh..begitu lah inti dari Maslaah yang kami miliki saat ini dad" ujar Ray menjelaskan garis besar nya.
__ADS_1