MY DUDA IS PERJAKA

MY DUDA IS PERJAKA
Ep 84_Mengakhiri


__ADS_3

"Aku tidak akan tertipu dengan akal-akalan mu saja nona Devani" ujar Genie yang langsung menyabetkan pedang itu pada dada Devani hingga menimbulkan dada nya memiliki luka sobekan yang cukup dalam dan panjang.


Srinkkkkkkkk.....


"Arkhhh k..kau uhukkk" ujar Devani memuntahkan darah dari mulut nya.


Sedangkan Genie..dia hanya tersenyum namun senyum yang dia berikan adalah senyum smirk kemenangan..Genie tak segan-segan untuk menggores permukaan kulit mulus Devani dengan pedang yang dia pegang.


Sreeetttt.......


"Arkhhhhhhh.."


"Harus nya kau berfikir dulu jika ingin mengusik ketenangan ku" Genie menikmati kegiatan nya dan semakin senang.


Sreeetttt........


"Uhukkk..uhukkk"


"Harus nya kau mengampuni nya hingga kau bisa menikmati waktu ku lebih lama nona Devani..kau terlalu tamak akan obsesi mu sendiri hingga membuat mu menjadi seperti monster yang haus akan kepemilikan dan melakukan segala macam cara untuk memiliki apa yang ingin kau miliki" ujar Genie sambil mengayunkan pedang itu lagi ke perut Devani dan membuat darah mengucur bebas.


Sreeetttt........


"Arkhhhhhhh"

__ADS_1


Devani tak lagi memiliki tenaga untuk sekedar melawan dia benar-benar sudah tidak bisa bergerak lagi..tubuh nya bergetar hebat karena sabetan dan goresan pedang yang Genie hantam pada nya membuat tubuh nya tak lagi memiliki rasa.


Terlalu sakit..sangat sakit..dia tidak mampu menyuarakan kesakitan nya hingga dia hanya bisa diam tanpa melakukan apapun untuk melindungi diri nya dari amukan pedang Genie.


"Bagaimana rasanya nona Devani..sakit atau sangat sakit..itu belum seberapa dibandingkan anakku yang bahkan kalian siksa dengan tubuh kecil nya yang tak mampu melawan" ujar Genie tersenyum dan berkata seperti itu pada Devani yang hanya bisa diam kelu tak dapat berkata-kata.


Genie duduk manis setelah selesai membuat Devani tak berkutik lagi..dia memberi kode pada anak buah nya untuk melakukan perintah nya yaitu menghabisi orangtua Devani di depan mata nya sendiri.


Dia hanya ingin Devani melihat bagaimana sakit nya diri mau ketika melihat anak yang selama ini dia jaga meregang nyawa di depan nya..meski lah dia bukan anak kandung nya tapi dia sudah seperti ibu yang telah melahirkan nya bahkan lebih dari itu.


Anak buah Gian melakukan tugas nya sesuai arahan dari nona muda nya..mereka berdua memegang ibu Devani yang terus meronta-ronta ingin di lepaskan bahkan mengumpat kedua anak buah Gian.


"Lepaskannnn..lepaskan akuuuuu..arghhhhhh kalian kejam..kalian tidak memiliki hati..lepaskan akuuuuu arghhhhhh" ucap ibu Devani tanpa perduli dengan anak nya.


Ibu Devani terdiam..dia Memnag mendengar bahwa anak nya adalah dalang dari kematian anak kecil yang sudah Genie dan Ray anggap anak kandung yang otomatis adalah cucu sambung keluarga Wilson dan keluarga Cartwright.


"Genie maafkan kami nak..maafkan kami..kami mohon ampuni lah kami nak..kami tidak salah apapun tapi kenapa kami yang kau jadikan alat balsa dendam mu?" ujar ibu Devani berkata tanpa berkaca.


"Ssssttt diam dan nikmati saja" ujar Genie santai sambil duduk menikmati pemandangan menyenangkan di depan nya.


Di sisi lain Ray juga telah menumbang kan Sammy dengan begitu mudah nya..Sammy bahkan tak terlalu mahir dalam bela diri..cih bisa apa dia..hanya bisa berperang dengan kasur dan wanita saja.


Ray melihat ke arah Genie yang sudah duduk di sofa..dia menyusul nya dan ikut duduk sambil merengkuh tubuh Genie yang membuat nya candu..dia sembunyikan wajah nya pada ceruk leher Genie.

__ADS_1


Devani dan Sammy yang melihat kegiatan mereka hanya bisa menahan geram dan amarah nya..mereka ingin berlari dan merebut tubuh yang mereka inginkan namun sial kaki dan tubuh mereka bagai tak bertulang.


Genie dan Ray bahkan tak melirik sedetik pun ke arah keenam orang itu..mereka hanya fokus pada kegiatan yang tengah mereka lakukan..peduli apa pada keenam orang itu..cih bahkan jika mereka ingin bercinta pun tidak masalah.


"Sayang sebaik nya kita segera selesai kan tugas kita dulu.. aku sudah tidak sabar untuk segera menikahi mu" ujar Ray berbisik di telinga Genie dengan sedikit meniup ceruk leher Genie dan itu membuat Genie meremang.


"Ck Dasar duda cabul..baiklah ayo kita habisi mereka sekarang jugal" Genie menuruti Ray karena dia pun sama dengan Ray ingin segera merasakan kenikmatan dunia yang sesungguhnya.


"Kalian..bawa keempat orangtua itu 2 ke kandang Pira dua lagi ke kandang Wolfy dan jangan lupa untuk mereka berdua pastikan mereka melihat adegan Ir dengan mata yang terbuka lebar agar mereka tau betapa sakit dan sesak nya kehilangan orang yang kita cintai" ujar Genie memberi perintah pada anak buah Gian untuk membawa orangtua Devani dan Sammy.


"Tidakkkkkk.. lepaskan lepaskan akuuuuu arghhhhhh.. tidakkkkkk" teriak keempat orang itu dengan memberontak namun sia-sia karena kekuatan anak buah Gian lebih besar dari keempat orang itu.


Sedangkan untuk Sammy dan Devani mereka tentu saja memberontak tapi tidak membuahkan hasil karena tangan serta kaki mereka sudah lebih dulu di ikat oleh anak buah Gian.


Mulut mereka di bekap kain agar tak menimbulkan suara berisik karena teriakan dan umpatan kasar..anak buah Gian juga punya telinga gaes bisa tuli dadakan kalau seperti ini terus.


Genie dan Ray hanya melihat datar ke arah mereka tanpa belas kasih..biarlah mereka menjadi manusia kejam untuk hari ini..demi untuk mengurangi Aneta lain yang akan menjadi korban dari mereka di masa depan lebih baik memberantas akar nya.


"Pastikan kedua orang itu meluaht setiap adegan yang tersaji di depan nya..lepaskan pengikat mulut kedua nya namun tidak untuk tangan dan kaki..biarkan mereka meratapi kematian kedua orangtuanya tanpa bisa melakukan apapun agar mereka merasakan sakit yang kami rasakan sama hal nya dengan perasaan mereka data melihat kedua orang tua nya" ujar Ray tegas dengan nada lantang agar terdengar oleh keenam orang itu.


"Nak Ray tolong nak..maafkan kami nak..maafkan kami tidakkkkkk jangannnnnnn" mohon ibu dan ayah Devani pada Ray.


"Nak Genie kami mohon nak..lepaskan kami.. tidakkkkkk" teriak kedua orang tua Sammy memohon pada Genie.

__ADS_1


"Maafku telah pergi bersama nyawa anak ku yang anak-anak kalian lenyapkan dengan keji nya..pintu maafku telah terkunci rapat akibat ulah kedua anak kalian yang tak ber perikemanusiaan terhadap seorang anak kecil berusia 8 tahun yang masih sangat membutuhkan kasih sayang orangtuanya..nikmati lah waktu terakhir kalian melihat e menyeramkan anak-anak kalian yang telah kalian banggakan..lemparkan mereka"


__ADS_2