MY DUDA IS PERJAKA

MY DUDA IS PERJAKA
Ep 116_Ke Kantor Suami


__ADS_3

"Baiklah tapi jangan lama-lama dan tinggalkan baju bekas mu besok pagi agar aku tak mual lagi dan cepat kembali" akhirnya Genie mengijinkan namun wajah nya sendu tak bersemangat.


Ray hanya menghela nafas nya panjang..dia berharap masa-masa seperti ini segera berlalu dia tidak bisa terus menerus berdiam di rumah karena ribuan nasib karyawan berada di tangan nya.


"Sayang apa kau mau ikut aku ke kantor besok?" tanya Ray mencoba mengembalikan senyum cantik istri nya.


"Ke kantor..apa boleh?" tanya Genie polos.


"Boleh sayang" Ray tersenyum menjawab pertanyaan polos Genie.


Istri nya tengah mode polos jadi anggap saja Genie baru pertama kali ikut dia ke kantor nya..huhh menghadapi bumil perlu banyak suplemen sabar jika tidak maka perang bisa terjadi.


"Baiklah aku ikut..tapi apa aku harus berdandan honey?" tanya Genie seolah-olah tak pernah ke kantor Ray.


"Terserahmu saja sayang..jika kau nyaman dengan tanpa berdandan maka tidak perlu tapi jika kau tidak nyaman maka berdandan lah..kau tak mempermasalahkan hal itu karena bagi ku kau tetap cantik dalam keadaan apapun apalagi tanpa mengenakan pakaian sama sekali..uhhh itu sangat cantik sayang" uajr Ray menggoda Genie dan benar saja wajah merah merona dan malu-malu nya mulai terlihat.


"Ck jangan sevulgar itu honey..ishhh" Genie malu bukan main mendengar kata-kata Ray barusan.


"Kenapa sayang..itu memang kenyataan nya" Ray jujur tanpa basa-basi.


"Honeyyyyy..malu ishhh"


Ray hanya tertawa melihat wajah Genie yang sudah dia sembunyikan di balik selimut..malam semakin larut Ray memeluk Genie dan membawa nya menuju alam mimpi..sebelum nya Ray mengecupi perut Genie yang sudah terlihat sedikit menonjol di bagian tengah nya.


"Sayang nya Daddy good night ya..jangan nakal di perut mommy nanti Daddy marah loh"


"Anakku semoga kau baik-baik saja ya di perut mommy jangan buat mommy kesusahan ya nak..Daddy dan mommy sangat menyayangi mu"


"Good night my wife and good night my dear"


Genie tersenyum dan memeluk Ray menelusupkan wajah nya pada dada bidang sang suami..dia suka harum tubuh suami nya..anak nya benar-benar tak mau dia jauh-jauh dari sang Daddy.

__ADS_1


Keesokan paginya Ray dan Genie sudah bersiap menuju kantor Ray..mereka sudah ijin dengan orangtua Genie dan mereka pun mengijinkan asalkan dengan pengawasan dan mereka tidak masalah.


"Mom,dad..kami berangkat ya" pamit Ray pada kedua mertuanya.


"Hati-hati di jalan" pesan Rey pada Ray sang menantu.


"Iya dad..kau Gian,kau Rachel kami berangkat..bye semua"


Genie dan Ray pamit menuju kantor memakai mobil yang Gian siapkan..Gian tak mau sampai adik nya kenapa-kenapa..dia hanya meminimalisir terjadinya kejahatan.


Sesampai nya di kantor Genie dan Ray turun dari mobil..mereka di sambut Malvin yang sudah stay dia depan lobby untuk menyambut kedatangan sang bos perusahaan.


"Selamat pagi tuan,nona" sapa Malvin sopan pada Genie dan Ray.


"Pagi Malvin.. bagaimana jam berapa pertemuan nya?" balas Ray menggandeng Genie memasuki kantor.


Genie membalas sapaan Malvin dengan senyum ramah nya..dia menatap para karyawan Ray yang memakai pakaian kurang bahan..dia sedikit terbakar cemburu melihat pemandangan itu.


"Aku tau harus apa..lihat saja kalian" batin Genie merencanakan sesuatu.


Sampai lah mereka di ruangan Ray..Genie duduk di sofa sementara Ray dan Malvin membahas mengenai dokumen yang akan mereka bahas nanti saat pertemuan.


"Honey" panggil Genie manja.


Spontan Ray menoleh pada Genie dan mendekati nya..dia berjongkok di depan Genie dan mengusap wajah Genie.


"Ada apa sayang..apa kau butuh sesuatu?" tanya Ray lembut mengelus tangan Genie.


"Aku mau melihat para karyawan mu memakai celana panjang..apa bisa?" ujar Genie melancarkan aksi nya.


Ray berkerut mendengar permintaan Genie..apa dia tidak salah dengar..dia tidak pernah mengatur pakaian karyawan nya asalkan sopan meski ada yang melanggar dia hanya menegur serta memberikan sanksi.

__ADS_1


"Kenapa sayang.. bagaimana kalau mereka tidak mau?" Ray tetap melembutkan suara nya agar Genie tak salah mengartikan.


"Entah lah aku hanya ingin melihat mereka memakai celana panjang..tapi jika kau tak mau melakukan nya tidak apa-apa.. lupakan saja keinginan konyol ku" ujar Genie dengan wajah sendu penuh kekecewaan.


Ray mana mungkin tega melihat wajah istrinya seperti ini.mdia akan melakukan apapun untuk istri nya..tidak apa-apa ini kantor nya dia berhak untuk melakukan itu.


"Baiklah..sekarang jangan sedih lagi hm..nanti baby ngambek gimana?" Ray menuruti keinginan Genie dan memeluk nya mengusap punggung Genie.


"Benarkah.. terimakasih honey" Genie girang dan berterimakasih.


Malvin..dia tersenyum melihat bos nya memiliki pendamping yang bisa mengarahkan nya pada hal yang positif..baru kali ini sang boss mau menuruti keinginan bumil nya yang terbilang melanggar privasi para karyawan tapi demi istri tercinta bosnya bahkan rela mengeluarkan kompensasi agar keinginan istri nya bisa terpenuhi.


"Malvin kau umumkan pada karyawan perempuan bagi siapa saja yang mau mengganti penampilan nya dengan celana panjang maka akan di beri 500 dollar" ujar Ray memberi perintah pada Malvin untuk mengumumkan keputusan nya.


"Baik tuan.. laksanakan..saya permisi" pamit Malvin menjalankan tugas dari Ray.


Ray mengangguk dan beralih menatap Genie..dia tatap Genie Intens..dia semakin jatuh cinta pada Genie..Sungguh betapa berpengaruh nya Genie pada kehidupan nya.


"Terimakasih sudah menyadarkan ku sayang" ujar Ray berterimakasih kepada Genie istri nya.


"Maksud nya?" Genie bingung dan tak mengerti maksud ucapan Ray.


"Tidak apa..pokok nya terimakasih..baiklah baik-baik ya di sini karena sebentar lagi aku akan melakukan pertemuan dengan kolega ku..jika butuh sesuatu kau bisa menghubungi ku..aku akan meninggalkan satu karyawan ku agar berjaga di depan ruangan ini jika kau membutuhkan sesuatu kau bisa meminta kepada nya nanti" ujar Ray menjelaskan karena sebenar lagi dia akan Melaka pertemuan dengan kolega nya.


"Iya Daddy pergi lah..aku hanya ingin menikmati suasana ruangan mu karena baumu masih tertinggal di ruangan ini" jelas Genie yang tak ingin kemana-mana.


"Baiklah..aku kembali ke meja ku ya..aku harus mempelajari dokumen itu dulu.. istirahat saja di kamar jika kau lelah" saran Ray pada Genie.


"Iya honey"


Ray meninggalkan Genie di sofa ruangan nya dan dia kembali ke kursi kebesaran nya untuk lanjut mempelajari dokumen yang perlu dia pelajari.

__ADS_1


__ADS_2