
"Genie apa kau mau makan dulu?" tanya Ray menawarkan.
"Makan..hmm baiklah" Genie menyetujui karena dia memang lapar.
"Baiklah ayo makan dulu di restoran bawah" usul Ray.
Mereka menuju restoran yang ada di bawah pusat perbelanjaan itu..setelah belanjaan beres semua kini mereka makan dulu karena memilih-milih ternyata cukup menguras tenaga juga ya.
Sampailah mereka di restoran..Ray memesan makanan untuknya juga Genie karena Genie tidak pilih-pilih makanan..dia apa pun masuk asal itu makanan layak makan.
Makanan telah siap di meja..baik Genie maupun Ray mereka sama-sama menikmati makanan dengan diam..mungkin tidak biasa atau memang sedikit canggung entahlah hanya mereka yang tau.
Selesai dengan makanannya Genie permisi ke toilet untuk menuntaskan hajat nya yaitu kencing..Ray mempersilahkan toh itu hak Genie dia tidak apa-apa.
Selama Genie di toilet Ray hanya diam sambil mengecek ponselnya memeriksa email dari snag asisten.. pekerjaannya dia tinggalkan sebentar untuk menghabiskan waktu bersama Genie seharian ini.
__ADS_1
"Ternyata dia gadis baik juga..tapi tetap jika sedang mode galak dia seperti gadis gila yang ku kenal..hahaha astaga lucu sekali dia" ucap Ray membatin.
Sementara itu di toilet lagi dan lagi Genie bertemu dengan perempuan yang tak ingin dia temui..sungguh kesialan apa lagi yang akan dia terima.
"Wahhhh Genie kau di sini juga.. kebetulan ya.. bagaimana hubungan mu dengannya..hmm dia pasti dari keluarga kaya ya pantas saja kau mau karena dia kaya kan..hmmm Genie Genie..ternyata kau matre juga ya..sudah karir cemerlang tapi gayanya sok kaya matre lagi..sekali miskin tetaplah miskin jangan berharap lebih" ucap wanita itu.
Genie hanya tersenyum sinis dia tak menggubris perkataan wanita itu..dia hendak melewati wanita itu tapi lengannya di cekal mau tidak mau dia berhenti dan menatap wanita itu dengan tajam.
"Apa lagi?' tanya Genie dengan datar nan dingin.
"Sudah?" tanya Genie dengan malas.
"Kau..bernainya kau mengacuhkan ku?" ucap wanita itu geram.
"Lalu aku harus apa..tidak penting..lakukan apapun jika kau bisa mendapatkan nya Philia" ucap Genie sambil menyentak tangan Philia.
__ADS_1
Sementara itu Philia hanya memandang marah pada Genie yang sudah berlalu.. dia akan merebut semua yang Genie miliki..lihat saja bagaimana dia akan merebut semuanya.
"Hanya gadis miskin saja sudah berlagak kau cih..lihatlah bagaimana aku akan merebut semuanya darimu gadis miskin" ucap Philia mengejek Genie yang sudah tak terlihat lagi.
Philia belum tau kalau Genie adalah salah satu anak dari Reyhan Jade Wilson dia hanya tau Genie tinggal di apartemen murah yang biasa di sewa oleh orang-orang kalangan kurang mampu..dia yakin Genie adalah orang miskin meski dia sudah menjadi designer sekalipun di matanya Genie tetaplah orang miskin yang tidak layak berada di atas.
*
*
"Kenapa lama..apa ada sesuatu di toilet?" tanya Ray penasaran karena Genie sedikit lama di toilet.
"Hanya masalah kecil.. ayo ke panti aku sudah sangat merindukan anak-anak itu" ajak Genie di angguki Ray.
Mereka menuju panti dengan belanjaan di jok belakang serta di bagasi..berbagai macam pakaian serta sepatu dan sandal juga pernak pernik lucu khusus wanita telah Genie siapkan untuk para anak perempuan di panti..dia suka mendandani anak-anak karena baginya bakatnya bisa tersalurkan dan bisa juga mengajarkan kepada anak-anak panti agar memiliki bakat juga.
__ADS_1