
"Ka..kau..kau b..bu..kan..ma..manu..s..sia" ujar Devani terbata karena tubuh nya bagaikan remuk tiada bertulang.
"Jika aku bukan manusia lalu kalian apa hah.. aku menghajar mu karena kau dengan berani dan kejam nya menargetkan anak kecil yang hanya tau menangis dan mengadu sedangkan kau..kau bahkan masih bisa dan sanggup untuk melawan ku,kau bisa membalas setiap pukulan ku, tapi dia..dia bahkan tidak bisa berbuat apapun lagi karena fisik nya masih kalah jauh dari iblis baidab itu..jika kau memang dendam pada ku maka lampiaskan saja padaku tidak perlu kau membawa-bawa orang lain kedalam dendam mu apalagi menargetkan pernah yang bahkan bukan tandingan mu..baiklah karena kau sudah berani menargetkan orang lain maka aku juga bisa melakukan hal yang sama dengan mu..kalian bawa keluarga nya ke sini dan siksa mereka apapun yang kain mau di hadapan nya agar dia tau rasa nya sakit yang teramat sangat" ujar Genie pada anak buah kakak nya Gian.
"Baik nona" jawab anak buah Gian melaksanakan perintah dari Genie.
Sedangkan Ray..dia asik sendiri dengan Leon..dia tak mau ikut campur urusan Genie dia hanya menemani dan menjaga Genie agar Genie tak terluka..urusan jauh beda lagi dan bukan dengan Devani melainkan dengan Sammy si pecundang.
"Leon apa kau tak takut dengan nya..aku takut sekali dengan perempuan yang sudah mengamuk" ujar Ray mengajak Leon bergosip.
Sementara tanggapan Leon hanya datar karena Leon bahkan tak tau Ray berkata apa.
"Aku dengar Ray..jangan macam-macam kau di belakang ku" teriak Genie kala mendengar Ray menggosipkan diri nya.
"Hahaha sorry sayang.. aku Hanau cari kesibukan.. lanjutkan saja kegiatan mu..have fun" ujar Ray mengalah daripada di amuk.
Skip......
Genie masih menatap Devani dengan datar..dia benar-benar ingin menghabisi Devani saat ini juga tapi tunggu dulu dia tidak boleh gegabah sebelum melihat Devani menyesal karena telah bermain dengan nya.
Genie hanya duduk sambil memejamkan mata nya dan mengingat kembali kenangan nya bersama Aneta..dia ingat saat Aneta belajar panjat tebing di arena latihan waktu itu..dia ingat senyuman manis Aneta selalu membuat nya ikut tersenyum..dia juga ingat saat Aneta mengajak mereka ke kebun binatang dan menaiki gajah.
Tawa nya bahkan bisa dia dengar saat ini..dia merindukan Aneta nya..dia benar-benar merindukan nya tapi dia bisa apa mereka sudah berbeda alam tak mungkin bisa bertemu kembali jika belum saat nya.
Setiap malam Genie berharap semoga Aneta mendatangi nya meski hanya lewat mimpi saja..dia tidak apa-apa karena dia sangat merindukan anak nya itu.
"Neta sayang..apa kau bisa melihat mommy nak..lihat lah mommy akan membalaskan semua sakit mu sayang.. berbahagia lah di sana dengan para bidadari yang menyayangi mu..mommy iklas tapi mommy masih merindukan mu nak..mommy tidak bisa mencegah kerinduan mommy karena mommy hanya lah seorang ibu yang merindukan anak nya..tolong jangan benci mommy ya nak..mommy sayang Aneta" batin Genie mengingat kembali kenangan nya bersama Aneta.
__ADS_1
Ray berhenti menggosip bersama Leon karena merasa aneh..kenapa tidak ada suara rintihan bahkan jeritan kesakitan dari Devani.
Ray melihat ke arah Genie ternyata Genie tengah menengadah menatap ke atas sambil memejamkan mata nya..dia tau pasti Genie merindukan anak mereka.
"Jangan lagi sedih sayang.. aku juga tak bisa menahan kesedihan ku kalau kau seperti ini" ujar Ray lirih menatap Genie sendu.
Ray berjalan ke arah Genie tanpa perduli dengan Devani yang tak sadarkan diri dengan posisi di ikat kembali di kursi.. dia mendekati Genie dan menepuk pundak nya membuat Genie terkejut.
"Astaga..Ray apa yang kau lakukan sih" ujar Genie tersadar dari lamunan nya.
"Kau kenapa sayang" tanya Ray mengelus rambut Genie penuh sayang.
"Tidak apa-apa..aku hanya lelah sayang" Genie berbohong agar tak membuat Ray ikut sedih.
Genie tau Ray kadang jika di tengah malam dia selalu ke kamar Aneta..dia memeluk baju Aneta yang masih tersimpan apik di lemari..dia melihat dua menangis dengan memeluk baju Aneta kadang sampai tertidur di kamar Aneta.. bagaimana Genie tau padahal setiap pagi dia selalu melihat Ray ada di samping nya.
Hati Genie tentu saja tak kuat melihat nya..di luar memang Ray terlihat baik-baik saja tapi di dalam dia hancur seperti Genie.. orangtua mana yang tak merasa kehilangan meski bukan darah daging nya sendiri tapi mereka sudah menyayangi Aneta seperti darah daging nya sendiri.
Namun Tuhan berkehendak lain..tuhan telah memberikan kebahagiaan pada Aneta meski ahrus menyisakan duka dan luka di hati mereka.
Skip.....
"Lepaskan aku..kalian mau apa hah.. lepaskannnn"
"Lepaskan kami sialan..kalian siapa sebenarnya..apa mau kalian hah..dasar brengsek"
Teriakan kedua orang tua Devani mulai terdengar di ruangan itu..ruangan dimana Devani tengah terkapar tak berdaya di balik jeruji besi dalam ruangan itu.
__ADS_1
Mereka belum menyadari bahwasanya anak mereka Devani telah berada di sana karena sejak tadi mereka hanya fokus meminta di lepaskan.
Sementara Devani dia bahkan tak sadarkan diri sejak tadi.. Genie dan Ray sudah kembali ke ruangan dimana Gian beristirahat jika di markas kematian.
Anak buah Gian mengikat dua orang itu di kursi dan melakban mulut kedua nya agar tak berisik karena mereka hendak melaporkan kepada Genie dan Ray bahwa mereka sudah menjalankan tugas dengan sempurna.
Salah satu dari mereka berjaga agar bisa terkondisi kan ketiga tahanan nya..dia tak mau nona dan tuan nya terganggu akibat ulah ketiga tahanan mereka.
Genie dan Ray datang bersama salah satu anak buah Gian yang mendapat kan tugas untuk membawa orangtua Devani.
"Kerja bagus.. terimakasih" puji Genie pada anak buah Gian yang telah berhasil membawa orangtua Devani ke markas kematian.
"Terimakasih nona..kami undur diri"
#
#
"Arghhhhhh..sakittt.. arghhhhhh"
"Arghhhhhh lepaskan kami"
Teriakkan mulai terdengar di ruangan itu tentu dari kedua orangtua Devani yang anak buah Gian siksa..Genie hanya duduk diam sambil menikmati pemandangan di depan nya.
"Lepaskan orangtua ku sialan..mereka tidak tau apapun huhuhuhu" ujar Devani meminta belas kasih.
"Apa waktu itu kau melepaskan Aneta ku..saat dia bahkan memohon agar di lepaskan.. bagaimana rasanya,sakit kan melihat nya?" tanya Genie memutar pertanyaan pada Devani yang langsung diam.
__ADS_1