
Di kantor Ray hari ini ada penerimaan calon karyawan baru..Ray membuka beberapa posisi yang memang dia butuhkan.
Malvin bertugas mengurus pendaftaran itu karena Ray benar-benar tidak bisa lepas dari Genie..Istri Ray itu seakan takut kalau Ray tak memperdulikan nya lagi.
Dia bahkan sampai ikut ke kantor hanya untuk sekedar menemani Ray bekerja dan dia tiduran di ruangan Ray.
Seperti hari ini Ray tengah sibuk dengan beberapa dokumen sementara Genie dia tengah menonton film di ponsel nya.
Ekspresi Genie menggambarkan keadaan hati nya..jika sang tokoh bahagia maka dia akan menangis karena merasa bahwa pemeran di film yang dia lihat seakan menertawai diri nya.
Sedang Ray yang mengamati kegiatan Genie hanya menggelengkan kepala nya melihat wajah Genie yang kadang sendu kadang ceria.
Biarkan saja bumil nya itu.
"Sayang apa kau butuh sesuatu?" tamat Ray menghampiri Genie yang masih asik menonton film.
"Tidak" jawab Genie singkat tanpa menoleh.
"Oke baiklah..aku kerja lagi ya" ujar Ray kembali ke kursi kebesaran nya.
Ray melanjutkan pekerjaan nya lagi setelah memastikan Genie Tak memerlukan sesuatu..dia hanya ingin memperhatikan istri nya yang kadang sensitif.
Ray hanya tak mau jika dia tak bertanah malah Genie menganggap nya tak perhatian lagi seperti kemarin-kemarin.
#
#
"Apa sudah semua peserta interview nya?" tanya Malvin pada sekertaris nya.
"Sudah tuan..anda bisa ke ruang interview dan memeriksa nya" ujar si sekertaris menyarankan.
"Hm pastikan tidak ada yang nama nya pengkhianat" ucap Malvin menekankan.
"Baik tuan saya sudah periksa semua profil mereka" jawab si sekertaris mantap.
"Bagus"
Malvin menuju ruang interview untuk meng interview satu persatu peserta yang sudah lolos pemilihan..dia hanya ingin memastikan tidak ada pengkhianat dalam perusahaan ini.
Malvin mulai meng interview satu persatu dari beberapa orang yang terpilih..dari 1000 an lebih peserta setelah melewati penyisihan hanya tersisa sekitar kurang dari 100 peserta saja.
__ADS_1
Perusahaan Ray memang tidak main-main dalam menyeleksi calon karyawan nya..Hanya yang benar-benar memiliki niat dan tekat yang mampu bertahan.
Selesai dengan semua interview nya kini Malvin kembali ke ruangan nya untuk membawakan data dari calon karyawan baru perusahaan itu.
Malvin menyerahkan semua pada Ray karena yang memiliki hak untuk membuat keputusan adalah Ray si pemilik perusahaan.
.
.
"Kalau jalan pake mata nona" tegur salah satu karyawan pada seorang gadis yang berpenampilan culun.
"Ma..maaf..saya tidak sengaja" ujar gadis itu ketakutan.
"Ck pergi sana mengganggu pemandangan saja" ujar si karyawan mengusir si gadis cupu tadi.
Si gadis pergi dari sana..sebelum benar-benar menghilang dari pandangan mata gadis itu tampak melihat karyawan yang tadi menabrak nya dengan tatapan tak terbaca.
Gadis tadi kembali ke ruangan dimana dia berada bersama para peserta interview tadi.
Tak terasa waktu sudah menjelang sore..jam pulang kerja sebentar lagi.. Ray sudah menyelesaikan pekerjaan nya karena dia tak mau Genie menunggu terlalu lama dan malah akan membuat mood nya berantakan.
Ray meraih hasil nya kemudian memakai nya..setelah beres dengan meja nya dan memakai jas nya kini Ray menghampiri Genie yang tengah menatap nya.
"Ayo" Genie menurut dan menggandeng mesra lengan Ray.
"Baby rewel tidak sayang?" tanya Ray sambil berjalan beriringan.
"Tidak..dia malah membuatku seperti ratu yang tak boleh melakukan apapun..ck seperti nya dia ingin memanjakan mommy nya" ujar Genie mengelus perut nya yang sudah terlihat membuncit.
"Haha tidak apa-apa sayang asalkan kamu senang dan baby sehat aku tidak masalah..kau mau makan apa setelah ini?" ujar Ray mengelus kepala Genie ketika mereka sudah ada di lift khusus.
"Entah lah aku tidak tau honey" Genie menggeleng kan kepalanya nah karena tak tau ingin makan apa.
"Mau ke restoran favorit kita?" Ray menawari Genie ke restoran favorit mereka.
"Boleh honey" jawab Genie mengangguk masih bersandar.
"Oke kita ke restoran"
Ray menuntun Genie keluar dari lift setelah mereka sampai di lobby..perlakuan Ray membuat para karyawan meleleh di buat nya tapi tidak dengan satu orang yang menatap marah pada Ray dan Genie.
__ADS_1
"Bersenang-senang lah selagi kalian masih bisa karena sebentar lagi aku lah yang akan bersenang-senang di atas penderitaan kalian" ujar orang itu masih menatap kepergian Genie dan Ray.
#
#
Malvin tampak selesai dengan pekerjaan nya..dia segera membereskan meja kerja nya dana meluncur ke apartemen.
Hari ini dia akan membawa Hailey ke butik untuk memesan gaun pengantin yang akan Hailey kenalan di hari istimewa mereka nanti.
Sebelum nya Malvin sudah memberitahu kan pada Ray rencana persiapan pernikahan nya dengan Hailey..Ray tak masalah dan dia akan membiayai semua persiapan nya.
Ray hanya ingin Malvin mendapatkan yang terbaik karena dia sudah menganggap Malvin adik nya sendiri.
Malvin bukan sekedar bawahan bagi Ray melainkan keluarga nya juga meski tak ada hubungan darah yang mengikat mereka.
Malvin lah yang menemani nya di saat dia berada di titik terbawah saat mulai merintis karirnya..Ray tak akan melupakan pengorbanan Malvin dalam berkembang nya usaha yang dia miliki.
Maka dari itu Ray hanya ingin Malvin mendapatkan yang terbaik dalam hal apapun.
"Ely bersiap lah sebentar lagi aku pulang kita akan pergi ke butik" ujar Malvin pada pesan teks yang dia kirim pada Hailey.
Setelah mengirim pesan singkat pada Hailey Malvin melajukan lagi mobil nya menuju apartemen nya karena tadi dia berada di lampu merah.
Di apartemen.....
Hal ke yang baru selesai mandi mengecek ponselnya..dia melihat pesan dari Malvin..dia bergegas bersiap karena dia tak mau membuat Malvin lama menunggu.
Selesai dengan segala persiapan nya kini Hailey tampak keluar dari apartemen dan berjalan menuju ruang tamu.
"Apa Malvin sudah dekat atau masih jauh..sebaik nya aku buatkan teh atau kopi dulu atau bagaimana ck sudah lah lihat nanti saja" ujar Hailey tampak bingung karena dia tak tau Malvin sudah sampai mana.
Tak berapa lama kemudian pintu apartemen terbuka dan tampak lah Malvin dengan penampilan nya yang sedikit kusut.
"Malvin" panggil Hailey yang melihat Malvin.
"Kau sudah siap?" tanya Malvin.
"Sudah..mau ku buatkan kopi dulu?" Hailey menawari kopi pada Malvin karena dia tau Malvin pasti lelah.
"Boleh..aku mandi dulu" jawab Malvin mengelus rambut Hailey yang halus.
__ADS_1
"Baiklah..apa mau ku siapkan air hangat?" tanya Hailey menawarkan.
"Tidak usah sayang" tolak Malvin sengaja menggoda Hailey.