
"Mom,dad" sapa Ray berhenti sejenak.
"Loh.. Ray kenapa dengan istri mu?" tamat mamah Ray terkejut melihat Genie dalam gendongan Ray.
"Ssssttt jangan keras-keras dia sedang tidur..aku ke kamar dulu" ujar Ray menjelaskan sebelum ada kesalahan pahaman yang memberatkan nya.
"Baiklah" jawab kedua orangtua nya.
Sampai lah Ray di lantai 2.. Ray membuka pintu kamar nya kemudian masuk..tapi dia terkejut melihat sesosok tubuh yang tengah berbaring di ranjang milik nya.
"Berani sekali kau tidur di kamar ku hah?" teriak Ray dengan kemarahan yang meluap-luap dan lupa bahwa dia tengah menggendong Genie.
"Ray" panggil Genie yang terkejut mendengar teriakan Ray.
Ray tersadar dan menoleh ke bawah..sial dia tak sadar tenaga menggendong Genie dan lihat lah sekarang Genie terbangun.
"Sayang maaf..maafkan aku..tidur lah lagi" Ray menyesal dan merasa bersalah.
"Ck kau kenapa teriak-teriak sih..ssshh kepala ku pusing" ujar Genie kesal.
"Maaf sayang aku__" ucapan Ray terhenti kala orangtua Ray datang.
"Ray kau kenapa teriak-teriak?" tamat ibu Ray.
"Ck..mom,dad..siapa yang menyuruh nya tidur di kamar ku..aku sudah pernah bilang jangan ada yang Bernai masuk ke kamar ku" ujar Ray menjelaskan kenapa dia sampai berteriak.
Orangtua Ray beserta Genie menoleh ke arah ranjang yang dimana terdapat sesosok tubuh yang tengah duduk di ranjang dengan menunduk.
"Siapa dia?" tanya Genie datar.
"Sayang..maaf aku tidak tau kalau akan terjadi seperti ini..dia__" ucapan Ray terpotong oleh Genie.
"Siapa dia?" Genie mengulang lagi pertanyaan nya dengan nada sangat dingin.
"Dia sepupuku..aku juga tidak tau dia ada di sini..sayang aku benar-benar tidak tau menahu soal ini" jelas Ray pada Genie agar Genie tidak salah paham.
"Sepupu..benarkah mom,dad?" tamat Genie pada kedua mertuanya.
__ADS_1
"Sayang Genie..maaf dia memang sepupu Ray dan dia tinggal di Afrika bersama adik mommy..maaf sayang mommy akan menyuruh nya keluar dari kamar kalian" ujar mamah Ray menjelaskan.
"Tidak usah.. aku tidak sudi memakai barang bekas orang lain" ujar Genie datar menatap tajam Revya yang hanya diam tak bergerak.
Setelah mengatakan itu Genie keluar dari kamar Ray dan menuju kamar lain..mood nya benar-benar di uji..tidur nya di ganggu sekarang masalah kamar..ck sialan.
"Sayang.. Genie.. sayang maaf" Ray berusaha mengejar Genie tapi genie sudah menutup pintu serta mengunci nya.
"Sayanggg.. Genie..buka pintu nya sayang.. Genie" panggil Ray dari luar mengetuk pintu nya.
"Ray bagaimana..apa Genie marah?" tanya mamah Ray.
"Ck..kenapa dia bisa ada di rumah ini mom.. kalian benar-benar..lihat lah Genie salah paham padaku.. bagaimana kalau Genie marah dan meninggalkan ku..arghh sialannnn" Ray mengumpat karena tak tau harus apa lagi.
"Ray maaf nak..mommy sudah bilang pada Revya tadi tapi dia tidak mendengarkan mommy..maaf nak mommy salah" ujar mamah Ray menjelaskan dan merasa bersalah.
"Sudah lah..aku lelah apa ada kunci cadangan kamar ini?" tanya Ray mengenai kunci cadangan.
"Ada sayang..sebentar"
"Ka Ray" panggil Revya mendekati Ray.
"Stop..jangan pernah mendekat atau kau akan menyesal.. pergi sebelum matahari terbit" ujar Ray mengangkat tangan nya dan meminta Revya berhenti.
"Ka Ray aku minta maaf..aku tadi ketiduran..aku tidak bermaksud untuk lancang" jelas Revya membela diri.
"Tidak bermaksud lancang..ck kau terlalu banyak drama..pergi dari hadapan ku dan jangan pernah muncul lagi" ujar Ray tanpa menoleh dengan suara dingin.
Revya berusaha menahan diri agar tak menunjukkan wajah asli nya..dia harus lemah lembut di hadapan Ray..dia tak mau Ray menganggap nya tak punya sopan santun..meski kenyataan nya seperti itu.
"Ka Ray aku benar-benar minta maaf..baiklah Revya akan ke kamar dulu maaf sekali lagi" ujar Revya berusaha lembut.
Ray mendengus tak menanggapi..dia sudah tau kebusukan Revya selama ini.. topeng yang dia gunakan benar-benar tebal..dia akan membuka topeng nya nanti.
#
#
__ADS_1
"Sialan..arkhh kepala ku sakit sekali..ck..Ray benar-benar menyebalkan..dan perempuan itu ck..sepupu tapi tatapan nya mendamba suamiku..aku harus mencari tau tujuan kedatangan nya..awas saja jika mau memakai bibit pelakor" ujar Genie kesal.
Genie keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan bathrobe saja..setelah mengenakan pakaian dalam nya Genie merebahkan diri di kasur dan menutupi tubuh nya menggunakan selimut.
Genie benar-benar kesal dengan hari ini.. hari dimana seharusnya dia menikmati waktu tidur nya di kamar sang suami tapi ternyata ada orang lain yang sudah tidur di atas ranjang itu..cih dia tidak sudi memakai bekas orang lain.
Genie terlelap setelah tenang..kepala nya masih pusing karena bangun secara mendadak dan terkejut mendengar teriakan Ray.
Sementara itu Ray sudah mendapatkan kunci cadangan nya..dia segera membuka pintu dengan perlahan dan masuk kedalam kamar..dia melihat Genie sudah terlelap kembali..ada rasa bersalah karena membuat Genie terkejut dengan teriakan nya.
"Maafkan aku sayang..maaf" ujar Ray kemudian ikut merebahkan tubuh nya di samping Genie dan memeluk nya.
Genie tak terbangun dua sudah sangat nyenyak..lelah,mengantuk dan pusing hingga membuat nya tak terbangun dari tidur nya.
Keesokan paginya Genie bangun dan mendapati suami nya tengah terlalap di samping nya dengan memeluk tubuh nya..dia tersenyum..dia suka melihat wajah Ray.
"Tampan sekali sih..ck menyebalkan" uajr Genie gemas mencium pipi dan bibir Ray.
"Aku memang tampan sayang" ujar Ray menjawab ucapan Genie dengan membuka mata nya dan tersenyum.
"Ka..kau sudah bangun..sejak kapan?" tanya Genie terkejut.
"Sejak kau belum bangun sayang..morning istri ku..morning kiss please" sapa Ray meminta jatah morning kiss nya.
"Ck.. menyebalkan.. cups"
Ray tersenyum dan mencium bibir Genie dengan mellumat nya..dia menyesap kuat hingga bunyi decapan nya begitu keras.
"Hahaha..sudah lah aku mau mandi" akhirnya Genie menyudahi acara morning kiss nya.
"Bersama sayang" ajak Ray ingin mandi bersama.
"Ck..mana bisa aku menolak..ayo" Genie pun pasrah dan akhirnya mandi bersama di sertai 'olahraga' pagi.
Selesai dengan urusan mandi nya..mereka keluar dari kamar menuju meja makan..Ray merangkul pinggang Genie berjalan bersama.
"Morning mom,dad" sapa Ray dan Genie tanpa perduli Revya yang menatap kedua nya dengan tatapan iri.
__ADS_1