
"Sebaik nya kalian tinggal di rumah orangtua mu saja Genie..mommy tidak mau kau tertekan atau kenapa-kenapa jika di rumah kami..di rumah mu kau banyak yang menjaga sementara di rumah kami hanya ada mommy dan daddy saja di tambah adik mommy dan anak nya juga masih di rumah..bukan nya mommy mengusir mu nak tapi kau tau sendiri kan..harap kau memaklumi nya" ujar mama Ray mengusap kepala Genie dengan penuh sayang.
Genie tersenyum memeluk ibu mertua nya..dia paham dengan kekhawatiran mertua nya itu dia juga tidak mau anak nya kenapa-kenapa..dia tidak tau hal apa yang sudah kedua rubah itu rencanakan untuk membalas nya.
"Iya mom Genie paham Genie akan tinggal di rumah Ray saja..sebalik nya mommy juga bisa tinggal bersama kami jika mommy dan daddy mau..justru kami akan sangat senang jika kalian ikut bersama kami" ujar Genie berharap mertua nya itu akan ikut tinggal bersama mereka juga.
"Maafkan mommy nak..mommy tidak bisa meninggalkan rumah mendiang orang tua mommy..mommy akan mempertahankan agar rumah itu tetap utuh di tangan kami..jika kami ada waktu pasti kami akan mengunjungi kalian..kirim saja lokasi nya" mamah Ray berucap dengan pelan menjelaskan bahwa dia tidak bisa membiarkan rumah mending orangtua nya di biarkan saja apalagi ada adik nya.
"Iya mom" balas Genie.
Mereka melanjutkan lagi perjalanan nya ke rumah keluarga Cartwright..ya mereka menunda liburan mereka yang tadi nya ingin berlibur di resort akhirnya mereka batalkan.
Orangtua Ray tak bisa meninggalkan rumah terlalu lama karena mereka atau kedua wanita licik itu pasti akan Melaka apapun untuk mendapatkan yang mereka inginkan.
Sementara Genie dan Ray mereka memikirkan kembali kondisi Genie lebih tepat nya Ray yang tak mau Genie kelelahan jika harus berada di luar terlalu lama.
Ray tak ingin Genie dan calon anak nya kenapa-kenapa..dia hanya ingin yang terbaik untuk Genie dan calon anak nya..biarlah dia kira lebay dan posesif tapi inilah diri nya dengan segala kurang dan lebih nya sebagai calon ayah dan suami yang baru merasakan biduk rumah tangga yang sesungguh nya.
"Baiklah mom,dad kami pergi dulu ya..kalian jaga diri baik-baik kabari jika ada sesuatu yang penting" ujar Ray pamit pada kedua orangtua nya juga berpesan.
"Iya kalian hati-hati.. Ray jaga Genie baik-baik kalau tidak awas kau" mamah Ray berpesan kepada Ray agar menjaga Genie.
Akhirnya Ray dan Genie meninggalkan kediaman utama keluarga Cartwright.. Ray dan Genie yakin bahwa mereka akan baik-baik saja toh jika kedua rubah itu berani macam-macam maka bukan hanya siksaan pedih yang mereka rasakan tapi kematian menyakitkan.
__ADS_1
Selama dalam perjalanan menuju rumah Ray Genie tertidur lelap.. Ray membiarkan saja asalkan Genie bahagia dan aman serta nyaman dia tidak akan protes.
"Lucu sekali sih.. aku semakin mencintai mu sayang" uajr Ray lirih menatap sekilas Genie kemudian fokus lagi pada kemudi nya.
Sepanjang perjalanan Ray hanya fokus pada kemudi nya sesekali dia juga melirik pada Genie takut Genie tidak nyaman atau apa.
Tak berapa lama kemudian mereka telah sampai di rumah Ray..meski belum sepenuh nya selesai di renovasi tapi bisa lah untuk di tempati.
"Sebaik mau aku gendong saja takut Genie tidak nyaman" ujar Ray sambil turun dari mobil dan melangkah menuju sisi lain mobil.
Perlahan Ray mengangkat Genie agar tak mengganggu tidur lelap istri nya..setelah sampai di kamar Ray membaringkan Genie perlahan, setelah memastikan posisi Genie nyaman Ray masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri dulu karena dia menjadi gerah.
Selesai dengan mandi nya kini Ray duduk di sisi ranjang samping Genie dia memangku laptop nya enak mulai melancarkan jari-jari nya di keyboard laptop itu.
"Nyenyak sekali sih tidur nya..semakin lucu saja" ujar Ray yang tengah menatap Genie yang masih terlelap.
Kembali berkutat dengan laptop nya kini Ray sedang melakukan meeting secara virtual dengan para klien nya..dia berpindah di sofa takut mengganggu tidur istri nya..dia tak mau waktu istirahat Genie terganggu hanya karena suara nya.
Istri nya adalah prioritas utama nya..tidak ada yang bisa menggantikan nya meskipun perusahaan akan bangkrut sekalipun Ray tetap akan mementingkan Genie dan calon anak nya dulu.
#
#
__ADS_1
"Sudah pulang rupa nya kalian.. bagaimana liburan nya enak..cih" decih Malena menatap tak suka pada kakak dan kakak ipar nya.
"Kau bicara pada siapa Malena..kami?" tamat mama Ray menjawab pertanyaan Malena.
"Cih..memang kalian pikir aku bicara dengan siapa..di sini hanya ada kalian dan aku maka pasti kalian yang aku ajak berbicara" ucap Malena semakin geram dengan tingkah kakak dan kakak ipar nya.
"Oh..maaf karena kami merasa kau tak menyebut nama kami jadi kami pikir kau sedang bicara pada angin" jawab mamah Ray santai sambil meninggalkan Malena yang masih kesal.
Malena hanya diam menatap kedua orang itu dengan tatapan permusuhan..eh tapi kemana Ray dan istri nya..kenapa dia tidak melihat nya apa mereka masih menikmati liburan nya..cih padahal dia sudah menyiapkan rencana untuk menyakiti Genie.
'Sialan aku sudah menyiapkan diri untuk membalas nya tapi dia malah tidak ada di rumah..cih menyebalkan' batin Malena sudah merencanakan sesuatu untuk Genie.
Akhirnya dengan perasaan dongkol Malena kembali ke kamar bayi dan menemui anak nya untuk menceritakan hal ini pada anak nya juga meminta saran.
"Revya bagaimana ini mereka bahkan tak ada di rumah?" tanya Malena bingung menatap anak nya yang tengah santai.
"Apa maksudnya sih mom?" tanya Revya tak mengerti.
"Ck.. Ray dan istri nya tidak pulang" ujar Malena menjelaskan dengan kekesalan yang sangat jelas.
"What..kalau mereka tidak pulang emm maksud ku kalau si wanita sialan itu tidak pulang lalu bagaimana rencana kita bisa berjalan mom..ck sia-sia saja kita membuat rencana untuk menyingkirkan nya" ujar Revya terlihat jelas murka dengan ketidak pulangan nya Genie.
"Sudah tidak usah marah-marah lebih baik kita cari tau saja dimana dan kemana mereka pergi.. hubungi seseorang yang bisa melakukan tugas ini dengan baik" Malena menyarankan agar mereka menyelidiki dan mencari tau kemana Genie dan Ray pergi dengan mengutus seseorang.
__ADS_1