MY DUDA IS PERJAKA

MY DUDA IS PERJAKA
Ep 145_Mengakhiri


__ADS_3

Hari ini Ray akan membuat perhitungan dengan Revya..ya Revya adalah salah satu karyawan di perusahaan nya yang menyamar menjadi gadis culun untuk mengelabuhi nya.


Revya juga lah yang telah menyebabkan dia hampir saja bangkrut karena tiba-tiba nilai saham perusahaan nya turun drastis juga sebagian data penting milik nya hilang entah kemana dan di tambah lagi pemutusan kerjasama dengan perusahaan besar yang tak lain adalah klien nya sendiri.


Kini cukup sudah kesabaran nya menghadapi Revya yang tidak kenal jera..dia akan membuat Revya menyesal telah melakukan hal ini pada nya.


Bukan saja diri nya yang akan rugi namun nasib ribuan karyawan yang akan terancam jika diri nya gulung tikar kemarin karena ulah nya.


"Roghdar panggil Janne ke ruangan saya" ujar Ray melalui intercom di ruangan nya pada sekertaris nya.


"Baik tuan" jawab Roghdar melaksanakan perintah Ray.


Roghdar menuju ruangan dimana Janne berada..dia di tempat kan di bagian personalia..ya Ray akui kemampuan nya memang bagus namun dia tidak ingin memelihara benalu jika nanti nya akan merugikan nya.


Setelah memanggil Janne Roghdar mengantar Janne ke ruangan Ray..dia tidak tau kenapa si culun di panggil oleh big bos.


Tok....


Tok....


Tok....


"Masuk" sahut Ray dari dalam.


"Permisi tuan saya sudah membawa nya" ujar Roghdar sopan.


"Suruh masuk dan tinggalkan kami" seru Ray menyuruh Roghdar meninggalkan nya.


"Baik tuan..masuklah" jawab Roghdar menyuruh Janne masuk.


"Baik" jawab Janne.

__ADS_1


Janne masuk kedalam ruangan Ray..dia menatap wajah Ray yang tampak tengah emosi..apa dia sudah ketahuan tapi seperti mau dia sudah bermain dengan hati-hati.


"Maaf tuan..apa tuan memanggil saya?" tanya Janne yang berdiri di hadapan Ray.


"Hm" jawab Ray datar dan singkat.


"Emm apa saya membuat kesalahan tuan?" tanya Janne sedikit takut melihat tatapan Ray.


"Kesalahan..hmm seperti nya iya..apa kau tau kesalahan mu nona Janne atau aku harus memanggil mu dengan sebutan Revya?" ujar Ray berdiri dengan masih menatap tajam Revya yang sudah sedikit gemetar.


Deg.....


Jantung Revya berdetak kencang setelah mendengar kata-kata Ray barusan..apa dia tidak salah dengar..Ray tau dia adalah Revya..tidak seperti nya dia salah dengar..ya dia salah dengar.


"Maaf tuan.. maksud anda Revya..siapa Revya..saya Janne bukan Revya tuan" elak Revya berpura-pura tidak mengerti maksud Ray.


"Hahhaa..kau tidak mengerti atau pura-pura tidak mengerti hm?" Tanya Ray tertawa mengejek Revya yang berlagak sok tidak tau.


"Saya..saya tidak mengerti maksud anda taun..maaf permisi" ujar Revya masih mengelak dan hendak keluar tapi pintu nya sudah Ray kunci otomatis.


"Kau mau lari kemana hm..tidak ada tempat yang bisa kau tuju sekarang nona Janne upsss Revya" ujar Ray mengejek sinis Revya yang terlihat pasrah karena sudah ketahuan kedok nya.


"Haha baiklah..seperti nya kau sangat mengenalku Ray..apa kau mulai tertarik padaku?" ujar Revya sinis menatap Ray.


"Tertarik..hm kurasa kau benar..tapi tertarik untuk melenyapkan mu lebih tepat nya" ucap Ray santai.


"Sialan kau Ray..kau tidak bisa melakukan hal itu karena aku tidak akan membiarkan mu bahagia karena aku yang akan mencabut kebahagiaan mu dan wanita jallang itu" umpat Revya berteriak kesal karena Ray benar-benar tidak ada perasaan pada nya.


"TUTUP MULUTMU JALLANG" teriak Ray tak kalah menggelegar dari Revya.


Dia tidak terima Genie di perlakukan bahkan di katai jallang..Genie adalah wanita baik-baik di mata Ray tidak dia ijinkan siapapun menghina bahkan menyakiti nya.

__ADS_1


Ray akan menjadi orang terdepan untuk membela istri tercinta nya itu..Ray rela melakukan apapun asalkan Genie tetap aman dan tenang.


"Hahaha..sudahlah Ray tidak usah berdrama lagi.. aku hanya meminta bagianku saja..setelah kau memberikan bagian milik ku maka aku akan membiarkan kalian tenang" ujar Revya tanpa tau malu sama sekali.


"Bagian..bagian yang mana maksud mu Revya..harta?" tanya Ray menyeringai.


"Ya..harta yang kalian nikmati juga ada hak milik ku..kalian terlalu tamak hingga mengambil semua nya..ingat Ray aku juga anak dari mommy Malena adik dari ibu mu berarti kita sama..kau jangan lupa itu" ujar Revya masih tidak menyadari bahwa diri nya bukan lah siapapun di keluarga Cartwright.


"Hahahaha...hahahaha astaga perutku sakit sekali hahahaha" tawa Ray pecah saat mendengar ucapan Revya barusan.


Astaga apa dia bilang keluarga,anak hahahaha ya tuhan kenapa masih ada manusia sememalukan Revya di muka bumi ini.


"Kenapa kau tertawa bukan kah aku memang anak mommy Malena meski hanya anak angkat tapi aku memiliki hak atas harta itu" ujar Revya lebih percaya diri.


Asal kau tau saja nona halu..kau bukan kah siapapun di keluarga kami..kau bahkan tidak terdaftar di kartu keluarga bibi Malena.. tidak hanya itu saja kau bahkan tidak memiliki surat adopsi yang sah hingga kau tidak memiliki status resmi sebagai anak angkat dari bibi Malena sendiri..kau tidak pernah tau bukan masalah ini karena kau begitu bodoh dan tamak akan harta keluarga ku..jangan pernah kau bermimpi mendapatkan harta itu batang secuil pun" ujar Ray menjelaskan status Revya dalam keluarga Cartwright.


Revya yang memang pernah mendengar tentang itu langsung terkesiap dan terdiam..awal nya dia tak menghiraukan perkataan itu tapi setelah Ray mengatakan yang lebih pasti nya lagi dia benar-benar marah.


"Sialannnn..arghhhhhh aku tidak terima hak ini..aku akan membunuhmu Ray arkhhhhhhh" teriak Revya yang tak terima dengan nasib nya yang bukan siapa-siapa di keluarga Cartwright.


Revya begitu marah hingga dia hendak menuju Ray untuk menghabisi Ray,namun belum sempat dia sampai dua tangan berhasil mencengkram nya dari belakang.


"Siapa kalian... lepaskan arghhhhhh sialan kau Ray arghhh lepaskan akuuuuu" teriak Revya masih berusaha meronta melepas diri dari cengkraman tangan pengawal Ray.


"Bawa dia ke markas kematian...katakan pada tuan besar aku menyerahkan semua urusan dia pada tuan besar" uajr Ray berpesan pada anak buah nya.


"Baik tuan.. permisi"


"Hm"


Ray duduk di kursi sambil memijat kening nya..dia cukup merasakan kekesalan dari almarhum bibi nya yang dengan sembarang memasukkan seseorang kedalam keluarga nya.

__ADS_1


Andai semua ini tidak cepat di ketahui maka sudah pasti dia yang akan menanggung rugi..rugi segala nya..meski harta yang dia miliki tidak akan habis namun dia sayang dengan usaha buyut nya yang mati-matian banting tulang mengumpulkan harta itu malah jatuh di tangan yang salah.


"Syukurlah semua sudah berakhir..apa aku sudah tepat mengakhiri nya seperti ini..huhh semoga tiada lagi yang mengusik kami setelah ini" harapan Ray akan masa depan mereka.


__ADS_2