
Tak terasa sudah 4 bulan usia kandungan Genie..semakin hari semakin cantik pula Genie di mata Ray..Genie semakin banyak perubahan terutama pada aset berharga nya.
Ray semakin gemas melihat perubahan tubuh Genie.. Genie menjadi semakin monttok di mata Ray dan dia semakin suka dengan tubuh Genie.
"Sayang nanti malam mau kan ikut ke acara ulang tahun anak nya rekan bisnis ku juga teman ku?" tanya Ray mengelus perut Genie yang sudah terlihat membuncit.
"Apa kau tidak malu membawa ku honey?" tanya Genie ragu karena dia minder dengan bentuk tubuh nya.
"Hey siapa bilang..aku justru bangga mempunyai istri sesekseh dirimu..kau mengandung anak ku bukan anak orang lain jadi untuk apa aku malu kau begini juga karena ulahku kan..tidak usah minder percaya pada diri mu sendiri sayang" ujar Ray mencoba menjelaskan bahwa bentuk tubuh Genie adalah hasil dari usaha keras mereka selama ini.
"Benarkah..apa aku masih terlihat cantik meski tubuh ku melar?" tanya Genie lagi masih ingin memastikan.
"Sayang dengarkan aku..aku mencintaimu apa ada nya..mau kau gemuk sekalipun aku tak akan berubah..kau tau susah payah aku mendapatkan mu setelah dapat malah aku sia-siakan itu bukan diriku sayang..kau tetap cantik dalam keadaan apapun apalagi jika tak memakai apapun uhh kau semakin seksi" ujar Ray menjelaskan bahwa Genie selalu cantik dalam keadaan apapun.
"Ck..mesyum" Genie merona mendengar ucapan vulgar Ray.
"Jadi?"
"Iya aku ikut"
"Thank you sayang I love you so much"
"I love you too honey"
Ray dan Genie pun duduk di sofa ruang keluarga di rumah Rey..mereka masih memilih tinggal di rumah Rey karena menurut Ray itu adalah tempat teraman bagi Genie.
__ADS_1
Rumah keluarga Cartwright sudah dia jual dan harta nya juga sudah dia berikan pada panti asuhan dan orang-orang yang lebih membutuhkan.. sementara kedua orangtuanya dia tempat kan di rumah pribadi miliknya yang telah rampung di renovasi.
Ya Ray murka setelah beberapa waktu lalu dia tau bahwa kedua orangtua nya di sandera oleh Malena dan juga Revya..awal nya Ray mengira hanya sekedar gertakan semata tapi ternyata mertua nya Rey mengatakan bahwa kedua orangtuanya sudah di rumah sakit akibat siksaan dari Malena dan Revya.
Malena berhasil tertangkap tapi Revya dia berhasil kabur sebelum anak buah Rey sampai di tempat dimana mereka menyekap kedua orangtuanya.
Sempat Ray menyiksa Malena tapi pada akhirnya Malena berakhir di tangan mertuanya Rey..Malena mati dalam penyesalan tak berujung..di tinggal anak angkat nya, mengetahui bahwa ternyata Genie anak dari pebisnis nomor satu di Asia yaitu Reyhan Jade Wilson,mengetahui fakta bahwa ternyata anak angkat nya masih mempunyai keluarga sendiri.
Dan fakta yang lebih mencengangkan lagi adalah suami nya di bunuh oleh ayah Revya sendiri juga dirinya yang ternyata selama ini mengkonsumsi obat perusak rahim hingga dia tak bisa memiliki anak selamanya..dia baru tau fakta nya bahwa yang memberikan obat itu adalah ibu Revya yang saat itu berstatus sebagai pelayan di rumah itu.
Semua itu tak lain juga hasil dari perbuatan nya pada orang yang kasta nya di bawah diri nya..dia memperlakukan orang lain dari kalangan bawah dengan tak hormat.
Menghina,mencaci,memaki,bahkan tak segan meludah di wajah orang yang tak dia sukai atau dia anggap menjijikkan.. kesombongan nya lah yang membawa diri nya pada jurang kehancuran yang selama ini dia gali sendiri.
Malena mati dalam penyesalan yang tak berujung..dia benar-benar tak menyangka bahwa diri nya telah banyak melukai hati orang lain..kini dia telah menuai apa yang dia tanam selama ini.
#
#
"Hahaha..itu bisa di atur Ray..tapi selamat ya atas pernikahan mu yang ke dua ini semoga langgeng sampai kakek nenek dan semoga juga anak mu perempuan agar bisa kita jodohkan" balas Neels berharap semoga anak Ray perempuan.
Mereka tertawa mendengar celotehan Ray dan Neels dua sahabat yang jarang bertemu tapi selalu update segala informasi satu sama lain.
"Selamat Keira anak mu benar-benar tampan..semoga anakku perempuan jadi kita bisa berbesan" ujar Genie memberi selamat pada istri Neels.
__ADS_1
"Kau juga selamat atas pernikahan dan kehamilan mu..kau beruntung memiliki Ray duda perjaka yang bahkan tak memiliki mantan pacar" balas Keira memberi selamat pada Genie.
"Kau tau dari mana?" tanya Genie penasaran.
"Tentu dari suamiku..kau tau mereka selalu bertukar informasi dengan ponsel dan kadang aku membaca chat mereka yang terkesan seperti ABG labil..ck menggelikan" jelas Keira pada Genie.
"Benarkah..hahaha nanti lah aku coba membaca chat mereka aku aku jadi penasaran" Genie penasaran dengan isi chat antara Neels dengan Ray suami nya.
Dan obrolan mereka masih berlanjut entah apapun mereka obrolkan..Keira dan Genie juga semakin akrab dan cocok satu sama lain..Keira yang memang orang nya humble dan ceria sangat cocok dengan Genie yang karakter nya pendiam dan sedikit galak.
Mereka bahkan sudah bertukar nomor ponsel masing-masing..bahkan Ray dan Neels terabaikan oleh kedua wanita itu.
"Lihat lah Ray sekarang malah kita yang di abaikan mereka" ujar Neels sambil menunjuk istri nya dan Genie yang malah asik sendiri.
"Kau benar..tapi aku senang bisa lah lain kali kita kumpul atau kita adakan reuni dengan yang lain..aku penasaran dengan mereka apa mereka sudah taubat atau malah semakin menjadi" ujar Ray menyarankan agar mereka bisa melakukan reuni.
"Hmm boleh itu..apa tidak sekalian reuni teman sekolah sekalian kan rame tuh" saran Neels.
"Terserah kau saja asal kan ada istri aku akan ikut tapi jika istri tidak ikut maka aku tidak akan ikut..dan satu lagi jangan adakan reuni di club atau hotel sebaik nya di restoran atau cafe yang lebih aman" saran Ray mengenai tempat yang tepat untuk berkumpul reunian.
"Baiklah nanti jika mereka setuju maka aku akan mengabari mu..kita ke sana temani istri-istri kita" ujar Neels.
Ray dan Neels menghampiri para istri nya..mereka tak mau para istri di anggap masih single karena mereka masih sangat cantik tak seperti sudah bersuami.
"Sayang..wah seru sekali sampai kau lupa akan suami mu ini?" ujar Ray cemberut memeluk Genie.
__ADS_1
"Ck kau ini..apa kau tak malu di lihat para relasi dan tamu undangan?" tanya Genie berdecak kesal karena tingkah Ray.