
"Hay..sendirian?" ujar orang itu tanpa tau malu langsung duduk di kursi di hadapan nya.
Genie tak menjawab namun tatapan nya begitu datar..dia tak suka dengan orang yang tak tau sopan santun seperti orang di hadapan nya.
"Wow kau menakutkan jika menatap ku seperti itu..bolehkah kita kenalan..aku__" belum selesai orang itu berucap perkataan nya sudah di potong oleh Ray.
"Sayang" panggil Ray mendekati Genie dan langsung memeluk Genie kemudian mellumat bibir Genie di depan orang itu.
Tampak orang itu kesal melihat pemandangan menjengkelkan id hadapan nya..sialan rupanya sudah ada yang punya..cih menyebalkan.
"Honey kenapa lama sekali" tanya Genie memeluk Ray tanpa perduli manusia tak tau malu di hadapan mereka.
"Sorry sayang.. antri..kau belum memakan nya?" jelas Ray dan bertanya pada Genie.
"Kau menunggu mu..baby ingin di suapi Daddy" ujar Genie sengaja agar manusia tak tau malu di hadapan mereka menghilang.
"Oh sayang..maafkan aku ya..baby maafkan Daddy ya nak..baiklah ayo makan akan aku suapi pakai sendok atau mulut ku sayang?" Ray meladeni permainan sang Istri.
"Honey..kau tentu tau yang ku mau" ujar Genie.
"Baiklah ayo makan sebentar..astaga sayang dia siapa..apa teman mu?" ujar Ray sengaja bertanya dengan nada di buat terkejut.
"I don't know" jawab Genie jujur nan datar seakan tak perduli.
"Oh..maaf tuan apa ada yang penting?" tamat Ray beramah-tamah.
"Ah tidak..maaf aku salah meja.. permisi" orang itu memilih pergi dengan hari yang dongkol.
Setelah kepergian orang itu Ray menatap Genie penuh tanya seakan minta penjelasan..baru saja di tinggal sebentar tapi sudah ada yang berani mendekatinya.
__ADS_1
"Jelaskan" ujar Ray datar menuntut penjelasan.
"What?" tamat Genie tak paham.
"Siapa dia..apa mantan mu?" tanya Ray masih datar menanti jawaban.
"I said I don't know..oh God..I don't like this..aku tak tau siapa dia honey.. aku tengah duduk menanti suami ku tapi tiba-tiba ada orang yang datang dan langsung duduk di depan ku dan sok akrab pada ku.. aku tak menanggapi nya karena aku merasa tidak mengenal nya..masih kurang?" jelas Genie sedetail-detail nya.
"Hm..baiklah.. forget it lagi pula dia bukan lawan ku..ayo makan" akhirnya Ray menyudahi sesi interogasi nya dan memilih untuk memakan makanan nya.
Genie pun menurut dia tak mau membuat masalah karena dia tidak suka dengan yang nama nya masalah.. Genie lebih suka menyelesaikan masalah secepat mungkin karena jika di biarkan maka akan berdampak pada hubungan kedua nya.
Selesai dengan acara makan nya..kini baik Ray maupun Genie mereka sama-sama memilih untuk seperti di awal seakan tidak ada masalah sama sekali.
"Apa kau mau ke air terjun sayang!" tamat Ray pada Genie yang tengah menikmati cheese cake nya.
"Air terjun..boleh juga" Genie setuju karena dia hampir tidak pernah ke tempat seperti itu,bukan tidak pernah hanya saja jarang karena kesibukan nya yang tidak bisa di tinggal.
Akhirnya mereka menuju ke salah satu destinasi wisata air terjun yang ada di sana..Genie sangat antusias karena dia hanya beberapa kali saja mengunjungi air terjun di negara nya menetap dulu, setelah nya tidak pernah sama sekali.
Sumber : Gugel.
Tumalog fall (Air terjun Tumalog Cebu)
Cebu memang cukup terkenal akan keindahan wisata lautnya..Akan tetapi ternyata destinasi ini masih memiliki pesona alam lainnya yaitu bernama air terjun..Dua air terjun yang cukup terkenal adalah air terjun Tumalog dan air terjun Kawasan.
Air terjun Tumalog memiliki keindahan yang luar biasa..Selain itu destinasi ini juga menawarkan kesegaran alam yang menyegarkan pikiran..Air terjun Kawasan terkenal akan airnya yang berwarna biru. Keindahan ini sangat enak dipandang mata. Dengan udara segar dan Suasana yang asri tentunya akan membuat siapapun tidak tahan untuk berenang di bawahnya.
Sampai lah mereka di salah satu kawasan air terjun terkenal di Cebu yaitu Air terjun Tumalog..mereka turun dari mobil dan menuju lokasi air terjunnya dengan berjalan kaki karena tidak terlalu jauh dari tempat parkir mobil nya.
__ADS_1
Sampai lah mereka di lokasi.. Genie begitu menikmati keindahan air terjun di hadapan nya..dia ingin terjun ke dalam tapi saat ini sedang banyak orang..dia tak suka terlalu ramai..toh Ray juga tidak akan membiarkan nya berenang.
"It's so beautiful..I love it honey" ujar Genie memuji keindahan air terjunnya.
"Really..then give me a kiss" ujar Ray tersenyum menatap Genie.
"Ck..kau ini.. tentu saja aku tak akan menolak nya" Genie berdecak namun juga menuruti nya.
Ray dan Genie berciuman di depan air terjun nya..mereka tak menghiraukan keberadaan pengunjung lain yang mereka perduli kan hanya lah satu sama lain.
"Enough honey..kau tak berniat bercinta di depan para pengunjung kan?" ujar Genie menyudahi kissing mereka karena jika di lanjut maka akan terjadi berita viral keesokan hari nya.
"Hahaha..ok habis ini kau mau kemana lagi sayang?" tanya Ray yang memeluk nya dari belakang dan mengajak nya pergi karena dia tak bisa menahan gejolak untuk tak bercinta dengan Genie.
"Kau mau bercinta dengan ku honey..apa kau yakin?" ujar Genie mengganti topik.
"Jika kau tak keberatan maka ayo kita lakukan di mobil..rasa nya pasti menyenangkan" saran Ray sekaligus menantang Genie.
"Baiklah..ayo sebelum kau mengahajar ku di depan mereka"
Mereka menuju ke mobil setelah puas memandangi dan mengambil foto di depan air terjunnya..Ray dan Genie telah sampai di mobil..mereka melajukan mobil nya ke jalan yang lumayan sepi.
Sampailah Ray dan Genie di jalan yang lumayan sepi..Ray langsung melancarkan aksi nya tanpa perduli orang lewat.. Ray membuka pakaian nya dan membantu Genie membuka pakaian milik nya juga.
"Astaga sabar honey..kau seperti setahun tak bercinta saja" Genie terkekeh saat melihat betapa Ray terburu-buru membuka pakaian milik nya.
"Aku tidak bisa menahan nya sayang"
Ray berhasil membuka pakaian Genie sebelum nya dia memasak penghalang pada kaca jendela mobil nya agar tak terlihat dari luar..dia tak mau kegiatan nya di lihat orang lain.
__ADS_1
Setelah nya Ray menarik Genie agar duduk di atas nya dan mulai berkerja.. Genie pun menuruti saja karena dia juga suka posisi nya saat ini..rasanya milik Ray memenuhi milik nya dan sangat dalam.
"Oaaargh sayang..ini begitu nikemat"