MY DUDA IS PERJAKA

MY DUDA IS PERJAKA
Ep 140_Semakin Cantik.


__ADS_3

"Boleh..aku mandi dulu" jawab Malvin mengelus rambut Hailey yang halus.


"Baiklah..apa mau ku siapkan air hangat?" tanya Hailey menawarkan.


"Tidak usah sayang" tolak Malvin sengaja menggoda Hailey.


Hailey tampak merona mendengar sebutan sayang dari mulut Malvin..astaga seperti nya jantung nya perlu berkonsultasi dengan ahli nya.


"Ck apa sih..sana mandi" ujar Hailey tampak salah tingkah.


"Hahaha" Malvin tertawa melihat rona merah di wajah Hailey.


Dia suka dengan tingkah Hailey ketika sedang seperti ini..astaga dia tidak sabar untuk melihat bagaimana manja nya Hailey.


"Aku tidak sabar untuk segera menikahi nya" gumam Malvin menerawang jauh.


Malvin memilih mandi dulu karena dia merasa gerah..dia lelah namun setelah melihat wajah cantik Hailey juga penampilan nya yang terlihat lebih fresh dia jadi bersemangat lagi.


Sementara Hailey dia bercermin di meja rias nya..pipi bayi memerah astaga apa tadi Malvin melihat nya" ujar Hailey bergumam.


Hailey membenarkan tiada nya dan menatap diri nya di cermin..dia semakin cantik dan juga semakin bahagia.


Lihat lah sebelum nya saat bersama Billy dia bagaikan pelayan yang tak terawat tapi setelah dia bertemu Malvin dia jadi seperti putri.



"Betapa beruntung nya aku bertemu dengan Malvin.. Aku janji akan berusaha lebih keras lagi untuk jatuh cinta pada mu Malvin.. terimakasih telah memberikan ku kesempatan untuk bahagia" ujar Hailey berkaca-kaca melihat pantulan diri nya di cermin.


Tanpa Hailey sadari ternyata Malvin melihat dan mendengar semua uacapan nya..Malvin tersenyum karena berhasil membuat Hailey memiliki perasaan untuk nya.


Dia juga akan berjuang untuk membuat hati nya hanya untuk Hailey..apapun yang terjadi dia akan tetap bersama Hailey.


"Terimakasih juga telah membuka hati mu untuk ku Ely..tunggu lah hingga hatiku sepenuh nya bisa mencintaimu" batin Malvin meninggalkan kamar Hailey.


Malvin menuju rumah tamu..dia meminum kopi nya..dia bertingkah layak nya tidak tau apa-apa..biarkan seperti air mengalir.


Hailey keluar dari kamar dan melihat Malvin sudah duduk di sofa ruang tamu..dia berjalan pelan menuju Malvin.


"Malvin..kau sudah selesai?" tanya Hailey.


"Hm..apa kau sudah siap?" Malvin bertanya balik meski melihat penampilan Hailey yang sudah rapih.


"Sudah..apa kita berangkat sekarang?" tanya Hailey lagi sedikit ragu.


"Iya sayang..ayo" jawab Malvin menggandeng tangan Hailey.


Lagi dan lagu Hailey tampak merona mendengar sebutan sayang dari mulut Malvin..ck norak sekali dia.


.

__ADS_1


.


"Bagaimana apa sudah kalian siapkan?" tamat Malvin saat sudah sampai di butik.


"Sudah tuan..mati saya perlihatkan" jawab si karyawan butik mengarahkan Malvin dan Hailey ke ruang ganti.


"Ayo sayang" ajak Malvin merangkul pinggang Hailey.


Di ruang ganti Malvin tampak tengah melihat-lihat gaun yang pas dan tak terlalu terbuka untuk calon istri nya..dia tidak rela jika tubuh Hailey di di lihat banyak mata pria.


"Coba lah yang ku pilihkan tadi" ujar Malvin menyuruh Hailey mencoba gaun yang dia pilihkan tadi.


"Baiklah"


Hailey masuk kedalam ruang ganti dan mulai mencoba gaun yang Malvin pilihkan..dia suka gaun yang Malvin pilihkan untuk nya.


Hailey keluar dari dalam ruang ganti dan memanggil Malvin.



"Malvin" panggil Hailey.


Malvin menoleh dan tampak terpesona melihat gaun pengantin yang Hailey kenakan..dia suka gaun itu,begitu pas di tubuh Hailey.


"Bagus dan cantik..cobalah yang lain nya" puji Malvin jujur.


"Baiklah"



Hailey keluar dari ruang ganti dengan gaun yang satu nya lagi..Malvin menoleh dan terpesona melihat Hailey yang begitu sempurna memakai gaun-gaun pilihan nya.


"Bagaimana?" tanya Hailey ragu.


"Cantik..coba yang satu nya" ujar Malvin menyuruh Hailey mencoba yang terakhir.


"Baiklah"


Dan Hailey kembali masuk lagi untuk mencoba gaun yang terakhir..dia begitu jatuh hati pada gaun-gaun ini.



"Malvin bagaimana?" tanya Hailey setelah keluar dari ruang ganti.


Dan..lagi dan lagi Malvin di buat takjub akan keindahan gaun-gaun yang melekat di tubuh Hailey.


Apakah gaun nya yang bagus ataukah tubuh Hailey yang terlalu sempurna..entah Malvin hanya tau jika Hailey tampak sempurna memakai gaun-gaun itu.


"Sempurna..kita ambil ketiga nya" puji Malvin mengambil keputusan.

__ADS_1


"Hah..se..semua?" ujar Hailey tampak terkejut.


"Iya sayang..ayo kedepan..gantilah" jawab Malvin santai.


Harga ke menurut saja dia mengganti lagi gaun itu dengan baju yang dia kenakan tadi..sungguh dia benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran Malvin.


Apa nanti Malvin tidak takut jatuh miskin jika membeli ketiga nya sekaligus. lebih baik menyewa saja dari pada membuang-buang uang hanya untuk sebuah gaun yang akan dia kenakan sehari.


"Ck..apa tidak apa-apa membeli ketiga nya?" tanya Hailey masih mencoba mempengaruhi agar Malvin tak membeli ketiga nya.


"Tidak sayang..tenang saja" jawab Malvin mengelus rambut Hailey dan mengecup kening nya lembut.


Hailey tampak tersenyum mendapat perlakuan seperti itu dari Malvin..dia bagaikan seorang wanita yang sangat di cintai.


Selesai dengan urusan gaun kini Malvin mengajak Hailey untuk membeli cincin pernikahan..ya Malvin tentu tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini.


.


.


"Sayang pilihlah" ujar Malvin menyerahkan keputusan pada Hailey.


"Tapi ini sangat mahal..apa tidak ada yang lebih murah lagi..kita ke toko lain saja ya..di sini sangat mahal" ujar Hailey mengutarakan kekhawatiran nya.


"Kenapa?" tanya Malvin heran.


"Aku tidak mau membuatmu bangkrut dalam sehari..masa depan kita masih panjang..lebih baik uang nya di tabung untuk kehidupan kita selanjutnya" ucap Hailey


"Hahaha..astaga sayang.. tenang saja aku tidak akan bangkrut meski membeli seisi toko perhiasan ini..tenang saja untuk masa depan kita aku sudah mempersiapkan nya sebelum bertemu dengan mu" jelas Malvin memberi pengertian pada Hailey.


"Benarkah..?" tanya Hailey memastikan.


"Iya sayang..pilih lah"


"Ck baiklah"


#


#


"Sayang bagaimana kau puas setelah berbelanja?" tanya Ray pada istri nya yang tengah duduk santai di sofa kamar mereka.


"Puas honey..lain kali lagi ya" ujar Genie.


"Haha iya sayang..tenang saja" jawab Ray mantap.


Ray dan Genie tadi sepulang dari restoran mampir ke pusat perbelanjaan..Genie tiba-tiba ingin berbelanja entah lah ngidam mungkin.


Ray tentu saja mau mau saja..menyenangkan istri tidak akan membuat kantong kering..justru menyenangkan istri akan melipat gandakan rejeki laki-laki.

__ADS_1


Karena apa di balik kesuksesan lelaki akan selalu ada wanita yang terbaik Yangs slalu mendukung apapun yang lelaki lakukan.


__ADS_2