MY DUDA IS PERJAKA

MY DUDA IS PERJAKA
Ep 154_HPL


__ADS_3

Ray membersihkan diri setelah percintaan mereka tadi..dia puas dan juga kasihan pada istri nya yang harus melayani birrahi nya yang semakin kesini semakin menjadi.


Apa mungkin hormon kehamilan Genie berpindah pada nya..apa mungkin itu terjadi..tapi seperti nya dia merasa memang seperti itu.


Selesai dengan urusan mandi nya kini Ray ikut berbaring di sebelah Genie dengan memeluk nya..dia suka aroma Genie apalagi jika Genie sedang dalam mode merajuk itu lebih lucu.


Skip.....


"Mom,dad bagaimana kabar kalian..maaf Genie baru bisa ke sini" sapa Genie saat sampai di rumah Ray yang dulu mereka tempati sewaktu masih ada Aneta.


"Sayang..kami baik-baik saja..kamu bagaimana..cucu Oma nggak nakal kan?" sapa balik mama Ray dan memeluk Genie kemudian mengelus perut Genie.


"Dia baik mom..malah seperti nya Genie di suruh tidur makan dan nggak boleh ngapa-ngapain lagi..ck lihat tubuh Genie juga persis babi sekarang.. melar" ujar Genie menggerutu mengadu pada mama mertua nya.


"Hahaha astaga sayang" Mama Ray tertawa mendengar gerutuan Genie yang terkesan mengadu kepada nya mengenai cucu nya.


"Mom,mommy masak apa..Genie pengin makan makanan buatan mommy" ujar Genie bertanya kepada mertua nya.


"Kebetulan mommy masak sup ayam..ayo makan lah" ucap mama tua menyebutkan makanan yang dia masak.


Sementara para lelaki sudah asik pada dunia nya masing-masing..ya Ray dan Daddy nya entah sedang apa di ruang tamu.. biasa lah jika pria dan pria bertemu paling membahas masalah pekerjaan.


Bukan kah mereka membosankan.


"Jadi kapan perkiraan Genie melahirkan boy?" tanya papa Ray.


"Masih dua bulan lagi dad..tenang saja kalau mau melahirkan nanti akan Ray kabari" ujar Ray menjelaskan.


"Normal atau cecar?" tanya papa Ray sekali lagi.


"Genie mau nya normal tapi untuk berjaga-jaga Ray juga menyiapkan rencana untuk cecar..yang penting mereka berdua baik-baik saja" jelas Ray mengenai rencana nya.


"Kau benar boy..sebaik nya jangan tinggalkan Genie sendirian.. jika kau kau ke kantor di titipkan saja pada mertua mu" saran ayah Ray agar menitipkan Genie saya dia kekantor.


"Iya dad..Ray juga begitu..mana mungkin Ray meninggalkan Genie sendirian tanpa pengawasan" ujar Ray menjelaskan pada ayah mau bahwa dia juga sudah melakukan saran ayah nya.


"Bagus..suami siaga" puji ayah Ray.


Dan mereka masih mengobrol entah apa saja karena hanya pria yang paham..setelah cukup lama mengobrol kini kedua nya menuju meja makan.


Ternyata mereka lapar juga..waktu sudah menunjukkan jam makan siang jadi perut kedua nya juga minta di isi lagi.


"Hay serius sekali kalian?" tanya Ray menghampiri Genie dan mengecup ujung kepala nya.


"Kau sudah selesai mengobrol nya?" tanya Genie tak menjawab.

__ADS_1


"Iya sayang..kau tak makan?" jawab Ray.


"Aku baru selesai makan dengan mommy karena terlalu lapar menunggu kalian selesai bergosip..iya kan mom?" ujar Genie menyindir suami dan mertua nya.


"Benar sekali sayang" jawab mama Ray melirik suami dan anak nya.


"Ya tuhan baiklah kami salah..maaf ya sayang maaf sudah membuatmu menunggu" ujar Ray meminta maaf karena bagaimanapun juga bumil tidak bisa di bantah.


"Di maafkan" ujar kedua wanita itu bersamaan.


Papa Ray dan Ray sendiri hanya menggelengkan kepala nya melihat aksi kompak menantu dan mertua itu.


Syukur lah mereka akrab karena banyak menantu dan mertua wanita tidak akur bahkan tak jarang mereka tak saling sapa.


Bagi Ray dan ayah nya asalkan kedua wanita kesayangannya akur mereka sudah cukup bahagia.


Makan siang pun masih berlanjut..Genie makan lagi entah kenapa dia jadi lapar lagi melihat Ray makan.


Mama Ray juga makan lagi mungkin karena pengaruh kenikmatan sup ayam buatan nya jadi dia juga tak kuat menahan godaan dari rasa sup ayam nya.


Mereka makan dengan penuh kehangatan..suasana seperti ini lah yang membuat hidup lebih tenang dan nyaman.


#


#


"Mau honey" jawab Genie antusias.


"Oke kita menginap dua hari di sini bagaimana?" saran Ray dan di jawab anggukan dari Genie dengan wajah bahagia.


Hari semakin gelap tak terasa malam pun tiba..kini Ray dan keluarga nya tengah duduk santai di ruang tengah..mereka mengobrol seputar masalah kehamilan Genie.


Genie sangat senang di perhatikan oleh orang-orang..sejak hamil dia memang suka merasa ingin selalu menjadi bahan perhatian keluarga nya.


Mungkin efek hormon nya jadi dia seperti ini.


Ray dan kedua orangtua nya tidak masalah asalkan Genie bahagia mereka juga senang.


"Sudah larut tidur lah..kasihan Genie dia pasti lelah" ujar mama Ray menyarankan.


"Iya mom..kami permisi..ayo sayang" ajak Ray pada Genie setelah berpamitan dengan kedua orangtuanya.


"Mom,dad kami ke kamar dulu" pamit Genie sopan pada kedua mertua nya.


"Iya sayang tidur lah" jawab mama Ray.

__ADS_1


Dan Genie juga Ray sudah berada di kamar mereka.. mereka hanya tidur tidak melakukan apa-apa Ray tidak segila itu untuk membuat Genie kelelahan.


Bisa di hajar habis dia oleh kedua orangtuanya juga mertua nya.


"Tidur lah sayang..aku akan menemani mu" ujar Ray pada Genie.


"Temani aku honey" pinta Genie agar dia menemani nya.


"Iya sayang" jawab Ray patuh.


Genie pun mulai memejamkan mata nya..dia memang sudah mengantuk jadi tidak butuh waktu lama bagi nya untuk terlelap.


Ray tidak beranjak dari posisi nya sesuai keinginan Genie..dia tidak mau membuat Genie merasa sendirian jika dia melangkah dari ranjang.


Ray juga ikut memejam kan mata nya setelah cukup lama menemani Genie dan mengelus rambut Genie.


Dia jadi mengantuk juga dan akhirnya Ray pun tertidur dengan memeluk Genie agar genie merasa hangat.


Sementara orangtua Ray masih di ruang keluarga..mereka masih duduk santai sambil mengobrol mengenai masa tua nya.


"Andai anak kedua kita masih ada pasti Ray tidak lah sendirian..aku harap Ray tidak hanya memiliki satu anak kelak" ujar mama Ray berharap agar Ray memiliki setidak nya lebih dari satu anak.


"Semoga saja mom.. percaya lah pada anak mu" jawab papa Ray.


Mereka pun masuk kedalam kamar untuk beristirahat..mereka ngantuk juga karena sudah malam.


#


#


Di tempat lain Philia berhasil kabur dari rumah itu.. penjaga tidak ada yang tau karena dia menyamar menjadi seorang pelayan yang biasa nya bekerja paruh waktu di rumah keluarga nya.


Dia berhasil membawa uang dan sebuah kartu ATM milik sang ayah..Philia berhasil lolos dari rumah itu dan dia menuju mesin penarikan uang.


Philia butuh uang setidak nya cukup untuk nya bertahan hidup di negara X sisa nya dia akan pikirkan nanti.


"Tunggu lah aku kembali..aku akan merebut apa yang seharus nya menjadi milik ku" ujar nya bergumam.


Philia mengganti pakaian nya dan membeli tiket atas nama nya menuju ke Singapore dan atas nama samaran nya ke Nagara X.


ATM yang dia ambil sudah kosong tak ada lagi tersisa sepeserpun di dalam nya karena sudah dia tarik semua hingga tak bersisa.


Dia butuh banyak uang untuk bertahan di sana juga membayar orang untuk melakukan sesuatu pasti nya..dia tidak akan tinggal diam begitu saja sebelum apa yang dia inginkan tercapai.


Benar-benar sudah bebal pikiran nya itu.

__ADS_1


__ADS_2