MY DUDA IS PERJAKA

MY DUDA IS PERJAKA
Ep 73_Menangkap Ikan


__ADS_3

Sampailah Ray di rumah dia langsung keluar dari mobil setelah mematikan dan memastikan mobil nya aman..dia berjalan cepatasuk kedalam rumah hanya karena tidak sabar untuk bertemu Genie.


"Sayang" panggil Ray mencari keberadaan Genie.


Tak berapa lama kemudian muncul lah seorang wanita cantik yang tak lain adalah Genie sendiri..penampilan nya selalu membuat nya on fire..astaga lihatlah bahkan dia hanya memakai lingerie saja saat ini.


"Kau sudah pulang sayang" tanya Genie sedikit terkejut melihat kehadiran Ray.


"Kau menggodaku sayang..lihat lah dia bahkan sudah bangun saat melihat penampilan mu..kau harus tanggung jawab sayang" tuntut Ray meminta pertanggung jawaban dari Genie yang sudah membuat pusaka nya on fire.


"Ck.. tanggung jawab nya di undur seminggu lagi" ujar Genie sambil mengelus rahang Ray.


Ray membeku setelah mendengar jawaban Genie..apa yang barusan dia dengar..apa dia sedang bermimpi..astaga bangunkan Ray jika dia sedang bermimpi pemirsa.


"Sayang kau tak serius kan..ini bohongan kan?" tanya Ray seketika menjadi panik.


"Iya aku sedang palang merah.. kenapa?" tanya Genie menahan tawa nya melihat tingkah Ray yang panik.


"Tapi sayang aku sud__tunggu maksud nya apa hubungannya dengan palang merah..memang kita melakukan itu kan kita hanya melakukan tanpa penyatuan..lalu kenapa dan apa masalah nya dengan palang merah mu?" tanya Ray yang baru sadar dengan ucapan Genie.


"Hahahahaha...astaga sayang.. ahahahah aduh perutku sakit hahaha..ya ampun jadi kau baru sadar kalau aku mengerjaimu saja hahhaha Ray..Ray..makan nya jangan mesyum terus pikiran nya hahahaha" tawa Genie pecah saat Ray baru menyadari bahwa dia hanya mengerjai nya.


Sedangkan dia benar-benar sudah masuk jebakan Genie..ya ampun kenapa dia baru sadar..ck memang kalau sudah on fire semua terasa tak penting lagi.


Ray merengkuh dan menggigit leher Genie sedikit gemas hingga Genie merintih kesakitan dan memukul dada Ray hingga Ray melepas gigitan nya dari leher milik nya.


"Kau..astaga arkhhh" Genie merintih kesakitan karena leher nya perih dna nyut-nyutan.


"Hehehe sorry..aku gemas dan kesal dengan mu karena sudah mengerjaiku dan itu balasan nya" ujar Ray cengengesan serta tanpa rasa bersalah menganggap nya sebagai balasan atas kekesalannya.

__ADS_1


"Rayyyyy..awas kau ya" teriak Genie ketika Ray sudah melarikan diri ke kamar.


Genie mengejar Ray hingga ke kamar..dia tak menemukan Ray di dalam tapi dia yakin sekarang Ray sedang di kamar mandi..Genie menuju meja rias dan melihat leher nya merah karena ulah Ray..ck menyebalkan sekali sih.


"Dasar duda cabul..awas kau ya..akan aku balas kau nanti" gumam Genie sambil mengoleskan salep di bekas gigitan tadi.


#


#


Hari telah berganti seminggu setelah penangkapan Sammy kini waktu mau bagi Genie menjalankan misi nya yaitu menangkap ikan..dia sudah bersiap sejak tadi hanya saja dia sedang kesal karena menunggu Ray yang begitu lama.


"Sayang sorry lama.. ayo berangkat" Ray meminta maaf pada Genie karena dia sedikit lama.


"Hm" jawab Genie singkat.


"Hey jangan marah sayang...baiklah aku salah kau mau apa sekarang agar tak marah lagi" tawar Ray mengalah karena memang dia yang salah.


"Apa.. tidak tidak.. aku tidak mau sayang..nanti dia besar kepala lagi..kau mau dia berfikir yang tidak-tidak terhadapku?" ujar Ray menolak keras permintaan Genie.


"Ck..lakukan saja dan tak perlu menemui nya karena itu hanya umpan untuk ku bisa menangkap ikan nya..bodoh sekali sih kamu" ujar Genie menatap malas pada Ray yang tak berfikir jauh.


"Benarkah.. baiklah akan aku lakukan..kau saja yang mengirim pesan nya..aku tak mau" ujar Ray mengerti dan menyerahkan ponselnya agar Genie yang mengirim pesan pada Devani.


"Ck..sama saja..hishhh" Genie menggerutu kesal.


Selesai mengirimkan pesan Ray dan Genie menuju restoran karena mereka hendak makan siang di luar..sesekali menikmati waktu bersama..biasa nya mereka ada Aneta yang bisa mencairkan suasana tapi kini huhhh mereka merindukan putri kecil nya.


"Mommy merindukan mu nak" batin Genie tanpa sadar menjatuhkan air mata nya hingga dengan cepat dia menghapus nya.

__ADS_1


Geni sudah berjanji tidak akan lagi bersedih atau menjatuhkan air mata nya setelah hari itu tapi dia melanggar nya.. dia juga tak mau begini tapi dia bisa apa dia hanya manusia biasa.


"Sayang kau menangis?" tanya Ray menyadari bahwa Genie menangis.


"Hm.. tidak sayang" Genie mengelak agar tak ketahuan Ray.


Mobil yang mereka kendarai berhenti di tepi jalan..Ray melepaskan seat belt nya agar lebih leluasa bergerak dia juga memundurkan kursi nya ke belakang agar lebih nyaman.


Dengan gerakan cepat Ray menarik Genie dan mellumat bibir nya dengan penuh cinta..dia tak mau Genie bersedih lagi..sudah cukup air mata mereka keluar dia tak mau putri nya ikut sedih.


"Aku sudah pernah bilang jangan pernah menangis lagi..kau membantah ucapan ku hm?" ujar Ray setelah melepaskan pagutan nya dan menatap Genie.


"Maaf..aku sudah mencoba untuk tak menangis tapi air mata ku terus mengalir tiba-tiba.." jelas Genie pada Ray.


"Sudah hentikan tangis mu apa kau mau Aneta sedih di sana hm..cukup jangan ada air mata lagi kedepan nya..aku pun merasakan apa yang kau rasakan sayang tapi aku menahan nya dan selalu mengingat bahwa dia sudah bahagia di sana..tenang lah dan cobalah ikhlaskan dia..kau bisa dan kau hebat" ujar Ray mencoba memberikan pengertian pada Genie agar tak merasa sedih lagi.


"Maaf maafkan aku"


#


#


"Apa kau siap bermain sayang?" tanya Ray ketika Genie berhasil mengendalikan diri.


"Ya..sangat siap" karena Genie mantap dengan kobaran api amarah dalam mata nya.


"Baiklah..waktu nya kau tunjukkan bagaimana keluarga Wilson yang sebenarnya" ujar Ray menyemangati Genie.


"Ya tentu saja..aku akan perlihatkan pada nya bahwa keluarga Wilson tak pernah main-main" ujar Genie menatap seorang wanita yang tak lain adalah Devani yang tengah menunggu Ray di kursi yang ada di taman itu.

__ADS_1


"Ok.. it's show time..go on baby" Ray mengecup sekilas bibir Genie sebelum Genie turun dan menghampiri Devani tentu anak buah Gian sudah bersiap di berbagai arah juga telah mengamankan lokasi itu agar tak ada yang bisa menolong Devani.


Genie berjalan dengan anggun..meski hanya menggunakan celana jeans dan kaos putih polos di padukan dengan jaket kulit dan tas yang akan membuat wajah Devani membengkak tapi penampilan Genie benar-benar seperti seorang model profesional.


__ADS_2